
Perlagan kak Veni melajukan mobilnya meninggalkan kampusku, sesampai kami di sebuah taman dekat pinggir jalan, kak Veno membelokkab mobilnya dan memasuki area taman. Dia mengaAku mulai menyiapkan mental untuk mendengarkan cerita masa lalu kak Veno, kuatur nafas perlahan kuhirup dalam dalam lalu aku hembuskan begitu saja.
"Nja denger baik baik ya, jangan disela sebelum aku mengakhiri ceritaku". Kak Veno mewanti wanti lebih dulu, dan aku hanya mengangguk mengiyakan.
...****************...
Tujuh tahun lalu...
"Sudahlah Veno, aku bosan aku mau kita putus sekarang".
Jedeeeer...
Petir seolah menyambar, hati Veno bagai tertusuk ribuan jarum, sakit teramat menyayat, 'RINDU', gadis yang sangat ia sayangi dan jaga selama ini, menorehkan luka yang begitu mendalam, tak pernah terlintas di benaknya, hubungan yang jalin begitu lama harus berakhir begitu saja, hanya karena sebuah prinsip yang harus dijaga oleh Veno.
"Rindu sayang, kenapa harus putus, masalah kita apa hingga membuatmu harus memilih jalan ini, salahku apa sayang?"
Walau hatinya terasa perih, namun Veno tetap menjaga agar emosinya tak meledak, ia tetap bertanya dengan nada lembut, karena ia begitu menyayangi dan mencintai Rindu, ia tak ingin gadis yang ia sayangi tersakiti, meskipun dia juga harus menanggung luka yang amat pedih.
"Kamu nggak salah Veno, aku yang salah karena aku wanita yang butuh perhatian butuh suasana dan kata yang romantis, bukan kaku dan monoton, gaya pacaran kamu kuno, nggak ada romantis romantisnya jadi cowok".
"Jadi kamu mau kita romantis romantisan Rin?" tanya Veno
"Iyalah kayak pasangan yang lain, tuh lihat mereka mesra banget, lah kita cuma duduk minum jus trus pulang, apaan coba, boswn tahu" jawab Rindu
"Tapi Rin, aku tuh sayang sama kamu makanya aku mau jaga kehormatan dan harga diri kamu, nanti kalau kita udah nikah dan halal pasti aku bakal romantis, bahkan mungkin bisa ngalahin mereka yang pacaran".
"Halaaah bilang aja emang dasar kamu kuno Ven"
"Rindu denger, kalau aku nggak sayang sama kamu, udah aku rusak kamu dari dulu Rin, trus aku tinggalin kamu, tapi karena aku tuh sayang sama kamu makanya aku berusaha untuk nahan segala hasratku, aku nggak mau wanita yang aku sayangi rusak hanya karena nafsu sesaat Rind".
"Alasan aja, bilang aja kamu tuh takut aku mintai pertanggungjawaban Ven".
"Aku nggak takut Rin, tapi sekarang bukan saatnya, aku masih mau ngejar cita cita aku, aku anak tertua keluargaku, dan aku punya tanggung jawab besar untuk membuat orang tuaku bahagia dan juga bangga terhadapku Rind".
"Ya udah makanya sekarang kita putus, aku udah bosen sama gaya pacaran kamu, kuno"
__ADS_1
"Rind, udah empat tahun kita jalani ini, semenjak kita masuk kuliah hingga sebentar lagi kita mau wisuda, apa kamu nggak bisa sabar barang sebentar aja nunggu sampai aku bener bener diberi kepercayaan sama keluarga aku buat megang perusahaan Rin".
"Nggak bisa Veno, lagian kamu juga mau melanjutkan S2 kamu keluar negeri kan, trus sampai kapan aku nunggu kamu, ya bakal lumutan dong aku?"
"S2 aku cuma sebentar Rind, 2 tahun masak kamu nggak bisa nunggu sampai 2 tahun lagi sih Rind?"
"Aku bilang nggak bisa Veno, aku lelah, aku mau segera nikah, jadi kita putus aja, lagian aku udah punya pengganti kamu"
"Apa Rind, secepat itu kamu udah punya pengganti aku?"
"Nggak cepet juga, butuh proses dan yang pastinya lebih keren dari kamu dan juga romantis tentunya, dan kami rencananya mau nikah setelah aku wisuda"
"Jadi kamu udah selingkuhin aku Rind? sejak kapan Rind?"
