
Saat aku masih bingung dan heran dengan ucapan pak Syafiq, Deral mengagetkanku.
"Woi kak Senja, jangan bengong aja, gimana pendapat kak Senja, setuju kan dengan ucapan papa barusan?"
"Haaah, ini maksudnya apaan ya Der, kok aku nggak ngerti sih?" tanyaku keheranan.
"Der, emang kamu belum kasih tahu Senja, dengan tujuan kita?" tanya tante Rania.
"Belum ma, Deral cuma bilang ke kak Senja, kalau keluarga kita butuh bantuan dia ma". jawab Deral.
"Aduh Deral, mama jadi geregetan deh sama kamu". ucap bu Rania
" Ya habisnya Deral takutnya kak Senja nolak untuk dateng ke sini ma, heeee". jawab Deral cengengesan.
"Ya udah, biar mama aja deh yang jelasin sekarang, ujung ujungnya mama juga yang nyelesaiin tugas kalian, hadeeuuh udah nasib jadi mama". ucap Bu Rania, aku makin heran dan bengong dengan keluarga Deral.
"Begini nak Senja, kami bertiga mama, papa dan Deral sedang mencarikan jodoh buat kakaknya Deral, ini si Veno, dan kebetulan Deral ingat sama nak Senja, dia bilang nak Senja dulu waktu Deral masih SMA sering bantu Deral, Deral juga bilang kalau nak Senja udah nggak ada mama ya, yang ada sekarang cuma mama sambung yang suka semena mena sama nak Senja, apa benar begitu nak Senja?"
Haaah jadi bengongkan aku dibuat sama mereka. Bu Rania tersenyum, dengan lembut beliau meraih tanganku dan digenggamnya dengan penuh harap, hatiku tiba tiba menghangat, dia seperti mama yang sudah lama pergi.
"Nak Senja bagaimana, apa sudah difikirkan sayang?" Bu Rania bertanya penuh harap. Tak tega rasanya menolak keinginan seorang ibu yang ingin melihat anaknya bahagia. Dengan hati hati sekali aku menjawab.
"Tante, semua yang dikatakan Deral benar adanya, mamaku udah nggak ada, 2 tahun beliau berjuang melawan penyakit yang dideritanya, aku masih ingat gimana perjuangan mama, gimana mama memberiku semangat, bagaimana mama begitu tegar dihadapan kami walau aku tahu dia sedang menahan sakit, semua itu dilakukan mama agar kami tidak sedih, hik hik hik". Jadi mewek kan kalau ingat mama.
Tante Rania meraihku ke dalam pelukannya, rasanya begitu damai, begitu hangat seperti pelukan mama.
"Udah sayang, jangan ingat lagi yang sedih sedih ya, karena sekarang ada mama yang akan jadi mama kamu, yah?"
"Iya Tante" jawabku. "Hei panggil mama dong sayang". Ucap tante Rania. Aku jadi salah tingkah dibuatnya. Perlahan kulirik Deral, dia hanya tersenyum mengangguk, kulihat ke pak Syfiq, sama ekspresinya dengan Deral, lalu aku beralih ke si ganteng, eeh dia malah cuek, asyik main hp.
Hening... kuatur nafas agar tidak nerves lagi, dan mencoba tuk berucap.
__ADS_1
"Iya mama", akhirnya kata itu keluar juga dari mulutku.
"Alhamdulillah, do'a mama selama ini akhirnya terkabul, pingin punya mantu yang berhati malaikat, terjawab sudah, makasih ya sayang". ucap tante Rania sambil memelukku lagi.
"Iya sama sama tante".
"Loh kok tante lagi sih, mama sayang mama". tante Rania merajuk.
"I iya mama". ucapku gugup.
"Nah gitu dong, mama kan seneng dengernya". ucap tante Rania sambil tersenyum manis.
*******
Tanpa terasa hari beranjak siang, keluarga Deral mengajakku ikut makan bareng mereka, mau nolak nggak enak, jadi yah terpaksa deh diterima.
