
"Hei lepasin aku, lepaaaasss"
"Diaaaammm, berisik tahu"
"Bekap aja tuh mulutnya bang"
'Ya Allah tolong kirimkan seseorang untuk menolongku, semoga orang rumah tidak menyadari kalau aku belum pulang, aku tidak mau papa panik, walau selama ini papa sudah tak adil padaku, tapi beliau pasti akan mencemaskanku, bagaimanapun papa tetap orang tua kandungku dan aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya'
Malam kian larut, aku terkurung dalam ruangan yang sempit, tak ada lampu penerang, ya Tuhan biarkan seseorang menemukan tempat ini segera, aamiin.
"Bang ngantuk tidur yuk, tuh cewek nggak bakal bisa kabur juga bang, udah diiket gitu"
"Tapi kalau boss datang gimana?"
"Udah larut gini mana mungkin boss datang, udah kita tidur yuk"
Mereka pun tertidur dengan pulas, tanpa sadar bahwa sesungguhnya sejak mereka menculik Senja, mulai dari awal mereka menghentikan mobil Veno sampai terjadinya penculikan itu, ternyata ada yang mengikuti secara diam diam...
...****************...
Sementara itu di tempat Veno berada...
"Ven mereka pergi ke arah mana?"
"Mereka kayaknya ke arah jalur pinggir kota, tadi gue sempet foto plat mobilnya".
"Kalau lho udah yakin tuh mobil ke arah pinggir kota, kita bawa polisi aja yuk, biar lebih aman!" Luky memberi usul.
"Tapi gimana dengan keselamatan Senja Ky, gue khawatir terjadi sesuatu sama dia kalau kita lama sampai sana, atau suruh si Jodet sama yang lain hubungi polisi, biar kita yang susul tuh penjahat duluan, nanti kita share lok aja kalau udah ketemu, sekarang kita harus cepet cepet nemuin Senja, gue nggak mau dia celaka"
"Lho sayang banget ya Ven ama tuh cewek". tanya Lukcy
"Ky namanya Senja, lho kudu hormatin dia, karena dia calon bini gue tauuu"
"Oooh namanya Senja, secantik apa sih dia sampai bikin temen gue yang anti cewek selama 5 tahun ini jadi kblingsatan gini"
"Udah deh Ky, nanti juga lho pasti lihat kok, dan gue pastiin lho berempat, Vito, Jodet, Rega ama lho bakalan bengong lihat dia nanti"
"Ah nggak percaya ah gue, paling mata lho nya aja yang salah lihat, gara gara udah kelamaan nggak kenal cewek"
__ADS_1
"Ky udah deh, mending sekarang lho hubungi tuh Si Rega biar ke kantor Polisi"
"Okey siap bosskuuuh"
Tak berapa lama mereka mulai memasuki jalan yang menuju ke arah pinggiran kota. Dan sementara itu, di tempat penyekapan Senja sesuatu telah terjadi.
Buuggghh......buuugghh.....buuugghh....
Aaaaahhh, aduuuh, aaaahhh.. "siapa kamu?aaah, aduuuh". belum sempat para penjahat itu melawan karena masih dikuasai kantuk, mereka sudah babak belur bahkan mereka sampai pignsan.
"Senjaaa..., Senjaaa..., Senjaaa".
Senja berusaha menggedor pintu dengan menggunakan kaki karena kedua tangannya terikat sementara mulutnya dibekap.
'dug dug dug dug dug dug mmmmhhhhh'
"Okey aku udah lihat posisi kamu, sekarang menjauh dari pintu, aku akan dobrak!"
Deeeerrr..... ahirnya pintu itupun terbuka.
"Ya Allah, keadaanmu kok dibuat begini Nja? mereka memang tega padahal kamu kan wanita, nggak seharusnya mereka ikat kamu kayak gini, aku lepasin kamu dulu"
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang penting sekarang kamu sudah bebas, dan mungkin juga Veno sedang menuju kemari bersama temen temennya, sebaiknya cepet keluar dulu dari sini, ayo!"
"Baiklah, tapi kakiku sakit nggak bisa jalan cepet nih, akibat ikatan tali tadi yang kuat, aduh gimana ini?"
"Ya udah kalau gitu sekarang naik ke punggung aku cepat!"
"Tapi nanti"....
"Nggak usah pakai tapi tapi, sebelum para penjahat itu bangun dari pingsannya cepet!emangnya kamu mau mereka menahan kita berdua disini, ayo cepet!"
"Bbbbaaik, maaf ya udah ngerepotin".
"Iya nggak papa ayo!"
...****************...
"Veno, ada jejak ban mobil tuh ini jalan kayaknya yang mereka lalui, jadi mereka lewati jalanan yang becek itu deh kayaknya Ven".
__ADS_1
"Iya Ky, kita langsung aja kesana, semoga Senja baik baik aja".
"Veno lihat, itu ada bangunan tua yang kosong, sekarang kita parkir sini aja biar suara mobil nggak kedengeran sama mereka"
"Okey kalau gitu kita turun sini, Ky lho share lok Rega dulu gue mau lihat keadaan di dalam"
"Ya udah, hati hati Ven, gue hubungi mereka dulu ya".
Dengan mengendap endap Veno mulai mendekati bangunan kosong itu, ia membuka pintu dengan sangat hati hati, namun setelah sampai di dalan yang dia tnggakemukan hanya para penjahat yang sudah terkapar pingsan, sementara Senja sudah di bawa kabur oleh penyelamatnya.
"Ky cepet kemari..."
"Okey gue datang, ada apa Ven lah lho hebat banget Ven, nggak ada suara perkelahian nih penjahat udah lho bikin pingsan semua".
"Hebat pala lho, ini gue temuin udah pada babak belur pingsan kayak gini"
"Kayaknya udah ada yang nyelametin Senja duluan Ven"
"Iya kamu bener Ky, nih penjahat udah babak belur aja, kalau gitu kita cari Senja sekarang, aku khawatir yang menyelamatkan Senja orang jahat juga dan berniat nggak baik, yuk Ky!"
"Tapi mau nyari kemana udah gelap gini"
"Semoga mereka belum jauh, kita susuri jalan kecil disamping, mungkin aja mereka lewat sana, yuk"
...****************...
"Berhenti dulu mas, kayaknya kaki aku lecet nih sakit banget".
"Ya udah, jalan pelan pelan aja, takutnya penjahat tadi bangun trus berhasil nyusul kita"
"Iya mas, tapi pelan pelan ya!"
"Ssssstttt ada suara orang mendekat"
Siapakah itu? kita akan ungkap di bab berikutnya ya.
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...