Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Deral dan Permintaanya


__ADS_3

Saat mama Iren hendak menamparku terdengar seseorang mengucap salam di depan gerbang rumah, membuat mama Iren mengurungkan niatnya.


Dengan tergesa gesa, mama Iren berjalan menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang berkunjung siang siang begini.


"Wa'alaikumussalam". terdengar mama Iren menjawab salam tamu tersebut. Samar ku dengar mama Iren menyebutkan nama orang tersebut. "Deral, apa kabar, sudah lama nggak kesini, tahu tahu sekarang kamu udah makin keren aja, ceritanya gimana nih, ayok masuk dulu, kita ngobrol ngobrol di dalam yuk". Mama Iren mempersilahkan tamunya.


Aku baru ingat, Deral adalah teman Reisya waktu SMA, semasa SMA Deral sering ke rumah untuk melakukan kerja kelompok bareng Reisya, oh ya usiaku dengan Reisya tidak terpaut jauh, hanya beda 2 tahun di bawahku. Karena Reisya adalah anak yang dibawa mama Iren masuk ke keluarga ku, Reisya bukan anak kandung dari papa Irwan, papa kandungku, namun perlakuan papa pada Reisya sungguh jauh berbeda dengan perlakuan papa terhadapku, papa begitu peduli dan sayang pada Reisya, sedangkan terhadapku papa selalu acuh, seolah aku ini boomerang di rumahku sendiri, sungguh miris bukan. Anak kandung tersisihkan oleh anak tiri.


"Deral, kenapa kok baru datang lagi kesini, lama loh tante nggak lihat kamu, semenjak kelulusan kamu sama Reisya ya, hmm kira kira 2 tahun ya". mama Iren memulai obrolannya.


"Iya tante, kebetulan Deral juga sibuk dengan jadwal kuliah dan tugas tugas yang harus Deral selesaikan, maaf ya tante, baru sekarang Deral punya waktu luang buat jenguk tante". jawab Deral sopan.


"Oh ya nak Deral, kamu kesini mau ketemu Reisya ya, sayang sekali Reisya lagi nggak di rumah Der, dia lagi ada tugas dari kampusnya yang harus dia kerjakan, jadi sekarang dia sedang cari bahan bahan buat nyelesaiin tugasnya itu". ucap mama Iren.


"Nggak kok tan, Deral tahu kalau Reisya sedang nggak di rumah tante, Deral bukan mau ketemu Reisya, Deral mau ketemu kak Senja, boleh kan tante?". mama Iren jadi merasa agak aneh dengan jawaban Deral.


'Haaah mau ketemu denganku? aku juga heran dibuat sama Deral, ada apa dia mencariku?' aku membatin.


"Nak Deral, tante nggak salah dengar kan dengan yang barusan nak Deral katakan?" Senyum di wajah mama Iren seketika lenyap, berganti dengan wajah yang cemberut menahan kesal.


"Nggak tante, tante nggak salah dengar kok, karena Deral memang mau ketemu sama kak Senja, ada yang mau Deral omongin, boleh kan tan?" ujar Deral


Mama Iren terlihat bingung dan kesal.


"Tapi Senja lagi nggak dirumah Der, dia lagi pergi sama cowoknya". Bohong mama Iren sama Deral.

__ADS_1


'Hah apa yang barusan aku denger nggak salah kan, mama tahu sendiri aku lagi di rumah, bahkan aku baru habis bertengkar sama mama, dan mama juga tahu kalau aku belum punya cowok, waduh nggak bisa dibiarin nih, mama lama lama bisa buat aku mati karena sakit hati', dengan diam diam aku keluar dan menuju ke ruang tamu. Berpura pura hendak keluar rumah, biar Deral tahu gimana sifat mama Iren yang sebenarnya. Dan...


"Hei kak Senja, jadi kak Senja ada di rumah dari tadi?" Deral terlihat heran sambil melirik mama Iren. Sepertinya Deral meminta penjelasan dari mama Iren, apa maksud dan tujuan mama Iren yang sebenarnya, karena telah menyembunyikan kebenaran tentang keberadaanku.


'Seru nih, tahu rasa kau ma, siapa suruh berbohong, makanya kalau mau berbohong tuh, pikir pikir dulu akibatnya ma, haaaaa'. Sorakku dalam hati.


"Ini Deral ya?" tanyaku pura pura, padahal sudah tahu dari tadi, hiiiiii biar sedikit terkesan nggak nguping pembicaraan mereka dari tadi, heeeee.


"Iya kak, ini Deral yang dulu sering minta bantuan kak Senja saat ada tugas sekolah". Jawab Deral. 'Jadi nih anak inget juga dengan kebaikanku', aku membatin.