"Sejak dua bulan yang lalu, kenapa sakit hati, siapa suruh kamu lola, dikasih sinyal dari dulu, nggak faham faham"
"Jadi sejak dua bulan ini kamu udah selingkuhin aku Rind, kamu sembunyiin semua selama itu, dan baru sekarang kamu terus terang, tega kamu Rind, aku nggak nyangka sama sekali".
"Iyalah, aku kan pingin punya masa depan yang lebih baik dan segera keluar dari belenggu jeratan kemiskinan Veno, lagian sekarang ini aku sudah hamil 1 bulan".
"Iya, aku hamil udah satu bulan, lagian dia mau tanggung jawab nikahin aku nanti kalau aku udah wisuda, sebentar lagi kan kita wisuda"
"Baru dua bulan kamu menjalin hubungan sama xowok itu, tapi kamu udah serahin mahkota kamu yang paling betharga itu ke dia, Astagfirullah Rind, sedangkan kita yang udah bertahun tahun menjalin hubungan, megang pipi kamu aja aku takut Rind, siapa cowok itu Rind, kalau boleh aku tahu?"
"Buat apa kamu tahu siapa dia?"
"Buat perhitungan sama dia dan minta supaya dia bertanggung jawab segera nikahin kamu?"
"Nggak perlu ikut campur urusanku, kamu bukan siapa siapa aku lagi, aku bisa kok atasin masalah aku, lagian kami udah sepakat mau nikah setelah aku wisuda nanti, jadi nggak usah repot repot deh, yang perlu kamu tahu adalah mulai sekarang kita nggak ada hubungan apa apa lagi, dan nggak usah ganggu aku lagi, apalagi hubungi aku, hapus kontak aku di handphone kamu, udah sekarang kita udah selesai, aku pergi Ven, bye".
...****************...
"Begitu ceritanya Nja, dari sejak saat itu aku takut mengenal namanya wanita, takut dikhianati lagi, semenjak saat itu aku menutup diri dengan makhluk yang namanya wanita". Hening sejenak.
"Kuputuskan untuk berangkat keluar negeri guna mengambil S2 ku, dan aku fokuskan diri untuk belajar, tak mau memikirkan yang namanya wanita, setelah S2 ku selesai aku kembali ke tanah air, untuk mempraktikkan ilmuku, dan yang kulakukan hanya kerja dan kerja, sampai mama, papa dan Deral harus turun tangan nayariin aku jodoh, udah tiga bulan ini mereka bawain cewek, namun nggak ada yang pas dihati dan sampai saat ketemu kamu tadi pagi, rasanya ada yang beda, pingin deket terus sama kamu Rind"
__ADS_1
Sambil tersenyum menatapku...
Oh My God, manis banget tuh senyumnya, bikin sport jantung aku...
"Gimana Nja? apa kamu mau dengan cowok yang nggak bisa romantis kayak aku?"
Aku terdiam bibirku rasanya sulit tukku gerakkan, kak Veno ternyata memiliki masa lalu yang penuh drama, sungguh rugi wanita yang bernama Rindu itu, pria sebaik kak Veno harus ia sia siakan.
"Njaa, gimana, apa kamu sanggup punya cowok kayak aku? aku nggak akan pernah merubah prinsip aku, kalau sebelum akad dan halal jangan harap aku akan bisa jadi cowok romantis".
Akupun tersenyum menatap kak Veno, ternyata dia cowok yang hebat, sangat menghargai wanita, sungguh aku sangat rugi jika aku menolakmu kak Veno.
Perlahan ku anggukkan kepala, menatap dalam mata kak Veno.
"Benarkah Nja, kamu rela menahan segala godaan sampai nenjelang akad nanti?"
Dengan cepat kuanggukkan kepala, tak ingin melepaskan kesempatan emas ini.
"Terimakasih Nja, sudah mau menerimaku"
"Senja yang harusnya berterimakasih kak, karena kakak sudi menerima Senja seorang anak yang sudah tak dianggap lagi oleh ayahnya".
Kami tersenyum saling menatap..
"Veno, kita ketemu lagi, kamu sama siapa ini?"...
Siapakah dia pemirsa...
Tunggu di bab berikutnya ya...
Bersambung lagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1