Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Operasi...


__ADS_3

"Baiklah bu, pak saya akan menjelaskan keadaan pasien, begini..." hening sejenak


"Dari hasil pemeriksaan, luka lama yang pernah dialami pasien sebelumnya kambuh akibat terkena benda tumpul, yang mengakibatkan penyumbatan di bagian pembuluh darahnya dan itu membuat pasien sekarang jadi tidak sadarkan diri, mungkin kita akan melakukan operasi pada pasien dan semoga saja tidak ada hal yang lainnya".


"Lakukan yang terbaik dok! aku tidak mau Senja kenapa napa, kami siap menanggung semua biayanya" ucap Veno khawatir.


"Keluarga terdekat pasien disini siapa? Karena keluarga harus menandatangani persetujuan operasi ini, supaya kami dari pihak rumah sakit bisa segera bertindak agar kondisi pasien bisa segera membaik"


"Om Irwan, papanya Senja ada di rumah sakit ini dok, tapi dalam kondisi dirawat, karena beliau juga mengalami kecelakaan, jadi biar kami saja yang mewakilinya dok, karena kami khawatir dengan kondisi om Irwan jika tahu keadaan Senja yang seperti ini" jawab Veno.


"Okey kalau demikian halnya, silahkan tanda tangan sebagai persetujuan atas operasi yang akan kami lakukan pada pasien Senja"


Dokter menyodorkan pada Veno surat keterangan persetujuan itu.


Veno dengan gugup menerimanya dan iapun menandatangani surat itu dengan perasaan tak menentu, khawatir terjadi sesuatu pada Senja.


"Apa Senja akan baik baik saja ya ma? Veno takut Senja kenapa napa ma"


"Tenang sayang, kita berdo'a yang terbaik buat Senja ya nak, semoga dia bisa melalui ini dengan baik, sekarang kita ke musholla kita sholat minta pada Sang pemilik kehidupan ini agar operasinya berjalan lancar sayang, yuk nak!"


Mereka berjalan menuju musholla rumah sakit. Saat di musholla tiba tiba saja Deral datang dengan tergesa gesa, ia memanggil Veno dan mamanya agar segera datang ke depan ruang operasi karena ada sesuatu yang mendesak.


Veno merasa telah terjadi sesuatu yang mungkin sangat serius hingga Deral harus mencarinya sampai ke musholla.


Setibanya di depan ruang operasi Veno melihat ada perawat yang berlarian dengan tergesa menuju ruang bank darah dan wajah perawatnya terlihat panik. Veno berusaha tuk bertanya.


"Sus apa yang terjadi? Kenapa wajah suster terlihat panik gitu?"

__ADS_1


"Gini mas tadi pas operasi kami kira darah yang kami sediakan bakal cukup, ternyata perkiraan kami salah, pasien ternyata tiba tiba drop dan itu yang membuat syaraf yang tadinya tersumbat saat kami sedang menjahit tiba tiba mengalami kebocoran dan itu yang membuat kami kekurangan darah sekarang, sedangkan di bank darah kami sudah tidak tersedia golongan darah untuk pasien"


"Golongan darahnya apa yang diperlukan sus?"


"Pasien membutuhkan golongan darah O"


Sejenak Veno kebingungan, ia makin panik dengan keadaan Senja, tiba tiba ia teringat kalau salah satu temannya memiliki golongan darah O.


"Tunggu sus! Saya punya seorang teman yang memiliki golongan darah O, apa bisa dia mendonorkan darahnya untuk Senja sus?" tanya Veno


"Coba mas bawa kesini temennya nantinkita periksa, apa bisa cocok, kalau golongannya mungkin cocok mas tapi apa tidak ada riwayat penyakit lain yang menular, itu nanti kita akan periksa dulu disini mas" jawab suster tersebut.


Veno dengan cepat ia menghubungi Rega salah satu temennya. Regapun dengan segera datang untuk memeriksa kondisi kesehatan dan kecocokan darahnya.


"Ayo mas kita periksa dulu kondisinya"


...****************...


Dua hari telah berlalu sejak operasi Senja dilakukan, perlahan kondisinya makin membaik, namun ia masih belum sadar juga, sementara Veno ia terlihat sedang menuju ruang rawat pak Irwan, karena hari ini pak Irwan sudah diperbolehkan untuk pulang. Dan rencananya pak Irwan akan diatar pulang sama Rega, karena Veno sendiri masih harus menunggu kesadaran Senja.


Saat pak Irwan di dalam mobil bersama Rega...


Pak Irwan terus saja memperhatikan wajah Rega, dia merasa sangat familiar dengan wajah itu dan saat Rega memegang setir ia tambah terkejut melihat sebuah tanda di lengan kiri Rega yang membuat pak Irwan teringat akan seseorang yang telah lama ia cari selama ini.


"Maaf nak Rega, om boleh tanya sesuatu nggak?" ucap pak Irwan


"Boleh kok om, emang om mau tanya apa ya?"

__ADS_1


"Gini nak, om minta maaf sebelumnya kalau nantinya nak Rega tersinggung dan keberatan dengan pertanyaan om"


"Iya om nggak apa2, tapi om sebenarnya mau tanya apa?"


"Sepertinya tanda di lengan kiri nak Rega ini, sudah ada sejak lahir ya nak?" sambil menunjuk lengan Rega.


"Iya bener om, emangnya kenapa dengan tanda lahir saya ya om?"


"Jadi apa selama ini nak Rega tidak tinggal dengan orang tua kandung nak Rega ya?"


Treeeeennngggggg... Ciiiiiiiiiiiiiitttttt


Tiba tiba saja Rega menghentikan laju mobil dengan mendadak dan diapun heran bagaimana om Irwan bisa tahu kalau dirinya selama ini hanya tinggal di Panti Asuhan sampai datang seorang sahabat bersama kedua orang tuanya untuk kegiatan rutin setiap bulannya untuk berbagi kebahagiaan bersama dengan anak anak yatim di panti asuhan 'Kasih Bunda'. Dan karena anak itulah yang telah membujuk orang tuanya untuk mengadopsi dirinya dan menyekolahkannya di tempat yang sama dengan anaknya, dia tak lain adalah Veno.


"Bagaimana om Irwan bisa tahu kalau selama ini saya tidak tinggal dengan orang tua kandung saya om? Karena selama ini saya tidak pernah memberitahu keadaan saya pada orang lain, apalagi orang tua angkat dan anaknya nggak mungkin memberitahu orang lain sebab mereka ingin menjaga perasaan saya"


"Karena om pernah kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidup om, dan itu persis seperti nak Rega".


Siapakah sebenarnya Rega? Ada hubungan apakah antara Rega dengan pak Irwan?


Yuk simak terus kelanjutan ceritanya di bab berikutnya ya!


Salam dari author, semoga kita semua sehat selalu, aamiin.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2