
Aku hampir tak percaya dengan apa yang kulihat, benarkah itu kak Veno dengan mantannya Rindu. Ya Tuhan ternyata sesakit ini melihatnya bersama dengan mantannya. Sedang apa mereka disana Tuhan? tanyaku dalam hati.
Kumelangkah perlahan mendekati mereka, ingin tahu bagaimana reaksi dari kak Veno setelah tahu aku ada disana dan melihat mereka.
"Kak Veno, ada disini lagi ngapain?" aku pura pura kaget aja.
"Senja, kamu sama siapa sayang, kok bisa ada disini juga?" Kak Veno menatapku heran bercampur kaget.
"Tuh sama temen temen, lagian kami biasa ke sini kalau udah capek ngerjain tugas kampus, ini tempat kami melepas penat"
Sedikit jutek, maklum hati siapa yg dongkol kalau lihat pria pujaan sedang duduk berdua bersama mantan coba.
"Kak Veno sendiri lagi ngapain, mau balikan sama mantanmu?" emosi.
"Senja ini nggak seperti yang kamu fikirkan sayang, aku mau menyelesaikan masalah sama dia, jadi nggak usah cemburu, kalau mau ayok ikut duduk sini sayang"
"Nggak ah males, aku mau kesana sama temen temen aku, bye" masih dengan nada jutek.
"Ya sudah aku juga mau balik, lagian aku juga udah janji kan mau jemput kamu, yuk aku anter pulang ya Nja".
"Nggak ah, urusin aja tuh mantan terindah kakak, aku mau ke temen temen aku aja"
Spontan kak Veno langsung meraih tanganku dan menggenggamnya, ia menatapku mencoba meyakinkanku
"Senja dengerin, aku kesini dengan dia cuma mau memperingatkan dia supaya kamu nggak diganggu lagi sayang, faham?"
"Nggak aku nggak faham, karena kalau hanya mau memperingatkan kenapa harus ketemu berduaan dan anehnya lagi bertemu di sebuah cafe, kenapa nggak lewat telpon aja, aneh kan".
Aku berusaha melepaskan tangan, namun kak Veno menggenggamnya lebih erat lagi dan tak mau melepaskan.
"Okay fine, kalau kamu nggak percaya, kita datang ke papa kamu sekarang juga aku lamar kamu dan kita nikah, bagaimana?"
Ya Allah tentu saja aku kaget sekaligus seneng, tapi aku masih ingin meraih cita cita aku.
"Ya udahlah kak, aku percaya, aku permisi dulu mau ke temen temen aku dulu"
__ADS_1
"Aku anter kamu sekarang, nggak boleh nolak"
Dengan sigap kak Veno menggandeng tanganku keluar dari cafe, sementara mantannya hanya bengong terdiam tak percaya, dengan raut wajah menahan kesal.
"Iya kak, tapi aku pamit dulu sama temen temen aku kak, biar mereka nggak bingung nyari aku kalau aku tiba tiba menghilang"
"Okay, kita ke temen temen kamu"
Kami melangkah menjauh dari cafe, mencari tempat yang biasa kami pakai nongkrong. Tanpa banyak basa basi kami menemukan mereka yang sedang asyik menikmati indahnya sore.
"Senja, dari tadi kita nyari kamu, kemana aja sih? nah sama sepupu kamu, kok bisa samaan ya, jangan jangan udah janjian nih"
Veli dan Mita nampak curiga. Sementara Agrel dia sepertinya tengah menikmati indahnya karunia ciptaan Tuhan di hari yang menjelang senja. Eeeiiiit kayak namaku hiiiii.
"Udah deh, aku mau duluan ya, udah sore ntar orang rumah nanya lagi, tahu sendirikan gimana tuh mak lampir"
"Okay Senja, jangan lupa telpon kasih kita kabar, bye".
"Ya udah jalan dulu ya, assalaamu'alaikum"
Kak Veno hanya menanggapinya dengan senyum.
"Grel kok diem aja, aku pulang dulu ya?"
