
Agrel sahabatku merasa aneh dengan tingkahku kali ini, dia langsung aja nodong aku dengan pertanyaan, eh malah langsung mengena, kok bisa tahu ya dia, apa dikeluarganya ada paranormal kali ya, heeeeh kok aku jadi ngelantur gini sih, ini nih efek dari hati yang lagi happy kali ya, ah udah ah apa peduliku sih, yang penting kak Veno udah ngasih lampu ijo, alias dia lope lope sama aku, hihihiiiii, jadi senyum senyum sendiri.
"Hallo Senja Putri Prameswari binti bapak Irwansyah Hartono". Veli memanggil namaku, lengkap dengan binti segala, tapi...
"Eeh iya kak Veno". ups aku keceplosan nih, habis aku di bully mereka nantinya, siap siap kabur dulu ke ruang praktikum, hihihiii.
"Heeh Senjaaaa, mau kabur kemana kamu, tunggu, awas ya kita nggak bakalan ngajak kamu jalan lagi". seru Mita.
Aku cuek aja sambil terus jalan dengan cepat, hihihiii biar mereka penasaran pemirsa sobat Noveltoon.
Saat aku masih dijalan menuju ruang praktikum tiba tiba...
Drreet drreet, suara gawaiku bunyi lagi. Aku buka
"Nanti pulang aku jemput, nggak boleh lagi naik ojol!"
Waaah alamat nggak bisa bebas pergi lagi sama temen temen kayaknya nih. Nasibmu Senja, tapi nggak apalah, ketimbang naik ojol ngeluarin ongkos, mending ongkosnya aku tabung aja buat nambah nambah uang kuliah aku, jadi hemat ada yang nganter jemput, lumayan mana sopirnya ganteng lagi, jadi doble untung deh, waduh kok aku jadi punya pikiran gini ya, nggak boleh gitu dia itu calon imammu Senja, jangan pernah berpikiran yang bisa membuat kamu merugi nanti, suara sisi hatiku yang lain. Hehee bener juga.
Saat sedang asyik memikirkan si Tugu Pancoran, tiba tiba saja...
"Hap hayooo lagi mikirin apa? ketangkep juga nih anak, cepat ceritain ada apa, tadi nama siapa yang kamu sebut, ngaku!" Mita dan Veli berhasil mengejarku.
"Heee kepooo, kasih tahu nggak ya, mmm besok aja ya aku kasih tahu, sekarang kita ke lab yuk". saat sedang ngobrol dengan Mita dan Veli
Dreet dreet gawaiku bunyi lagi, gimana aku buka, sedangkan kedua sahabatku masih nguntil aja nih, tapi aku kan jadi penasaran siapa yang kirim pesan. Ah dari pada penasaran mending buka aja deh, kalaupun ketahuan ya biarin aja nggak apalah.
"Pulang jam berapa?" pesan dari si Tugu Pancoran.
Hmmm perhatian sih, cuma masih kaku aja, nggak ada panggilan khusus gitu. paling nggak ya panggil adik kek atau apa gitu, lah ini udah cuek, dingin, kaku lagi, hadeeeuuuh.
__ADS_1
"Dari siapa Nja" tanya Veli dan Mita dengan tatapan curiga.
Aku hanya cengengesan aja, dan itu malah bikin ketiga sahabatku makin curiga.
"Cowok kamu ya Nja?".
Yup tepat sekali, si Agrel sahabatku yang satu ini tebakannya selalu benar, apa jangan jangan dia emang paranormal yang tersembunyi kali ya, padahal yang dia tahu selama ini kami berempat belum ada pasangan. hehe alias jomblo akut, hihihiiii.
"Kepoooo" jawabku, membuat Veli, Mita dan Agrel kesel.
Mereka tiba tiba saling lirik, wah gawat kalau begini sebentar lagi aku bakal jadi bahan bullyan merek nih, dengan sigap aku kabur ke dalam lab. sebelum sempat kujawab pesan si Tugu Pancoran.
Ya udah jawab di ruang lab aja.
...****************...
"Hayooo Senja kamu dijemput siapa itu".
Wah jadi ketahuan kan, bikin sport jantung aku aja deh. Aku berusaha mencoba untuk berkelit, dengan pura pura tidak kaget gitu. Padahal kalau mereka tahu habis aku di bully.
"eeeeh kalian rupanya, mau pulang juga kirain masih betah ngampus, ooh itu bukan siapa siapa kok, dia sepupu aku". kilahku.
Tapi dasar tuh si Agrel sahabat aku yang satu ini memang nggak bisa dibohongi, seperti yang sudah aku jelasin, dia kayak paranormal gituh, nggak percaya dia, malah minta dikenalin lagi, hadeeeuuh kan belum saatnya.
Selagi aku dan ketiga sahabatku masih asik ngobrol...
"Senjaaa"
Dia keluar manggil aku, mampus dah, udah susah susah disembunyiin, eeeh malah dianya nongol sendiri. Mudahan aja dia nggak bilang yang sebenarnya, aamiin.
__ADS_1
"Kamu masih mau ngobrol dulu sama temen temen kamu, emang nggak cukup waktu ketemu di kampus?" Datang menghampiri kami. Aku jadi gugup.
"Nggak kok kak, ini aku mau pulang, yuk ah jalan" berusaha bersikap biasa di depan sahabat sahabat aku.
Aku dan kak Veno berjalan menuju mobil, dan saat di dalam mobil, kuperhatikan
ketiga sahabatku melongo, sepertinya mereka nggak percaya kalau si Tugu Pancoran adalah sepupuku. Aku godain mereka ah, kukerling mataku sebelah dengan genit, membuat mereka menjerit.
"Senjaaaa, awas ya nggak akan diajak kerja kelompok lagi tahu" suara cempreng Mita sahabatku.
"Aku pergi dulu ya, daaah sampai besoook". sambil melambaikan tangan.
...****************...
Di dalam mobil...
Sekilas kulirik dengan harap cemas, ternyata masih sama seperti saat mengantarku tadi siang, kaku tak banyak omong. Beberapa menit kemudian...
"Njaaa, inilah aku apa adanya, jangan pernah bosan ya, aku bukan tipe lelaki yang suka menggombal, boleh aku cerita tentang masa laluku Nja, karena aku nggak mau kamu denger dari orang lain tentang bagaimana diriku yang dulu".
Ya Tuhan dia memintaku mendengarkan masa lalunya, kuatkan hamba ya Allah sekiranya itu nanti akan menyakitkan, aamiin. do'aku dalam hati.
"Mmm boleh kok kak, nggak apa, aku siap mendengarnya". jawabku dengan perasaan tak menentu.
Pemirsa sobat Noveltoon, bersambung dulu yah, gimana kelanjutan kisah masa lalu Veno? nantikan kisahnya di bab berikutnya ya, sampai jumpa...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1