
Ciiiiiiiittttt....
Saat dalam perjalanan pulang, tiba tiba saja kami dihadang oleh truk countainer, membuat kak Veno harus menekan rem dengan mendadak yang membuat kepala kami terbentur, ya Allah ada apa ini?
Tak berapa lama tiga orang yang bertubuh tinggi tegap turun dan menghampiri mobil kak Veno.
"Kak bagaimana ini Senja takut" tanpa sadar aku memegang lengan kak Veno dengan gemetar. Tapi yang kulihat kak Veno tenang tenabg saja.
"Tenang sayang aku udah menghidupkan tanda bahaya, sebentar lagi bantuan dari temen temen aku akan segera datang, nggak usah panik, okay"
Kak Veno berusaha menenangkanku, tapi sebelum temen temen kak Veno datang, ketiga orang itu memaksa kak Veno membuka pintu mobil, membuatku tambah panik.
"Kak bagaimana ini, mereka udah gedor gedor mobil, sedangkan temen temen kak Veno belum datang"
Tanganku gemetar, sementara kak Veno masih terlihat tenang, tak ada raut kepanikan terlihat di wajahnya. kak Veno mecoba membuka pintu mobil dan akan keluar.
"Kak jangan aku takut" sambil memegang lengan kak Veno
Kak Veno menatapku lalu tersenyum.
"Udah ya Nja, jangan khawatir, lihat bagaimana aku bisa mengatasinya, pesanku selama aku menghadapi mereka, jangan sekali kali membuka pintu ataupun kaca mobil okey, tenang ya aku keluar dulu"
Aku hanya mengangguk saja, tak lagi bisa berkata apa apa karena panik.
Ketika kak Veno keluar, mereka langsung menyerang kak Veno namun ternyata kak Veno punya ilmu bela diri dan bisa menghadapi mereka, namun tanpa sadar aku buka pintu berusaha keluar untuk minta bantuan, tapi sebelum aku berhasil meminta bantuan, salah satu dari mereka berhasil menyergapku.
"Mau kemana nona cantik, sekarang ikut aku atau aku bunuh kamu hah"
"Tolooooonnggg" aku mencoba berteriak namun, pria itu membekap mukutku, aku lihat kak Veno berusaha tuk menolongku, namun terlalu jangkauannya jauh, penjahat itu segera menyeretku dan membawaku kabur bersama ketiga temannya.
__ADS_1
Mereka membekapku dan menutup mataku, hingga aku tak tahu kemana mereka membawaku.
...****************...
Sementara itu di tempat kak Veno...
"Hai bro apa yang terjadi? kenapa menanyakan tanda bahaya"
"Kalian terlambat calon istri gue diculik, kita kejar mereka skrg" segera naik ke mobil.
"Luky, lho ikut mobil gue, biar Vito sama Rega dan Jodet"
"Siap boss"
Veno bergegas mengejar dan diikuti oleh ketiga temennya.
Sementara itu ketiga penjahat telah sampai disuatu tempat, itu kutahu setelah mobil mereka berhenti.
Setelah turun mereka membuka penutup mataku mereka membawaku masuk ke sebuah bangunan kosong yang nampaknya sudah lama tak berpenghuni yang terletak jauh di pinggiran kota, karena hari sudah mulai gelap samar samar aku lihat sosok seorang wanita, dia berdiri dekat jendela menatap keluar, ia menutup wajahnya dengan maker, aku terus mengamatinya, menelisik siapa wanita ini? namun tiba tiba ia berbalik dan...
"Dengar baik baik, wanita sepertimu tak pantas bersanding dengan pria terhormat seperti Veno, kau tahu dia tidak pernah benar benar tulus mencintaimu, kau hanya dijadikan sebagai pelarian.
"Tunggu dulu, sepertinya aku tahu siapa kamu, kamu kak Rindu kan, mantannya kak Veno?"
"Waw tebakanmu tepat sekali Senja, gadis ingusan yang hidupnya sudah tak dianggap lagi oleh ayahnya mencoba merayu seorang anak pengusaha kaya demi untuk bisa memenuhi segala kebutuhan hidupanya, karena sang ayah sudah tak mau lagi membiayai kuliahmu, iya kan"
"Cukup kak, itu sama sekali nggak benar, aku nggak pernah merayu kak Veno, camkan itu"
"Oh ya, mungkin memang kau tidak merayunya, tapi kau sengaja menebar pesona padanya trus apa bedanya hah"
__ADS_1
"Kak Rindu, apa maksudmu? aku sama sekali tidak pernah merasa menebar pesona seperti yang kau tuduhkan, aku bahkan sebelumnya tak mengenal kak Veno! lantas atas dasar apa kak Rindu nuduh aku kayak gitu?"
"Halah, nggak usah banyak ngomong deh, sekarang aku mau tahu sampai sejauh mana kamu bisa bertahan di tempat yang sunyi ini, kalian bertiga cepat bawa dia ke ruangan samping yang sempit dan pengap itu, ikat yang kuat bekap mulutnya, aku tidak mau tahu dia tidak boleh keluar dari sini! faham?"
"Oke boss"
"Lepasin aku brengsek lepaaasss! lihat saja kak Veno pasti menemukan tempat ini, dan kalian bersiaplah untuk membayar perbuatan kian"
"Senja senja, berteriaklah sepuasmu, tempat ini jauh dari pemukiman warga dan tidak ada orang yang pernah kesini, hahaha berharaplah dalam mimpimu Veno datang menjemputmu ha ha haaaaa! lagi pula apa kau tahu tentang pembicaraan aku dan Veno waktu di kafe itu hah?"
"Kak Veno sudah menjelaskan padaku"
"Senja Senja mau aja dibohongin dan dibodohin, nih aku kasih denger obrolan kami, kebetulan aku rekam waktu itu, denger baik baik cewek bego!"
Mendengarkan rekaman........
"Bagaimana Senja, masih mau percaya kalau Veno mencintaimu?"
"Nggak itu nggak bener, aku nggak percaya dengan rekaman itu, bisa saja kak Rindu merubah isi rekaman itu, zaman canggih sekarang ini, apa yang nggak bisa dilakukan?"
"Sudahlah sekarang waktunya aku pulang dulu, selamat bermalam di sini Senja, semoga mimpi indah, hahahaaa, bye"
"Hei lepasin aku, lepaaaaas"
'Ya Allah hamba mohon, tolong hamba ya Allah'....
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...