Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Berbaikan dengan Papa


__ADS_3

"Berhenti dulu mas, kayaknya kaki aku lecet nih sakit banget"


"Ya udah jalan pelan pelan aja, takutnya penjahat tadi bangun, trus berhasil nyusul kita"


"Iya mas, tapi pelan pelan ya!"


"Ssssssttttt! ada suara orang mendekat"


"Gimana ini mas, aku takut kita penjahat itu akan berhasil nyusul kita".


"Ya udah, cepet kita sembunyi aja dulu yuk!"


"Dimana mas?"


"Itu cepet! di balik gundukan tanah itu yuk!"


"Kaki aku mas, aduh sakit banget ini"


"Sini aku bantu papah! cepetan kayaknya udah makin deket tuh orang"


'Ya Allah tolong kami, semoga mereka tidak menemukan keberadaan kami disini, siapa sebenarnya yang menolongku ini? rasa penasaran terus menyelimuti pikiranku, kak Veno dimana kamu berada? apa kau juga tengah mencariku dan mencemaskanku? Tuhan tolong kami, kupasrahkan semua pada takdir yang telah Kau gariskan untukku'


"Ky ayok cepetan! kita harus segera menemukan Senja, aku takut terjadi sesuatu padanya"


"Iya ini kita juga lagi jalan, dasar bucin"


Seperti suara kak Veno, baru saja aku akan bersuara penolong misterius itu membekap mulutku. Hingga akhirnya kak Veno berlalu bersama temennya, aku jadi heran dan bertanya tanya kenapa dia menolongku tapi tidak membiarkan aku meminta bantuan pada kak Veno, anehkan?


"Ssssttt, jangan berisik! nanti kita ketahuan sembunyi disini"


'ingin rasanya aku gigit tangannya yang membekap mulutku, tapi aku sadar aku tak boleh melakukan itu karena dia sudah berjasa menolongku dari sekapan anak buah kak Rindu. Tapi bagaimana kak Veno akan menemukanku kalau aku masih terus sembunyi disini, ya Tuhan aku harus segera keluar dari sini'


Dengan tenaga tersisa aku berusaha melepas bekapan tangan di mulutku.


"Mas kenapa membekap mulutku? itu tadi kak Veno mas, bukan penjahat"

__ADS_1


"Maaf tadi aku kira itu penjahat"


Dengan sisa tenaga yang ada aku berusaha memanggil kak Veno.


"Kak Venooo ini Senja kak" dengan tertatih aku bersaha berjalan keluar dari persembunyian. Terdengar langkah kaki mendekat dari arah depan.


"Senjaaa kamu dimana sayang? Senjaaa"


Dari kejauhan aku melihat sekelebat bayangan, aku sekali lagi berteriak memanggil kak Veno.


"Kak Venoooo, ini Senjaaaa"


Tanpa kami sadari, di belakang kami ternyata sudah berdiri penjahat yang tadi dibuat pingsan oleh mas misterius.


"Aaaaaaaahhhh" Mas misterius itu terjungkal di sampingku, membuatku terjingkat kaget, ternyata ia dipukul dan pingsan, para penjahat itupun kembali menyeretku, aku berusaha berteriak minta tolong pada kak Veno. Namun mulutku langsung dibekap.


"Senjaaa".


Samar aku masih mendengar suara kak Veno memanggilku, aku berusaha menggigit tangan para penjahat itu dan mecoba untuk berteriak.


Bergegas para penjahat itu menyeretku, namun saat mereka mencoba membawaku, terdengar suara orang berteriak dari arah belakang.


"Berhenti! lepaskan wanita itu atau kami tembak! menyerahlah! kami polisi dan kalian sudah terkepung"


Para penjahat itu tak mau menyerah begitu saja, mereka berusaha menggunakanku sebagai sandra, tak ingin tertangkap polisi, mereka mencoba terus menyeretku untuk digunakan sebagai tameng, saat mereka bernegosiasi dengan polisi, keadaan itu digunakan kak Veno untuk berusaha menyelamatkanku.


Akan tetapi seorang diatara penjahat itu menyadari keadaan itu dan berusaha untuk menghalangi. Aku ditarik paksa olehnya hingga membuat tubuhku oleng dan terjerembab, sedangkan kak Veno berusaha untuk menggapaiku namun terlambat. Setelahnya aku tak sadarkan diri dan tak tahu apa yang terjadi selanjutnya.


Begitu aku tersadar, aku sudah berada di rumah sakit dan yang pertama kulihat ada papa, kak Veno, Deral, Om Syafiq dan Tante Rania, sementara mama Iren dan Reisya tak terlihat sama sekali. Sejenak aku tertegun memandang mereka. Lama aku terdiam seolah memory di otakku lenyap, aku memandang mereka satu per satu mencoba bertanya apa yang telah terjadi. Papa mendekatiku lalu memelukku dengan penuh haru.


