Selembar Hijab Untukku

Selembar Hijab Untukku
Eps. 24 Akhirnya Bertemu


__ADS_3

Ahmad POV


"Bang Ipul ngapain di sini?" Tanya Ahmad pada kenalannya.


"Harusnya gue yang tanya ke elu, ngapain di sini?" Jawab bang Ipul.


"Anu bang saya kuliah sekarang." Jawab Ahmad.


"Wahh... Idup lu sekarang udah enak ya?" Tanya bang ipul.


"Ya kaya gini lah bang, Alhamdulillah." Jawab Ahmad.


"Lu tau ngga, semenjak lu ketangkep sama warga dan lu di penjara. Hidup gue makin susah tau ngga, pokoknya elu tanggung jawab." Ucap bang Ipul bergurau.


"Yah... maapin bang, saya kan juga nggak tau kalo bakalan jadi gitu." Jawab Ahmad.


"Semenjak lu ketangkep, warga tu jadi ati-ati banget. Dan sering ada patroli bergilir dari warga. Makannya gue pindah ke sini." Ucap bang Ipul.


"Terus emangnya sekarang kerja apa bang?" Tanya Ahmad.


"Lu lagi ngejek gue ya..." Jawab bang ipul bergurau.


"Ngga kok bang enggak..." Jawab Ahmad.


"Enatahlah, kayanya gue juga apes di sini. Gue gabung sama geng Cakar Elang. Gue kira hidup gue bisa lebih terjamin, tapi nyesel sekarang juga ngga ada artinya. Gue juga nggak bakal bisa keluar dari geng itu." Bang Ipul bercerita.


Oh ya kenalkan, orang yang bercerita denganku adalah bang Saiful, namun aku memanggilnya bang Ipul. Kami dulu adalah partner. Partner dalam mencuri maksudnya (Jangan ditiru). Kami sudah tidak bersama semenjak aku tertangkap warga dan di penjara. Apalagi setelah itu Aku memutuskan untuk berhijrah dan tinggal di pondok.


"Terus bang, sekarang kok kerumah ini kenapa, oh ya kalo ngga salah satu tahun lalu bukannya bang Ipul masih di desa itu ya?" Tanya Ahmad.


"Kapan? gue lupa." Jawabnya singkat.


"Waktu di pesantren bang, abang kalo ngga salah habis ngobrol sama orang." Jelas Ahmad.


"Ohh... waktu itu... iya gue ada tugas ngawasin orang, rumahnya sekarang di sini. Tapi waktu itu dia pergi ke pesantren." Jawabnya.


"Di pesantren? Jangan-jangan..." Aku kebingungan dalam hatiku.


"Kok lu diem, lu kenal ngga, dia cewe,punya kakak juga, tapi gue cuma tau nama kakaknya." Jawab bang Ipul.


"Siapa bang emangnya?" Tanyaku untuk memastikan.


"Farhan kalo ngga salah... Iya bener Farhan." Jawab bang Ipul.


"Farhan? kok aku ngga kenal ya nama itu di pesantren." Tanya Ahmad.


"Ya iya lah lu ngga kenal, yang masuk di pesantren itu cuma adiknya. Tapi sekarang mereka lagi ada di rumah ini." Jelas bang Saiful.


"Nggak... Nggak mungkin." Ucapku dalam hati.


"Ehh... itu cewe itu keluar. Sembunyi cepet sembunyi." Perintah bang Saiful.


Aku hanya mematung melihat Utari yang keluar dari dalam rumah. Dan bang Saiful meninggalkanku untuk bersembunyi.

__ADS_1


"Tar..." Aku memanggil Utari dengan semangat.


Tari yang mendengar suaraku lantas membalikkan badan dan hendak berlari menjauh. Namun aku berhasil mengejarnya.


"Tar ini beneran kamu kan?" Ucapku memastikan.


"Maaf siapa ya..." Ucap Tari.


"Apa... hahaha... jangan bercanda, kita kan udah lama nggak ketemu setidaknya senyum kek." Ucapku.


"Maaf tapi anda siapa ya, dan lagi nama saya bukan Tari, tapi nama saya Jela." Ucapnya.


Aku lagi lagi hanya bisa terdiam.


"Maaf... mungkin saya memang salah orang karena anda benar-benar mirip dengan kenalan saya." Jelasku pada wanita itu.


"Okee... Ngga papa." Jawabnya singkat lalu masuk ke dalam rumah.


Utari POV


"Maafin aku Ahmad, ini demi keselamatan semuanya. Termasuk kamu." Ucapku sambil mengelap air mata yang hendak jatuh.


"Tadi siapa?" Tanya kakakku.


"Emm... bukan siapa-siapa, mungkin orang kesasar." Jawabku.


