
Keesokan hari, selesai menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim, aku menuju dapur untuk membuat sarapan khusus buat diriku sendiri, bodo amat dengan mama Iren sama Reisya, mereka juga punya tangan buat bikin sarapan sendiri, lagian siapa suruh ngambil uang kuliahku, itu hakku, sudah cukup aku diinjak injak sama mereka. Dan ini mungkin peluang besar buatku bekerja sambil bantu keluarga Deral, jadi aku bisa biaya kuliahku sendiri tanpa mengandalkan papa lagi.
Pagi pagi sekali aku sudah rapi, perlahan aku buka pintu kamar, aku berencana pergi sebelum mak lampir dan anaknya bangun, supaya aku tidak mendengar ocehan mereka, juga biar mereka nggak nanya nanya kemana aku pergi pagi pagi begini, sedangkan jadwal kuliah untuk setahun terakhir ini adalah siang, sehabis adik tingkat pulang, dikarenakan sedang diadakan renovasi gedung yang terletak di belakang kantor Dekan. Ini mungkin adalah keberuntunganku untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
Perlahan kulangkahkan kaki keluar rumah, benar saja si mak lampir dan anaknya masih belum keluar dari kamar mereka. Jadi aku bisa dengan tenang keluar tanpa teguran basa basi yang membosankan dari si mak lampir, heheheee.
Kubuka gerbang dengan perlahan, agar seisi rumah tidak menyadari aku akan keluar. Saat menunggu angkot, tiba tiba saja ada mobil berhenti didepanku.
tiin tiin tiin, bunyi klakson mengagetkanku, aku memperhatikan saat kaca depan dibuka, dan ternyata dia...
"Aduh Deral, bikin kaget aja, kak Senja pikir siapa, hampir saja kak Senja maki maki, untung kamu cepet buka kaca, kalau enggak, sudah kulempar tuh mobil kamu pakai sendal". cerocosku dan Deral hanya nyengir saja sambil minta maaf.
"Bagaimana, apa kak Senja sudah siap?" tanya Deral, dan aku hanya membalasnya dengan anggukan.
"Kalau gitu ayo naik kak". tawar Deral.
"Okay, baiklah". tanpa banyak omong aku langsung aja naik ke mobilnya Deral, ini kesempatan nggak boleh mikir lama lama, dan juga untuk menghemat ongkos tentunya, lagian dia juga kan yang minta bantuanku, jadi nggak ada salahnya memanfaatkan sedikit aja fasilitas yang dia tawarin, he he heee. Ambil kesempatan dalam kesempitan gituuuh, ups kok otakku jadi ngelantur gini sih, tobaaaat tobat, ampuni hamba ya Allah. Kalau mau membantu orang seharusnya aku ikhlas.
"Sudah siap kak Senja? Let's go". Tanpa banyak omong Deral langsung melajukan mobilnya. 47 menit kemudian barulah kami sampai di depan kantor perusahaan milik keluarga Deral.
"Ya udah kak Senja langsung aja menuju lobi, nanti aku nyusul Deral mau parkir mobil dulu ya kak". Aku hanya menjawab dengan anggukan saja.
Perlahan aku melangkah memasuki lobi kantor, ada satpam yang menanyakan identitas dan tujuanku datang ketempat itu, aku hanya bilang kalau aku mau nunggu seseorang. Satpam itu menahanku di pintu masuk dan memaksaku menyerahkan identitasku, aku tidak diperbolehkan masuk sebelum dia tahu tujuan dan identitasku. Baru saja aku akan mengeluarkan amplop coklat yang berisi surat lamaran Deral tiba tiba datang.
"Loh kok kak Senja belum masuk, ayo bareng Deral?" seketika satpam yang menahanku langsung kaget dan meminta maaf atas tindakannya yang menahanku, tapi aku maklum dengan semua itu, sudah menjadi tugasnya untuk harus selalu berhati hati dengan orang yang keluar masuk apalagi orang itu bukan karyawan kantor teesebut.
"Iya Der aku nunggu kamu makanya masih di luar, kak Senja nggak enak aja masuk sendirian, kak Senja kan belum terbiasa, iya kan pak?" ujarku sambil tersenyum pada satpam tersebut dan membuat satpam itu jadi salah tingkah. "Iya non, maaf ya non dengan yang barusan". kata pak satpam, aku hanya tersenyum menanggapi sambil berlalu dari sana.
