
Aku terus saja berlalu tanpa menghiraukan teriakan si mak lampir, biarkan saja ngapain diladeni bikin sakit kuping, hiiiii.
Aku langsung aja masuk kamar, mandi trus ganti baju sudah bau apek, dari pagi sampai sore belum ganti, heeee untung kak Veno nggak ilfil kan bisa berabe.
"Senjaaaaaaaa"
Tuh mak lampir teriak lagi, pura pura nggak denger aja, tutup kuping trus tidur. Bodo amat, teriak teriak deh sana sampai suara serak, lagian aku udah nggak peduli sudah cukup mereka berbuat seenaknya, selama ini aku diam karena menghormati papa, tapi kali ini aku sudah muak, aku mau lihat sampai dimana kalian akan terus membuat hidupku menderita.
...****************...
Pagi pagi sekali aku bangun. Kucari bi Rasih karena sejak kemarin belum melihatnya, jadi kangen dengan pengasuhku ini, nggak sabar pingin cerita tentang kak Veno, heee.
"Biiii, bibi...bibi..."
"Iya non bibi disini disamping dapur, habis jemur cucian non"
"Bii Senja kangen" bermanja manja dengan bi Rasih.
"Non ini seharian nggak ketemu udah kangen aja, sini bibi peluk"
"Bii Senja punya cerita, tapi kayaknya disini kurang aman buat Senja cerita, kita tunggu mak lampir dan anaknya pergi ya bi"
"Siiiaap non Senja, kalau gitu bibi mau beresin dulu kerjaan di dapur ya non".
"Okay bibi, Senja tunggu disini aja"
Tak berapa lama terdengar suara mobil keluar dari garasi depan, kucoba intip lewat samping rumah, ternyata itu si mak lampir dengan putri kesayangannya, setelah mereka pergi segera kutemui bi Rasih, aku pun mulai menceritakan pertemuanku dengan Veno dari awal sampai kemarin aku diantar pulang.
Kulihat bi Rasti terbengong seperti tak percaya dengan ceritaku, bi Rasti seolah tak yakin.
"Non Senja benarkah dengan semua cerita non ini? bibi ikut senang ya non, bibi janji akan bantu non Senja sebisa bibi agar non Senja bisa bebas dari nyoya Iren non"
"Makasih ya bi, Senja sayang bibi, karena hanya bibi yang sayang sama Senja di rumah ini"
Kupeluk bi Rasih dengan penuh kasih, kutumpahkan segala kesedihanku rasa yang ada didadaku. Aku berjanji pada diriku sendiri akan berjuang sekuat tenaga tuk menggapai mimpi dan cita citaku, dan akan ku bawa bi Rasti bersamaku.
'Ya Allah kabulkanlah segala do'a dan harapanku, aamiin'
...****************...
"Bi kayaknya udah siang, Senja mau siap siap ngampus dulu ya bi, ingat jangan sampai mama Iren dan Reisya tahu tentang Veno sebelum keluarga mereka datang melamar Senja ya bi!"
"okay, siap non Senja, bibi do'akan semoga non bisa bahagia ya non dengan nak Veno!"
"Aamiin Allahumma aamiin, makasih do'anya ya bi, Senja siap siap dulu ya bi"
...****************...
Perlahan kulngkahkan kaki keluar pintu gerbang, dengan perasaan tenang tanpa beban, menunggu kendaraan umum yang biasa lewat di depan rumah. Namun tiba tiba saja sebuah mobil honda civic hitam mendekat lalu berhenti tepat dihadapanku, seorang wanita cantik turun dan itu tak lain adalah 'RINDU'.
Ya dia Rindu wanita masa lalu kak Veno, untuk apa dia datang kemari dan dari mana dia tahu alamat rumahku, atau jangan jangan kemarin dia menguntit kami.
__ADS_1
Diam diam aku merinding, membayangkan kalau seandainya dia mau menculikku seperti yang di film film, aduh Senjaa kok jadi ngawur sih otakku. Mikir apaan sih.
Aku terdiam mematung, menunggu apa yang akan dilakukan oleh wanita yang bernama Rindu ini.
"Kamu Senja kan, masih inget dengan saya?" dia bertanya dengan nada sedikit tinggi.
"Iya saya Senja, mbak ini yang kemarin ketemu di Taman Mekar Wangi kan"
"Ingatanmu bagus juga, dan aku peringatkan sama kamu, jangan coba coba mendekati Veno, apalagi bertunangan dengannya, karena aku masih mencintainya, apa kamu tidak tahu kalau aku ini adalah cinta pertamanya, dan aku rasa Veno masih belum bisa melupakanku, mungkin kau hanya dijadikan pelarian saja olehnya"
Aku diam saja mendengarkan segala omongannya yang kukira semua itu hanya penyesalan dari keegoisan dan ketidakrelaan Rindu untuk melepas kak Veno dengan ikhlas.
Kubiarkan dia menumpahkan segala beban yang mungkin selama ini dia tanggung akibat salah memilih jalan hidupnya.
Tak berapa lama kulihat mobil yang aku kenali datang mendekat, ya itu mobil milik kak Veno.
Perlahan kak Veno menghentikan mobilnya dan keluar, dia melongo sekaligus kaget melihat siapa yang berdiri di depanku.
Dengan sigap kak Veno meraih tanganku dan mengajakku masuk ke mobilnya, kuikuti saja langkah kakinya. Kulihat kak Veno seperti tidak suka aku berbicara dengan mbak Rindu mantan dari kak Veno.
