Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Puncak Kemarahan Papa Irwan


__ADS_3

Sesampainya papa di rumah...


"Ireeeeennnn, kamu dimana? Ireeeennn keluar!"


"Papa ada apa sih kok teriak teriak kayak di hutan? kuping mama kan sakit jadinya"


"Mama nggak usah berlagak pilon, pura pura gitu, sudah saatnya mama hentikan ulah mama selama ini, apa karena papa diam dan menuruti semua yang mama inginkan trus mama seenaknya dan papa nggak akan pernah tahu semua tindak tanduk mama selama ini haah? jangan salah ma! dari awal mama jadi istri papa dan untuk pertama mama injak kaki di rumah ini, sebenarnya papa udah tahu semua yang mama lakukan di rumah ini papa udah tahu ma, tapi papa sengaja diam dan pura pura nggak tahu, karena papa ingin lihat sampai sejauh mana mama akan memperlakukan Senja, dan papa masih bisa mentolelirnya ma, karena papa rasa itu bisa menempa Senja jadi anak tangguh, tapi untuk kali ini papa sudah tidak bisa memaafkan mama, mama sudah sangat keterlaluan"


"Pa maafin mama, mama nggak sengaja tadi beneran pa".


"Cukup ma, sekarang mama pilih! mama masih mau tinggal disini dan mendapatkan fasilitas dari papa tapi mama yang harus kerjakan semua pekerjaan rumah mulai sekarang, atau mama tinggal disini tidak mengerjakan pekrjaan rumah tapi keuangan bulanan akan dipegang oleh Senja bukan mama lagi"


"Pa ini nggak adil, aku ini istri papa bukan pembantu, bagaimana mungkin mama mengerjakan pekerjaan rumah yang begitu banyak?"


"Trus selama ini Senja bagaimana? apa mama kira selama ini papa nggak pernah tahu apa bagaimana perlakuan mama sama Senja? jangan salah ma! papa tahu semua tindak tanduk mama selama ini di rumah".


"Apa Senja sudah mengadu yang bukan bukan sama papa? atau bibi? dan papa percaya begitu saja dengan mereka yang memfitnah mama pa?"


"Mama masih saja mengelak nggak mau jujur, tolong jujur mulai sekarang ma! karena papa paling benci dengan suatu kebohongan, selama ini papa sengaja diam, dan selalu menyalahkan Senja, papa sengaja keras pada Senja agar dia tidak terjerumus ke pergaulan bebas anak anak zaman sekarang, dan juga karena papa ingin Senja tumbuh jadi gadis yang tangguh dan tidak mudah jatuh ke dalam arus kehidupan yang bisa menjerat dan meneggelamkan dia pada kehidupan salah, jadi jangan salah mengartikan kekerasan dan ketidakadilan papa selama ini sama Senja, karena bagaimanapun Senja anak kandungku ma, tidak mungkin aku mengabaikan anak kandungku sendiri ma, jadi tolong mama jujur sama papa!"


"Pa, harus bagaimana lagi mama jelaskan ke papa, mama tidak ingin kita bertengkar hanya dengan kejadian sepele ini pa".


"Kejadian sepele mama bilang? nyawa Senja hampir melayang mama bilang ini kejadian sepele, mama sungguh keterlaluan, papa rasa sudah cukup memberi mama kesempatan untuk berkata jujur dab meminta maaf, tapi mama tetap angkuh dan egois, jadi jangan salahkan papa kalau papa mengusir mama dari rumah ini sekarang juga, papa akan gugat cerai mama"


"Apa, nggak pa! mama nggak mau kita cerai pa, mama sayang sama papa, mama nggak mau kita pisah pa, nggak mau!"


"Papa udah kasih mama kesempatan, tapi mama yang memilih untuk tidak mau jujur, membuat papa makin nggak bisa lagi percaya dengan mama, jadi mulai sekarang kita bukan suami istri lagi, tolong mama segera pergi dari rumah ini! mama nggak usah khawatir aku akan memberi mama uang untuk biaya hidup mama nanti, sampai ketemu di pengadilan ma!"