Aku dan Deral berjalan bersama memasuki lobi dan kami langsung menuju ke lift. Saat hendak memasuki lift, tiba tiba saja...
"Deral kamu sama siapa itu, jangan bilang dia cewek kamu, katakan siapa dia Der?" Seorang gadis muda yang cantik tiba tiba menahan kami di pintu lift, hingga membuat orang orang yang berada di area itu memperhatikan kami.
"Bukan urusan kamu Via, aku mau sama siapa itu urusanku, jadi jangan ikut campur deh, minggir atau aku seret kamu keluar dan bilang sama papa untuk mecat kamu".
Terlihat jelas di wajah gadis itu rasa kesal dan marah, namun Deral mengancamnya hingga membuat dia nggak bisa berbuat apa apa. Deral memencet tombol yang menuju ke lantai tingkat 7 di sana ia membawaku ke ruangan yang dipintunya tertulis 'DIREKTUR UTAMA'. Haaaah, aku jadi heran dan bingung, kenapa Deral langsung mengajakku menemui direktur perusahaan ini, iya sih aku tahu kalau dia anak pemilik perusahaan, tapi kan aku hanya ingin melamar pekerjaan yang sekiranya cocok untuk aku yang hanya mempunyai ijazah SMA.
"Sudah dong kak, jangan bengong gitu, kak Senja ikutin Deral aja, nanti kak Senja bakalan tahu kok tugas kak Senja apa". ucap Deral, sepertinya dia bisa membaca pikiranku.
__ADS_1
Tok tok tok...
"Masuk Der!, papa udah tunggu kamu". Suara seseorang mempersilahkan kami masuk, dan anehnya dia tahu kalau yang datang itu kami. "Hei kak Senja jangan heran, tuh ada CC TV jadi papa pasti tahu siapa yang menemuinya".
"Oooh gitu, he heeee kak Senja norak ya Der". jawabku cengengesan menahan malu, ketahuan kudet hiiii, harusnya aku tahu itu, di zaman sekarang yang udah canggih kayak gini ya, tapi dasarnya aku aja, saking nerves mau ketemu langsung dengan Direktur kali ya, jadi blank deh otak aku, heee, jangan diketawain ya pemirsa.
"Ayo kak Senja masuk dulu". hmm nih Deral bikin kaget aja, lagi ngelamun juga, ngayalin gimana aku kerja disini nantinya heeee.
"Iya, tapi Der kak Senja nerves nih, gimana dong". jawabku dengan gelisah.
"Udah kak jangan nerves gitu, papa udah tahu kok, Deral udah ngomong sama papa, yuk masuk". Deral menarik tanganku memaksa masuk.
"Assalamu'alaikum, pagi pa". Salam Deral buat papanya. Wah nih anak santun juga ya padahal dia tumbuh di zaman yang kata orang sih zaman nggak ada lagi tata karama anak zaman now gitu.
"Wa'alaikumussalam, hmmm ajak duduk dulu tamunya Der". perintah pak Syafiq Gunawan Airlangga , itu yang kutahu namanya tertera di nametag yang ada di mejanya.
"Bentar papa panggilkan OB dulu biar dibikinin minum". Aku terheran heran, rasanya ada yang aneh disini, katanya aku disuruh bawa surat lamaran bekerja, eh kok malah dijamu segala udah kayak tamu istimewa aja. Jadi curiga deh, hmmmm. Ditengah kecurigaanku, sang Direktur tiba tiba bertanya.
"Jadi ini ya yang namanya 'Senja Putri Prameswari' Der?" tanya sang Direktur pak Syafiq.
"Iya pa, gimana menurut papa?"
"Deral, ini maksudnya apaan ya, kok mamamu pingin punya cucu terus apa hubungannya dengan kecantikan aku?".
Bukannya langsung menjawab, eeeeh Deral malah tersenyum senyum dengan papanya, bikin aku makin penasaran, istilah sekrang kepoooo banget, gituuuh.