"Ngga usah bohong dek, kakak tau kalo kamu lagi bohong. Pokoknya jangan sampai berhubungan sama dia, dan jangan sampai dia tau identitasmu." Jelas kakakku.


"Iya kak iyaaaa... aku juga sedang berusaha, apa kakak tau, rasanya sangat sulit kak. Aku baru saja menemukan seseorang yang aku percaya, namun sepertinya takdir berkata lain." Aku berbicara dengan nada tinggi dan pergi meninggalkan kakakku.


Ahmad POV


"Dan kayaknya aku pernah denger nama Farhan." Ahmad terus bertanya-tanya.


"Kalo ngga salah... Waktu itu Mia pernah bahas nama Farhan."


"Aaaa.... bener Farhan itu Kakaknya Tari." Ucap Ahmad bersemangat.


"Eh... tunggu tunggu tunggu. Berarti orang yang di cari gengnya bang Ipul, Tari sama kakaknya dong." Ahmad terus saja berfikir.


"Aku harus cari bang Ipul sekarang." Ujar Ahmad.


Ahmad pun mencari bang Saiful untuk memastikan hal tadi.


Untungnya Ahmad berjumpa dengan bang Saiful di dekat rumah itu juga.


"Bang sebenernya rencana kalian apa, kenapa kalian mengincar mereka?" Tanya Ahmad.


"Sebaiknya elu ngga usah ikut campur Mad, bisa panjang urusannya." Jawab bang Saiful.


"Tapi dia temen aku bang, aku ngga bisa biarin gitu aja." Ucap Ahmad.


"Gue ngga bisa bicara banyak sekarang, tapi kalo elu mau nyelametin mereka ikutin kata-kata gue." Ucap bang Saiful.

__ADS_1


"Oke gimana bang caranya." Tanya Ahmad.


"Elo ngga usah ikut campur, semakin elo ikut-ikutan, itu bisa aja mempercepat kematian mereka. Kita ngga bisa mengelak dari hal itu Mad, geng Cakar Elang itu punya rencana. Mereka licik dan begitu kejam. Kita ngga bisa apa-apa di tangan mereka." Ucap bang Saiful.


"Pasti ada caranya bang. Gapapa, biar aku aja yang cari caranya." Jawab Ahmad.


"Mad, lu bisa di bilangin ngga, itu bisa membahayakan elu juga." Ucap bang Saiful khawatir.


"Ngga, ngga papa, aku bakalan temuin caranya." Ucap Ahmad yakin.


"Kalo lu butuh bantuan gue, cari aja gue di wilayah X, gue sering ada di situ." Ucap bang Saiful setelah mendengar tekad Ahmad.


Ahmadpun mengangguk mendengar perkataan bang Saiful.


"Sebenarnya hal apa yang sedang kamu alami sekarang Tar." Gumam Ahmad.


Ke esokan harinya...


Ahmad yakin bahwa ia melihat Tari saat di kelas kemarin, jadi Ahmad mencarinya di sekitar kampus.


Tapi bukannya bertemu dengan Tari, justru ia bertemu dengan teman Utari.


"Ehm... hai kak kenalin aku Dasha. Kakak orang yang bantuin aku bawa buku kemarin kan?" Tanya Dasha pada Ahmad.


"I...iya, tapi maaf saya sedang mencari seseorang, bye...." Ucap Ahmad.


Ahmad pergi dengan tergesa-gesa.


"Eh... tunggu... siapa nama kakak?" Tanya Dasha.


"Ahmad." Jawabnya singkat.


Ahmad membalikkan badanya dan akan pergi.


Namun terdengar Dasha sedang berbicara dengan seseorang.


"Eh... Sha nanti kerjain tugasnya bareng ya." Suara teman Dasha.


Ahmadpun berbalik badan setelah mendengar suara itu.


"Tari..." Ucap Ahmad memanggil tari dari kejauhan.


Ahmadpun kembali menemui Dasha dan Tari.


"Tari... kamu Tari kan?" Ucap Ahmad masih sama seperti kemarin.


"Loh La, kamu kenal sama kakak ini, kok dia manggil kamu Tari sih?" Ucap Dasha.


"Emm... Enggak kok aku ngga kenal. Tau tu dari kemarin, kayaknya salah orang ni anak." Jawab Jela di depan Ahmad.


"Oke sekarang kamu ikut aku sebentar. Aku mohon jangan menolak. sekali ini saja...." Pinta Ahmad pada Jela.


Namun Utari memutuskan untuk pergi dan menolak permintaan Ahmad.

__ADS_1


Happy reading...


Maaf ya saya beberapa hari ini tidak upload. Saya memohon maaf dengan sangat agar teman-teman semua masih bersedia mendukung saya. Semoga sehat selalu untuk teman-teman semua.


__ADS_2