"Paaaa, papa kok tega sama mama? hik hik hik, brengseeeeek. Awas kau Senja! semua ini gara gara kamu, lihat saja nanti apa yang bisa aku lakukan untukmu, kamu pasti akan menyesal Senja"

__ADS_1


Dengan penuh emosi dan dendam mama Iren meninggalkan rumah bersama Reisya. Tak pernah kusangka ternyata selama ini diam diam papa terus memantau kegiatan kami di rumah tanpa sepengetahuan mama Iren, ternyata yang selama ini kuanggap salah tentang papa beliau ternyata begitu menyayangiku, terimakasih Tuhan atas anugrah terindah ini.


...****************...


Sementara itu dengan panik tante Rania dan om Syafiq datang menjengukku, mereka tak kalah cemas mengetahui keadaanku.


Di rumah sakit...


"Bagaimana perkembangan keadaan Senja Veno, apa sesungguhnya yang sudah terjadi dengan Senja? bukankah tadi pagi kamu yang antar pulang dan semua baik baik saja, tapi kenapa tiba tiba jadi seperti ini?" tanya tante Rania


"Ini karena tante Iren ma, ibu tirinya Senja"


"Apa kamu bilang Ven? Mama tirinya Senja, ya Tuhan bener bener tuh orang, apa sih maunya? "


"Ya udahlah ma! sekarang kita fokus untuk kesembuhan Senja dulu, mudaha mudahan saja Senja cepat sadar ma, Veno nggak tega lihatnya ma, sudah terlalu banyak dia menanggung penderitaan, Veno ingin bahagiakan dia ma?"


"Ya, mama juga udah nggak sabar pingin cepet cepwt lamar Senja jadi mantu mama, biar mama nggak kesepian lagi di rumah, semoga saja apa yang kita harapkan terkabul ya nak".


"Itu sudah tugas mama, dan mama nggak mau kamu terus terus tenggelam dengan masa lalu kamu, mama sayang sama kamu nak".


"Ven lihat! sepertinya Senja mulai sadar, panggil Dokter cepat! jangan lupa hubungi om Irwan nak!"


"Baik ma, mama tunggu sini ya! Veno mau panggil dokter dulu".


Saat kak Veno memanggil dokter, papa datang dengan wajah kusut.


"Senja kamu sudah sadar nak? apa yang kamu rasakan saat ini sayang? maafin papa ya nak, nggak bisa jaga Senja".


Lalu papa mengecup keningku. Aku tersenyum menatap papa, walau tubuhku masih terasa sakit namun aku berusaha menahan agar terlihat baik baik saja supaya papa tidak cemas.

__ADS_1


"Pa Senja baik kok pa, papa jangan khawatir ya, Senja mau pulang pa"


"Iya sayang, tunggu keputusan dokter dulu ya sayang, Veno sedang panggil dokternya, nah ini dokternya udah datang"


"Permisi dulu ya! saya periksa sebentar". "Sekarang apa yang Senja rasakan? keluhannya apa saja, biar nanti diperiksa lebih lanjut".


"Saya udah merasa baikan dok, Saya mau pulang aja biar nanti rawat jalan dok".


"Baiklah kalau Senja udah nggak merasa ada yang sakit, nggak papa biar rawat jalan aja, silahjan pak Irwan selesaikan administrasinya aja ya, nanti saya resepkan obatnya, mari semua"


...****************...


"Alahamdulillah pa, akhirnya Senja sekarang bisa menghirup udara segar di rumah dengan tenang pa, makasih ya pa"


"Iya sayang, kalau kamu bahagia papa juga bahagia nak, mulai sekarang papa akan selalu meluangkan waktu buat kamu nak".


"Makasih ya pa, Senja bahagia banget pa akhirnya papa kembali seperti dulu, seperti saat mama masih ada, makasih ya pa"


"Ya sudah sekarang kamu istirahat dulu! papa anter kamu ke kamar, ayo sayang!"


"Okey, siap boskuh, hehehe"


"Waaah anak papa ini ada ada saja, yok"


Saat aku dan papa baru saja menuju ke kamar tiba tiba terdengar suara orang mengucap salam dari luar.


Siapakah itu?... simak terus kelanjutan kisahnya ya!


Bersambung...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2