"Veno tunggu..."
Mbak Rindu mencoba menghentikan kami.
"Mau apalagi sih Rind, kan kita udah nggak ada hubungan apa lagi, jangan memperkeruh suasana Rind, aku sebentar lagi akan menikah dengan Senja, jadi nggak usah ganggu hidup aku lagi, mendingan kamu urus diri kamu dan anak serta suami kamu, faham kan Rind?"
"Tapi aku masih sayang kamu Veno, aku mau kita balikan lagi Ven"
Kak Veno tak mau mendengar rengekan manja dari Mbak Rindu, dengan segera ia mengajakku masuk ke mobil, kamipun berlalu menuju kampusku.
"Nja aku mohon untuk selanjutnya jangan mau diajak ngobrol sama Rindu, aku nggak mau nanti kamu terkontaminasi dengan otak kotornya Nja"
"Iya kak, Senja turun ya kak, assalamu'alaikum"
"Wa'alaimumussalam, hati hati Nja, inget jaga mata dan hati ya, nanti aku jemput"
kujawab hanya dengan senyum dan anggukan.
...****************...
Ku memasuki ruang kelas dengan heran, nggak biasanya tiga sahabatku nggak kelihatan, ku edarkan pandangan ke seisi ruangan, namun mereka belum juga nampak, apa yang terjadi dengan mereka ya, kemana ya mereka bertiga?
Saat pertanyaan berseliweran di otakku, entah dari mana mereka tiba tiba saja sudah di belakangku.
"Hayooo mikirin apa?"
Veli dan Mita selalu saja usil, tapi itulah keseruan mereka, kalau nggak usil nggak seru.
"Senja yang jemput kamu kemarin itu beneran sepupu kamu, kalau memang sepupu kamu, kenalin kita dong, siapa tahu diantara aku dan Mita ada jodoh gitu sama sepupu kamu itu, iya nggak Mit?"
"Iya bener itu Nja yang di katakan sama Veli".
__ADS_1
"Enak aja, dia udah ada tunagan kalian cari yang lain aja sana"
"Yah belum kenalan aja udah pupus harapan kita Mita" ucap Veli lesu.
"Udahlah yuk ke perpus, cari buku buat refrensi?"
"Agrel ngapain dari tadi bengong aja ngeliat Senja, kenapa Grel?" tanya Veli
"Lagi baca ekspresi wajah yang sedang happy karena jatuh cinta, dan halangan terbesar kamu adalah masa lalu si dia"
Aku kok ngerasa kalau Agrel memang sebagian dari paranormal atau indigo kali ya. Tebakannya selalu benar, dan anehnya dia tahu tentang masa lalu kak Veno.
"Tapi Senja tenang aja, itu akan bisa dilalui kok, asalkan sama sama saling mensupport. okay Senja"
Dih kayak dukun aja nih anak dan aku hanya senyum saja sebagai jawabanku karena aku tak ingin nih duo ratu kepo jadi histeris, kan berabe.
Duo ratu kepo Mita dan Veli saling pandang tak mengerti dengan yang dikatakan Agrel.
"Ah udah nggak usah dengerin apa kata Agrel, sekarang mending kita ke perpus".
"Nggak bisa, kamu harus jelasin ke kita berdua apa maksud si Agrel, karena selama ini Agrel tuh tebakannya nggak pernah meleset" ujar Veli ngotot.
Akhirnya dengan terpaksa deh aku cerita semua ke mereka bertiga.
"Yang bener Nja? jadi kamu dilamar sama keluarga pemilik perusahaan properti Airlangga group?" tanya mereka nggak percaya.
"Kenapa? nggak percaya?"
"Kita percaya kok Nja, waaaah kita bakal punya sobat Nyonya Airlangga Vel" ujar Mita hampir kedengeran seisi kelas,
"Ssssttt, jangan kenceng kenceng ngomongnya, ntar yang lain denger, lagian lamarannya belum resmi juga, masih aku² aja yang pernah dibawa kerumahnya, papa aku aja belum tahu kecuali bibi Rasih"
"Apa Nja? hal sebesar ini papa kamu belum tahu, aneh kamu Nja, kenapa belum dikasih tahu sih Nja?" Mita dan Veli heran
"Takutnya tuh mak lampir ikut campur, kamu kan tahu sendiri gimana kelakuan ibu sama anaknya tuh, takutnya nanti malah papa dihasut supaya nggak setuju".
"Iya juga sih, tuh ibu sama anak kelakuannya bikin senewen. Didepan papa kamu aja mereka baik"
"Udah yuk kita ke perpus dulu, cari buku buat referensi skripsi".
...****************...
Selesai cari buku buat bahan referensi skripsi, aku dan ketiga sahabatku keluar kampus, bermaksud ingin ke tempat kami biasa melepas penat sehabis mengerjakan tugas tugas kuliah. Dan tanpa sengaja aku melihat sosok yang udah membuat hatiku bergetar, yah dia adalah kak Veno sedang ada disebuah cafe yang ada di kawasan itu, dan yang aku tak habis fikir, dia bersama seseorang yang membuat darahku berdesir.
Yah dia bersama mantan terindahnya... -RINDU-
Apa yang akan terjadi selanjutnya pemirsa?
Tunggu di bab berikutnya ya...
bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...