Selesai kami makan akupun ingin segera undur diri, merasa nggak enak hati aja berlama lama di sana, lagi pula aku kan mau kuliah juga.
"Tunggu sayang, biar Veno yang anter kamu, ayo Ven anter Senja ngampus dulu, kamu ini jadi cowok nggak ada inisiatifnya buat menawarkan nganter Senja dia sekarang calon kamu loh Ven, inget jaga baik baik". nasehat tante Rania. Veno terdiam, dia hanya melirikku sekilas, lalu tanpa basa basi ia mengambil kunci mobilnya, lalu berjalan keluar.
Tante Rania segera menggamit tanganku, lalu mengantarku keluar untuk menyusul Veno.
"Nak Senja udah cepet sana masuk ke mobil, Veno udah nungguin tuh".
"Iya ma, makasih ya ma atas perhatian mama". jawabku penuh haru.
"Assalamu'alaikum ma, pergi dulu ya".
"Wa'alaikumussalam sayang, bye hati hati, Veno bawa mobilnya yang pelan aja, nggak usah ngebut, ingat hati hati".
*********
__ADS_1
Di dalam mobil...
Hening, tak ada diantara kami yang bicara, aku merasa kepanasan padahal mobil full ac, tapi aku kegerahan, nggak enak juga ya jalan sama patung, mau ngomong duluan takut dikira wanita gampangan, jadi aku diam aja, bodo amat, ganteng sih tapi cueknya minta ampuuun deh.
"Kampus kamu di mana?" akhirnya ngomong juga, aku kira dia bisu, he heeee.
"Kakak jalan aja, karena jalan ini arahnya ke kampus aku kak". masih sedikit nerves nih, hiiiiii.
"Nah itu kak kampus aku". sambil nunjuk. Veno memelankan laju mobilnya, dia berhenti tepat di depan gerbang.
Buru buru aku buka pintu mobil agar segera keluar, tapi baru aja aku buka...
"Tunggu, nih simpen nomor kamu di hp aku". Haaah, nggak salah, dari sepanjang jalan tadi dia diam aja, pas aku mau keluar dari mobilnya dia tiba tiba menyodorkan hpnya, trus nyuruh aku simpen nomor aku disana? bener bener nih orang dikira aku apaan kali.
"Eeeeh malah bengong, cepet simpen". Udah cueknya minta ampun, sekarang nyuruh nyuruh lagi, hadeeuuh nasibmu Senja. Tapibya udahlah, udah terlanjur jatuh hati juga sih, heheeee.
"I iya kak, sini". segera ku ketik nomor ku. "Tuh udah kak, sekarang aku keluar dulu ya". Akupun segera keluar dari mobilnya Si Tugu Pancoran, hi hi hiii, marah nggak ya kalau dia tahu aku kasih julukan Tugu Pancoran.
Saat aku berjalan menuju gerbang tiba tiba... Dreet dreet, bunyi notif di gawaiku, segera aku buka, ada pesan wa disana sepertinya dari nomor baru, aku pun baca "Ingat ya, kamu itu sudah ada yang punya, jaga mata dan hati kamu!" aku lihat foto propilnya, hah, rasanya nggak percaya deh, dia si Tugu Pancoran, hmmm apa dia suka ya sama aku, padahal dari awal ketemu, cuek banget, bawaannya dingin kayak kulkas. Tapi ini apa yang aku baca, Oh My God, apa ini artinya dia lope lope sama aku. "Yessss, ternyata dia lope lopeeeee,". tanpa sadar aku udah di dalam kelas, aku teriak teriak, dan ups.
"Senjaaa kamu kenapa kok teriak teriak kayak di hutan, sakit nih kuping kita". Agrel, Veli dan Mita, ketiga sahabatku merasa heran dengan tingkahku siang ini.
"He he he, lagi happy nih, jangan di kepoin dan jangan di bully juga ya, heeee". jawabku cengengesan.
"Lagi jatuh cinta ya Senja". tanya Agrel sambil mendelik, satu satunya temen cowok di genk aku. Tahu aja dia hiiiii.
Bersambung dulu pemirsa sobat Noveltoon.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1