Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Uang Kuliahku ditahan oleh Mama Tiriku


__ADS_3

"Senjaaaa, di mana kamu, cepat ke mari!", suara melengking memekakkan telinga membuyarkan lamunanku, aku terhenyak menatap pantulan bayanganku sendiri di depan kaca lemari REISYA adik tiriku, yang baru saja selesai ku lap.


"Senjaaaa, kemana sih kamu, ayo kemari cepat!", dengan tergesa gesa aku berlari menemui mama tiriku. "iya ma ada apa?", aku bertanya sedikit gemetar.


"Lihat ini, kenapa cucian masih belum beres, apa yang kamu kerjakan dari tadi hah, pokoknya mama tidak mau tahu, sekarang juga kamu beresin, sebelum mama pulang dari arisan, semua harus sudah rapi, faham!" mama berlalu sambil menoyor kepalaku.


"Ya Allah ya Robbi, dosa apakah hamba hingga harus menerima perlakuan seperti ini, ya Allah segerakanlah datangkan seseorang yang bisa membawaku keluar dari sini ya Allah". do'aku dan pintaku semoga dikabulkan, aamiin.


"Aduh neng Senja maafin bibi ya neng, karena nggak bisa bantu neng Senja, bibi jadi merasa bersalah sama neng, yang sabar ya neng Senja". Bi Rasih asisten rumah tangga yang bekerja di rumah mama sejak mama masih hidup bahkan sejak sebelum aku lahir beliau sudah bekerja dengan mama, hanya bi Rasih lah yang selalu setia menemaniku dalam suka dan duka, dengan penuh haru dan sedih bi Rasih berusaha menghiburku.


"Iya bi, tidak apa apa, ini bukan salah bibi kok, tapi itu si nenek lampir yang nggak tahu malu". Aku berusaha menutupi kesedihanku di depan bi Rasih dengan tersenyum. Aku berusaha menguatkan hati di depan pengasuhku ini, karena aku tidak ingin membebaninya dengan rasa bersalah.


"Oh ya bi, tadi papa udah pulang ya bi?" tanyaku pada bi Rasih

__ADS_1


"Iya kayaknya neng, emangnya kenapa neng?" jawab bi Rasih.


"Ini bi, Senja kan belum bayar uang kuliah bi, sekalian mau minta untuk beli buku bi".


jawabku.


"Oh bibi kira ada apa neng, ya sudah mumpung nyonya lagi tidak di rumah, neng cepetan minta sama tuan", kata bi Rasih


Aku berjalan mendekati pintu kamar papa dengan tergesa, semoga saja papa mau memberiku uang sekolah dan buku sebelum mama pulang. Perlahan ku ketuk pintu kamar papa. tok tok tok


"Papa, apakah papa ada di dalam pa? ini Senja pa, boleh Senja masuk pa?" terdengar sahutan dari dalam. "Iya Nja, masuk aja, papa ada di dalam baru pulang". Papa Irwan menunggu dengan santai.


treeeet... aku pun membuka pintu dengan hati yang sedikit resah, takut kalau papa menolak permintaanku, karena sejak papa menikah lagi dengan mama Iren, mama tiriku, papa jadi susah untuk di temui dan dimintai uang bahkan sekalipun itu uang buat biaya kuliah.

__ADS_1


papa Irwan berbalik dan bertanya. "Iya Nja ada apa cari papa?" aku berusaha setenang mungkin dan mengatur nafasku, sebelum menjawab pertanyaan papa.


"Ini pa, Senja belum bayar uang kuliah sama buku pa, sudah dua bulan Senja nunggak bayar kuliah pa". aku menjawab dengan sedikit gugup, takut kalau papa marah.


"Apa kamu bilang Nja? belum bayar kuliah? kan papa tiap bulan kasih ke mama, papa titip ke mama buat biaya kuliah kamu Nja, karena akhir akhir ini kita jarang ketemu sebab papa sibuk, urusan kantor tempat papa kerja sekarang lagi ada masalah, makanya papa sering terlambat pulang harus masuk pagi pagi sekali, makanya papa titip sama mama uang kuliah kamu Nja, masak mama nggak ngasih kamu Nja?"


Aku jadi kaget sekaligus tak percaya dengan apa yang barusan aku dengar dari papa, akupun berusaha mencoba memberi tahu yang sebenarnya sama papa dengan hati hati, takut kalau papa marah dan tak terkendali seperti waktu yang sudah sudah. "Pa, Senja nggak bohong kok pa, Senja nggak pernah terima uang dari mama pa, Senja berani sumpah pa, kalau Senja bohong lebih baik Senja mati sekarang pa". Dengan sedikit gemetar, aku mendekat ke arah papa, tapi tiba tiba..


jedaaar... pintu kamar papa tiba tiba saja dibuka paksa dan ternyata itu adalah mama Iren yang baru saja pulang arisan.


"Hei Senja, kamu mau fitnah mama ya, kan mama langsung kasih uang kuliah yang dititip sama mama, kenapa kamu bohong bilang sama papa, kalau mama nggak pernah kasih uang kuliah kamu hah, jangan mengada ada deh".


apa yang terjadi selanjutnya?, tunggu di bab berikutnya ya.

__ADS_1


__ADS_2