"Oooh itu, ya udah lah itu kan memang seharusnya kita saling bantu Der, selagi bisa kenapa nggak, iya kan Der, jangan hanya karena mengharapkan imbalan saja baru kita mau bantu sesama, apalagi sampai berbohong dengan sesuatu yang bukan hak kita, iya kan Der?" sambil aku melirik sekilas ke arah mama Iren, dan kulihat dia sepertinya kesal sekali, mama Iren sepertinya faham kalau aku menyindirnya, hihihiiiii, biar senewen kau ma, makanya jadi orang tuh yang jujur'. batinku.


"Iya kak, kak Senja benar sekali, dan Deral sangat berterima kasih sama kak Senja, kalau nggak ada kak Senja yang bantuin pasti kami tidak akan faham faham dengan tugas kita dulu, sekali lagi makasih ya kak Senja". Ucap Deral.


"Oh iya Der, kamu kesini mau ketemu Reisya ya, tapi Reisyanya belum pulang Der, apa kamu mau nunggu aja?". Cleeessss, sengaja aku tanya langsung pada inti kedatangan Deral, padahal aku sudah tahu, siapa yang mau dia temui di rumah ini, hihihiiii modus.


Aku berpura pura terlihat heran, heeee.


"Maksud Deral apa ya, mau nemuin kakak, untuk apa ya Der?"


"Deral mau ngobrol berdua aja dengan kak Senja, boleh nggak? Gimana tante, boleh nggak tan?". Deral memintaku untuk mengikutinya keluar rumah, aku merasa ada yang mau disampaikan Deral padaku yang tak boleh didengar oleh mama, semoga saja kabar baik. Harapku ya Allah, semoga terkabul, aamiin.


Aku melangkah keluar rumah bersama Deral, kami menuju halaman samping, yang biasa dulu tempat aku membantu tugas tugas sekolah Deral dan Reisya. Aku dan Deral duduk bersebrangan yang dipisah oleh meja taman. Sejenak Deral menatapku intens, membuatku terheran dan akan sikapnya.


"Der, mau ngomong apa, kenapa jadi terdiam gini Der?" aku merasa ada yang aneh dengan tatapan Deral.

__ADS_1


"Gini kak Senja, Deral punya kakak yang memerlukan bantuan kak". Deral memulai percakapan kami.


"Kakak kamu butuh bantuan Der, kenapa kamu nggak bantu Der, kenapa malah datang kesini bukannya bantuin kakak kamu?". Tanyaku keheranan.


"Gini kak, kakakku itu sampai saat ini, belum mau menikah, padahal usianya mau masuk kepala 3 loh kak". ucap Deral


"Ya terus kenapa kamu malah datang ke sini dan cerita semua itu ke kak Senja Der?". tanyaku keheranan.


"Deral kali ini butuh bantuan kak Senja lagi, kak Senja mau ya bantu Deral dan keluarga Deral, hanya kak senja yang bisa bantu Deral dan keluarga Deral kak, karena Deral sudah kenal lama dengan kak Senja, dan Deral tahu bagaimana kak Senja selama ini, Deral mohon ya kak, please tolong Deral dan keluarga Deral, kami semua akan sangat berterima kasih pasa kak Senja, ya kak, please!" dengan wajah memelas Deral memohon, membuatku jadi nggak tega untuk menolak keinginannya.


"Okay, baik kak Senja akan coba, tapi untuk hasil sepertinya kalian tidak bisa memaksa". jawabku "Lagi pula apa yang bisa kak Senja lakukan untuk menolong kamu Der?"


"Gini kak, yang harus kak Senja lakukan cuma datang ke kantor kakakku besok, dan berpura pura melamar pekerjaan di sana, okay kak?" kata Deral.


"Aduh Deral, bagaimana kak Senja mau melamar pekerjaan coba, kak Senja aja belum lulus kuliah Der, ijazah belum ada, mungkin setahun lagi, baru kak Senja lulus, gimana ceritanya sih Der?" ucapku.


"Ya kak Senja pakai ijazah SMA aja dulu kak, itu cuma sementara aja kok, nanti aku ngomong ke papa buat nerima kak Senja ya, tenang aja kak, keluargaku sudah aku kasih tahu sebelumnya, dan papa sama mama Deral setuju dengan rencana Deral kok, mau ya kak?" pinta Deral.


"Ya sudah, gimana baiknya aja, oh ya Der, nanti kalau kak Senja kerja di perusahaan keluargamu, apa yang harus kak Senja lakukan buat bantu Der? ucapku.


"Kakak nanti tinggal ikutin aja instruksi dari HRD disana, kakak tenang aja, nanti kakak bakal dapat gaji kok, okay kak, deal?" kata Deral.


"Okay, deal". kami pun berjabat tangan tanda setuju, sudah seperti kerjasama yang saling menguntungkan saja, he heeee.


Bersambung pemirsa...

__ADS_1


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2