Agrel diam tak menanggapi, ia hanya memandang tanpa kata seolah sedang menyelami sesuatu yang tersirat dalam diri kak Veno.
"Yuk kak, nggak usah dihiraukan, dia memang begitu dari dulu, jika salah satu dari kita ada yang didekati cowok dia bakal pasang badan buat mewanti wanti siapapun yang berusaha mendekati, mereka akan langsung diintrogasi"
"Senja tunggu" Agrel mendekat dan...
"Kenalin, Agrel sahabat Senja, kamu Veno iya kan?"
"Iya aku Veno, apa Senja sudah cerita tentang aku?"
"Senja memang pernah cerita tentang kedekatannya dengan seseorang, tapi sebelum cerita aku sudah kalau dia sedang didekati seseorang, dan aku hanya mengingatkan saja, jangan pernah nyakitin Senja, karena jika sampai itu terjadi, kamu akan berhadapan denganku, aku tidak main main, faham"
__ADS_1
Kak Veno melirikku sekilas, dengan tenang ia menjawab.
"Jangan khawatir, Senja wanita yang istimewa, dia akan aku jaga sepenuh jiwaku, karena aku mencintainya setulus hatiku"
Oh My God aku kelepek kelepek dibuat kak Veno, kata katanya bikin hatiku meronta ronta ingin rasanya aku melompat memeluk kak Veno, tapi eit tunggu aku kan harus jaga harga diri, hiiiiii.
Tunggu kenapa aku seperti menangkap sesuatu yang beda dari Agrel ya, dia terlihat aneh hari ini, nggak seperti biasa, tatapannya ke kak Veno nggak seperti tatapannya saat menghadapi cowok cowok lain yang berusaha mendekati kita bertiga, aneh, dia seperti nggak rela gitu. Tapi ya sudah lah yang penting aku dan kak Veno bisa bersama, heeeeee.
"Yuk sayang aku anter pulang" Kak Veno meraih tanganku, sekilas dia menatap Agrel lalu mengajakku berlalu dari mereka.
'Senja semoga kamu bahagia bersamanya, aku terlambat tuk menyadari perasaanku, aku menyukaimu Nja, bukan sebagai sahabat tapi sebagai kekasih. Harusnya kuutarakan dari dulu, tapi sekarang kau sudah menemukan cintamu Nja dan aku berharap kamu akan selalu bahagia'. Agrel membatin
Di dalam mobil...
"Senja, sepertinya Agrel tidak hanya menganggapmu sebagai sahabatnya saja tapi lebih dari itu"
"Maksud kak Veno apa? aku nggak ngerti deh kak".
"Sayang denger, Agrel mencitaimu dan aku bisa merasakan itu, dia menyukainu bukan sebagai sahabat sayang aku bisa melihat itu dari cara dia menatapmu, apa kau tidak menyadarinya selama ini?"
"Kak Veno jangan bercanda deh, aku kenal Agrel udah hampir 4 tahun kak, dan selama itu kami hanya berteman seperti layaknya kebanyakan teman teman yang lain, yah memang kami deket sih selama ini karena kami memang sahabatan gitu"
"Sebagai laki laki aku tahu dan bisa merasakn dari tatapannya padamu sayang"
"Udah kak nggak usah dibahas lagi, jalan yuk udah mau maghrib nih".
"Ya udah kita jalan, tapi ingat ya jangan terlalu deket deket sama Agrel, kamu boleh kok berteman asal jangan terlalu deket ya!"
"Okay bosskuuu, siaaap heee"
Ngalah aja dulu yang penting kak Veno nggak marah, males aja berdebat, toh dia kan nggak selalu ada disamping aku, hiiii, istilahnya mengalah untuk menang, iya nggak sih.
Saat kami dalam perjalanan...
Ciiiiiit, kami tiba tiba dihadang oleh sebuah mobil truk countainer. Apa yang terjadi selanjutnya... simak terus ya di bab berikutnya.
__ADS_1