Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Kegilaan Tiga Perempuan


__ADS_3

"Ma Pa ada pak Irwan saja, Senja tidak pa ma kemana Senja? Apa yang terjadi? Ya Tuhan beri kami petunjukMu!"


"Ya Allah apa katamu Veno?" tanya tante Rania


"Sekarang ayo kita bawa pak Irwan dulu ke rumah sakit, mana tempat ini sepi sekali tak ada orang lewat, jadi kesempatan tuh orang bawa kabur Senja" ucap om Syafiq


Papa pun berhasil dibawa ke rumah sakit oleh kak Veno dan om Syafiq.


...****************...


Sementara itu di tempat aku disekap...


Saat aku tersadar dari pingsan, aku merasa pusing yang teramat sangat, kucoba buka mata dan mengedarkan pandangan, samar samar aku melihat ada dua sosok perempuan yang duduk dalam keremangan dekat jendela sambil membelakangiku, tapi aku seperti mengenali postur tubuh mereka. Dan saat mereka bicara aku tambah kaget, suara mereka begitu familiar ditelingaku, mungkinkah itu mereka atau itu hanya kemiripan saja? Apa sebenarnya yang sudah terjadi? Perlahan aku mulai ingat, kalau sebelumnya aku mengalami kecelakaan bersama papa, iya aku baru ingat, tapi papa dimana? Ya Tuhan tolong papa, semoga papa baik baik saja.


Belum habis rasa penasaran ku, aku kembali melihat seseorang masuk menemui mereka dan tampak mereka sedang berbincang bincang.


"Gimana tante? Apa Senja udah sadar? Nggak sabar rasanya pingin nampar dia"


Ya Tuhan, suara itu sepertinya pernah kudengar tapi dimana? Aku berusaha menahan rasa sakit akibat benturan dari kecelakaan itu, aku tak mau mereka menyadari kalau aku telah sadar, aku harus segera keluar dari twmpat ini, tolong aku ya Tuhan.


"Sabar sebentar lagi mungkin dia akan sadar, baru kita buat perhitungan dengan anak setan itu"


"Aduh ma, dari pada nunggu lebih baik siram aja tuh pakai air, pasti deh cepet sadar"


Ya Allah aku mendengarnya dengan jelas sekali, dia adik tiriku Reisya, jadi yang membuat aku kecelakaan mereka?


"Boleh juga tuh usul, kenapa nggak dari tadi ya?"


"Kalau gitu suruh anak buahmu ambil air sekarang! Biar kita bisa bersenang senang sayang, ha ha ha ha haaaaaa"


"Okey tante, mari kita lakukan, hahahaaa"


Jelas sangat jelas kalau itu suara mama Iren, dan ya aku merasa kalau ini semua ia lakukan karena papa telah menceraikan dan mengusirnya. Tapi wanita yang satunya aku masih belum mengingatnya, suaranya memang terdengar cukup familiar di telingaku.


Mereka mulai mendekat kearahku, membuat aku jadi merinding, ya Allah lindungi hamba jangan biarkan mereka meraja lela berbuat kejahatan. Perlahan kubuka mata agar mereka tak menyiramku seperti yang kudengar. Dan ternyata perwmpuan yang satunya adalah Rindu, ya Rindu mantan kekasih kak Veno.


"Waaah sudah bangun rupanya tuan putri, heh jangan pernah berharap kita bakal kasian sama kamu ya".

__ADS_1


Mama Iren menarik rambutku dengan kasar, dan aku merasa kulit kepalaku seperti mau lepas, ditambah lagi bekas benturan saat aku dan papa mengalami kecelakaan.


"Aaauuu sakiiiittt"


"Oooohhh sakit ya, hahahaa makanya jangan macam macam!" Bentak mama Iren.


"Nih rasain lagi tamparanku!"


Plaak plaak plaak, mereka bertiga seakan seperti algojo yang siap untuk memenggal kepalaku, dengan mata melotot mama Iren kembali menjambak rambutku.


Dan aku hanya bisa menjerit menangis menahan rasa sakit dengan apa yang telah diperbuat mereka. Yah aku pasrahkan semua pada Mu ya Allah, semoga ada yang akan datang membantuku, aamiin.


...****************...


Sementara itu di tempat Veno menemukan pak Irwan.


"Ayo pa ma kita bawa om Irwan ke rumah sakit".


"Iya Ven cepet! habis itu kamu cari bantuan sama tenen temen kamu dan jangan lupa lapor ke polisi!"


"Iya pa"


Sesampai mereka di rumah sakit Veno lansung menghbungi teman temannya. Mereka pun bertemu di kantor polisi untuk melaporkan kejadian yang menimpa Senja.


Di kantor Polisi Veno masuk sendirian untuk melapor sementara Vito, Jodet, Rega dan Lycky menunggu Veno di dalam mobil.


Setelah dari kantor polisi...


"Gimana bisa Senja ngilang gitu aja Ven?"


Tanya Rega


Veno pun menceritakan awal mula ia menerima telepon dari Senjayang ketakutan saat dalam perjalanan menuju rumahnya hingga ia mendengar suara Senja berteriak histeris.


"Wah ini sih sudah pasti penculikan, heran gue jadinya semenjak dia punya hubungan sama lho Ven, Senja udah dua kali jadi korban penculikan, jangan jangan ini ulah orang yang sama kali ya?" ucap Vito dengan wajah ditekuk.


"Aku juga berfikiran kayak gitu Vit, tapi kemana sekarang kita cari Senja, apa ada petunjuk di TKP ya Ven? Coba kita cari ke sana aja yuk! Siapa tahu penjahatnya meni ggalkan jejak disana, iya kan?" usul Luky.

__ADS_1


"Okay guys, kalau gitu ayo kita ke TKP!" ajak Veno.


Merekapun akhirnya menuju ke lokasi tempat Senja dan Pak Irwan kecelakaan.


Sampai di lokasi mereka segera mengecek dan menyusuri semua tanpa ada yang terlewati.


Sementara itu ditempatku disekap. Dengan tanpa rasa kemanusiaan ketiga perempuan itu terus menyiksaku.


"Ini semua salahmu Senja, karena kamu papamu tega menceraikan aku, sekarang rasakan pembalasanku, selama ini aku sudah mengawasimu dan ternyata kami punya keswmpatan yang bagus untuk melancarkan aksi kami, hahahaaa"


Tawa mama Iren dan Raisya menggelgar di telingaku.


"Dan sekarang tak ada yang akan bisa menolongmu seperti waktu itu Senja, karena rencana ini sudah kami susun dengan matang, hahahaaaaa"


Rindu menimpali.


...****************...


Di tempat kak Veno CS...


"Gimana apa udah ada petunjuk guys?" tanya kak Veno.


"Tunggu! Coba lihat ke arah tiang penyangga tembok pembatas itu" ujar Rega.


Mereka semua menengok kearah yang ditunjuk Rega.


"Itu kan CCTV" serempak mereka


Dengan tersenyum Rega mengangguk.


"Yuk kita telpon polisi biar mereka yang mengerjakannya!" ucap Lucky


Dan mereka pun bergegas menghubungi kantor polisi.


Apakah mereka akan menemukan petunjuk tentang penculikan Senja dari CCTV tersebut? Tunggu kisah selanjutnya ya!


Bersambung....

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2