
"Itu kan CCTV" Serentak mereka
Dengan tersenyum Rega menganggyk
"Yuk kita telpon polisi, biar mereka yang mengerjakannya!" ucap lucky
Merekapun menghubungi polisi untuk mengecek isi dari CCTV yang mereka temukan di lokasi kecelakaan dan menghilangnya Senja.
Tak lama kemudian polisipun datang untuk melakukan pengecekan dan olah TKP.
Betapa terkejutnya Veno saat ia melihat seseorang yang muncul dan membawa Senja dengan sebuah mobil pick up.
"Ya Tuhan, itu kan mantan istrinya pak Irwan ibu tirinya Senja"
Ucap Veno saat ia ikut bersama polisi yang bertugas untuk mengamati hasil dari rekaman CCTV yang mereka temukan di lokasi kecelakaan.
Dari hasil rekaman itu terlihat jelas kalau sebelum kecelakaan mobil pick up yang membawa Senja sengaja menabrak mobil pak Irwan dari samping hingga membuat mobil pak Irwan terpelanting dan menabrak pembatas jalan.
Kemudian para polisi mengamati plat no pick up tersebut dan terlihat kalau mobil itu bertolak menuju arah luar kota yang melewati hutan lindung. Denfan segera para polisi bersiap untuk melacak keberadaan mobil pick up tersebut.
Akan polisi dan Veno beserta kawan kawannya menemukan jejak Senja?
...****************...
Sementara itu di tempat Senja di sekap...
"Senja, bangun! Jangan pura pura pingsan kamu" bentak Rindu
Aku hanya terpejam menahan perih dan di bagian pelipis hasil dari benturan yang sengaja mereka lakukan untuk menyiksaku.
Dengan tak berperasaan Rindu mendongakkan kepalaku menghadapnya dan dengan kerasnya ia membentakku.
__ADS_1
"Heh Senja denger ya, aku sudah memperingatkanmu, jangan pernah mendekati Veno, dia itu milikku tahu, tapi ternyata kamu tidak menghiraukan dan kamu malah akan bertunangan dengannya, okey kalau begitu rasakan ini"
Plak plak plak.......
"aaaauuuuwww, aduuuh sakiiiiiitttt, hentikan! Aku mohon, hik hik hik".
Tamparan demi tamparan berkali kali mengenai pipiku dan dengan bantuan dari Reisya dan mama Iren, Rindu dengan leluasa terus menyiksaku hingga aku tak sadarkan diri lagi...
"Huuuh dia pingsan lagi, bagaimana ini Rindu?" tanya mama Iren
"Ya sudah siram pakai yang tadi itu mana?"
"Reisya, mana air yang dibawa tadi?" tanya mama Iren
"Ini ma" Reisya pun dengan sigap membawakan air yang dikasih oleh anak buah Rindu .
Byuuuuuurrrrr.... Tanpa rasa iba mereka langsung menyiram air ke sekujur tubuhku, aku pun kembali tersadar, perih dan lapar pun menguasaiku, aku hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi dan berharap ada yang akan segera datang menolongku.
...****************...
Setelah beberapa jam lamanya, mereka akhirnya menemukan petunjuk tentang lokasi keberadaan mobil pick up itu, dengan sigap dan hati hati mereka meluncur ke sana untuk segera menemukan Senja.
Beberapa saat sebelum mereka sampai...
"Ven, kira kira lo tahu nggak motif apa sebenarnya tuh mantannya pak Irwan nyulik Senja, kenapa bukan pak Irwan yang dia culik?" tanya Lucky.
"Jelaslah Luck, Senja kan anak semata wayangnya om Irwan, kalau Senja terluka otomatis om Irwan akan terluka juga, kamu ini gimana sih, masak gitu aja kamu nggak faham, jual tuh otak!"
"Idiih si Veno, enak aja biar gini nih banyak ide cemerlangnya tahu".
"Hallaaaah, ide cemerlang apaan? Cemerlang nyosorin cewek baru tuh". Timpal Jodet
__ADS_1
"Udah ah, kita kayaknya udah mau sampai, tuh lihat mobil polisinya udah pada menepi, yuk kita susul cepetan"
"Cieeee yang bentar lagi mau ketemu ayang bebnya, udah kebelet aja nggak nahan, ha ha ha ha" Tawa Rega yang menggema membuat para polisi itu berpaling dan menatap mereka heran.
"Udah yuk, nggak usah becanda dulu, kita nggak tahu gimana keadaan Senja saat ini, mudah mudahan saja dia dalam keadaaan baik"
Merekapun turun dari mobil setelah yakin kalau tempat persembunyian para penculik itu ada didepan mata. Mereka mengikuti arahan polisi untuk segera menyusup masuk tanpa bersuara. Sedangkan para polisi itu telah bersiap siap untuk menyergap para penculik itu.
Saat Veno sampai didepan bangunan tua itu, dengan sangat hati hati ia mencoba mengintai lewat jendela dia sangat kaget melihat seseorang yang dia kenal juga ada diantara Iren dan Reisya.
"Rindu, jadi dia juga ikut andil dalam penculikan Senja"
"Senja denger ya kamu, Veno nggak pernah cinta sama kamu, dia cintanya sama aku, tahu!" Rindu menoel kepalaku.
Aku hanya terdiam tak ingin meladeni wanita yang sudah kehilangan akal sehatnya.
"Senja apa kau tahu, kalau sebentar lagi Veno dan aku akan kembali bersama, dia hanya menjadikanmu umpan untuk mendapatkan kepercayaan orang tuanya, agar dia bisa menguasai semua harta karena jika kami bersama untuk saat ini otomatis dia akan dikeluarkan dari kk keluarganya dan semua harta hanya akan diwariskan ke adiknya"
"Terserah kau mau menghasutku dengan segala trikmu, aku tak akan pernah percaya karena bagiku kau hanya ingin membuatku menjauh dari kak Veno"
Dengan geram Rindu mencoba untuk menamparku namun tiba tiba.
"Hentikan Rindu!" Bentakan dari arah pintu membuat Rindu mengurungkan niatnya untuk menyakitiku.
Hatiku bergetar penuh rasa bahagia kala melihat ada yang datang untuk menolongku, ternyata do'aku terkabulkan oleh Allah, aku sungguh bersyukur apalagi yang datang adalah orang yang sangat aku harapkan, kak Veno.
"Veno, kamukah itu sayang?"
Rindu mencoba mendekati kak Veno dan berusaha tuk memeluknya namun apa yang terjadi selanjutnya?...
Bersambung...
__ADS_1