"Papa aja deh yang ngomong, tugas Deral udah selesai sampai sini pa, udah Deral penuhi janji buat nyari bidadari cantik ke papa sama mama". ucap Deral
'Ya Allah omongan Deral kok makin aneh aja kedengerannya, aku kan jadi makin bingung gitu sobat Noveltoon, bantu aku pemirsah'.
"Eeeiit tunggu dulu, tugas kamu belum selesai, temenin papa bawa Senja ke hadapan mama, sekalian suruh tuh kakak kamu pulang dulu, bilang ada urusan penting, nggak boleh nggak dateng".
"Ok bosskuh, siap laksanakan perintah, heheheeee". ucap Deral. Jadi makin aneh kan bapak sama anak kok jadi bikin aku pusing deh.
"Gimana Der, udah kamu hubungi kakak kamu?" tanya pak Syafiq.
"Beres pa, kakak bilang dia akan pulang langsung". jawab Deral
__ADS_1
"Yesss, rencana kita kali ini pasti berhasil, yuk Der kita ajak Senja ketemu mama".
"Siapp pa, yuk kak Senja ikut Deral sama papa kerumah buat ketemu mama Deral".
Jadi makin bingung kan aku jadinya, ya udah dari pada rasa penasaran aku nggak kejawab ikut aja dulu, siapa tahu ada rezeki nomplok hihihiiii, bisa buat bayar kuliah gitu.
...**************...
Tak berapa lama kami pun sampai di kediaman keluarga Airlangga, aku terkesiap melihat bangunan rumah mereka yang waaawww, gede banget, jadi minder deh aku. Pak Syafiq mempersilahkan aku masuk dengan sopannya, itu membuat aku jadi merasa diistimewakan dan rasanya kaki ini seperti nggak nginjak bumi aja. Rasanya pingin pingsan.
"Nak Senja silahkan masuk, istri saya sudah menunggu di dalam". ucap pak Syafiq, membuatku tergagap.
"I..i..iya pak, tapi." aduh kok aku jadi nerves gini sih, bikin malu aja deh.
"Sudahlah nak Senja, nggak ada tapi tapian, yuk masuk".
Perlahan aku mulai melangkah masuk dengan perasaan yang nggak bisa aku bayangkan, kacaaauuu kacaaauuu.
"Assalamu'alaikum maaaa", pak Syafiq dan Deral melepas salam, ya aku ikutlah.
"Wa'alaikumussalam". terdengar jawaban dari arah ruang tamu.
Sampai di dalam ruang tamu...
Triiinngg... Mataku langsung menangkap sosok wajah yang sungguh membuat jantung ini mau copot, aduuuuuh cakep amat nih cowok, udah maco, cool lagi. Tapi aku berusaha bersikap wajar aja, mau jaga harga diri ceritanya, biar nggak terlihat norak gituh, hehehe jadi cewek kan emang harus jaga sikap, aku bener kan?
"Oooh jadi ini yang namanya Senja itu Der, masya Allah cantiknya, cantik banget malah Der, ini sih bidadari". ucap seorang wanita setengah baya, yang aku kira itu pasti mamanya Deral. wanita anggun penuh karisma, dan garis kecantikan di wajahnya masih terlihat jelas.
"Iya ma, gimana mama suka nggak?" tanya Deral
"Ya jelas mama suka sayang, apalagi kamu bilang, Senja anaknya baik. Iya nggak pa?" "Iya ma, tadi aja pas pertama lihat, papa langsung jatuh hati ma, pingin cepet cepet aja ngelamar ma, Veno gimana menurut kamu nak," tanya pak Syafiq pada cowok yang duduk di samping mamanya Deral. oooh jadi namany Veno, hmmm cakep juga tuh cowok.
Cowok yang namanya Veno sekilas melirikku, lalu.. "Hmm gimana baiknya menurut mama sama papa aja deh, Veno nyerah".
"Yess, berhasil makasih ya sayang, udah bikin mama bahagia hari ini". ucap ibu Rania, mama Deral.
Tapi tunggu dulu, tadi pak Syafiq bilang dia jatuh hati sama aku, terus mau ngelamar aku, haaaaah. Nggak salah denger kan aku, trus istrinya juga nggak marah? setuju aja gitu? waaah ada yang nggak beres ini.....
__ADS_1
Bersambung dulu pemirsaaaaah. heeeee
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...