"Sayang kamu udah sadar nak, maafin papa karena selama ini telah mengabaikanmu, papa janji mulai saat ini akan selalu ada buat Senja, papa nggak akan lagi mengabaikan Senja, maafin papa ya sayang!"


Dengan berderaian air mata aku membalas pelukan papa, perlahan aku mulai mengingat kejadian yang menimpaku hingga berakhir di rumah sakit.


"Papa, maafin Senja ya pa, Senja udah bikin papa khawatir, Senja udah jadi anak yang nggak bisa dibanggakan ya pa, maafin Senja ya pa"

__ADS_1


"Tidak sayang papa yang harusnya minta maaf, selama ini papa kurang perhatian sama Senja, padahal Senja sangat butuh kasih sayang papa, sekarang papa akan selalu ada buat Senja, papa merasa bersalah sama mama Indah, dulu papa udah janji sama mama Indah buat jagain Senja, tapi apa yang udah lakukan selama ini membuat mama Indah pasti sangat sedih sayang"


"Nggak pa, sekarang kita lupakan semua yang sudah terjadi ya pa, kita mulai dari awal lagi, semoga mama disana bahagia pa"


"Iya nak, sekarang kamu istirahat dulu sayang, oh ya nak Veno makasih ya udah bantu Senja"


"Nggak apa apa om, saya malah merasa sangat bersalah karena Senja sampai mengalami hal seperti ini karena saya om, tapi om tenang aja, penjahatnya udah ditangkap, tinggal otak penculikan ini masih di cari om, dia ternyata mantan saya dulu"


"Hmmm kak Senja, jadi ini semua ulah kak Rindu,? ealaaaah tuh orang nggak tahu diri banget deh, dulu dia yang bikin kak Veno stress, selingkuh dan ninggalin kak Veno gitu aja, trus sekarang dia mau nyakitin kak Senja sampai kayak gini? waaaaah, nggak bisa dibiarin, tuh orang harus masuk penjara biar kapok".


"Der udah, nggak usah balas kejahatan dengan kejahatan".


"Hati kak Senja terbuat dari apa sih? kok baik banget, udah disakitin kayak gini, masih dimaafin tuh orang, ini kak Veno yang harus tegas, jangan biarkan Rindu mendekati kakak lagi, awas aja kalau ketemu, aku cekik dia" Deral terbawa emosi


Dengan perasaan bersalah kak Veno menatapku penuh penyesalan, aku hanya tak habis pikir dengan isi rekaman yang aku dengar di hp kak Rindu, aku harap semua itu tidak benar dan merupakan hasil rekayasa dari kak Rindu semata, karena ingin membuat aku marah dan minta putus dari kak Veno, aku ingin bertanya tapi aku takut kalau seandainya semua itu benar, aku belum siap menerima kenyataan bahwa kak Veno masih memiliki cinta dihatinya untuk kak Rindu, ya Tuhan kenapa disaat aku baru merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya, justru aku harus dihadapkan pada masalah yang sungguh membuatku merasa jadi orang paling bodoh dan merasa jadi orang yang paling tak berharga.


Kak Veno mendekat ke bangsalku, dia menatapku begitu dalam, seolah menyelami rasa yang kumiliki untuknya, aku tertunduk tak ingin pandangan kami bertemu, begitu sakit rasa sesak yang menyiksa batin ini. Ingin rasanya kutumpahkan segala beban dihati ini, namun lidah solah beku, bibirku seakan terkunci, hanya derai air mata yang mengalir diantara isak tangisku dalam diam, sungguh sangat menyiksa batinku.


"Senja sayang Tante sama Om mau keluar dulu ya, mungkin ada yang mau kalian bahas berdua, permisi dulu, udah sekarang kamu istirahat aja, nggak usah banyak mikir! tenang saja ya, yang penting kamu udah selamat, tante sangat bersyukur sekali, yuk pa kita keluar dulu! kasih kesempatan buat mereka berdua bicara, Deral ikut mama keluar! jangan nemplok aja di sana kayak tokek nunggu nyamuk!"


"Ih mama ngatain anaknya kayak gitu"


"Ya udah ayok keluar!"


"Iya mah". sambil berengut Deral keluar mengikuti langkah tante Rania.


Setelah semua orang keluar... apa yang terjadi antara Senja dan Veno sobat Noveltoon, apakah Senja akhirnya menanyakan tentang rekaman yang ia dengarbdari Rindu?


Ikutin terus kisahnya ya di bab berikutnya!


Bersambung dulu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2