Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Wanita di Masa Lalu Veno


__ADS_3

"Veno, kita ketemu lagi, kamu sama siapa ini? kebetulan sekali ya kita ketemu disini, wah makin keren aja kamu ya".


Veno terdiam, ia mematung memandangi wanita didepannya, seolah ada rasa yang tak bisa terungkapkan, pandangannya menyiratkan pesona dimatanya. Wanita itu menggandeng seorang anak perempuan yang cantik, ia tersenyum begitu manis, cantik sangat cantik. Jiwa kepoku pun meronta ronta..


"Maaf ya kakak ini siapa, kok kenal sama kak Veno ya"


Tersenyum dia mengulurkan tangannya, ya udah aku sambut aja, tapi baru aja mau kenalan. Tiba tiba tangan kak Veno menyambar dan menggenggam tanganku, kan aku jadi heran, padahal dari pertama ketemu, dia nggak mau bersentuhan gitu. Tapi pas ada nih cewek kok dia berubah gitu.. Aneh kan?


"Senja sayang udah kita pulang yuk, aku anter?"


Haaaah nggak salah denger kan, nih kuping masih normal atau aku belum korek tuh korma kuping kali ya, heeee dalam hati aku bersorak kegirangan, kak Veno bilang sayang oooooiiiiiii, namun sedetik kemudian.


"Veno apa dia?"


"Iya kami udah tunangan dan sebentar lagi kami mau nikah".


"Udah yuk sayang kita pulang" Veno mengeratkan genggaman tangannya.


"Tunggu Ven, aku mau ngobrol sebentar sama kamu boleh nggak?"


"Mau ngobrolin apa, kita kan nggak ada urusan, jadi mau ngobrolin apa, udah ya kami mau pulang, lagian ini udah sore, yuk Nja"


Kak Veno menggandengku dan kami berlalu meninggalkan area taman, saat kami hendak memasuki mobil, wanita itu tiba tiba berteriak.


"Venooo, aku masih cinta sama kamu, apa kamu lupa dengan semua cinta dan kenangan kita yang dulu?"


Cleeeesss... Hatiku mencloss pemirsa.. kayak teh yang diseduh dengan air panas, langsung memerah...


"Kak Veno, apa dia itu yang barusan kakak ceritain yang namanya Rindu ya kak?" tanyaku sendu.


Kak Veno terdiam, dia hanya menarik nafas dalam lalu menghembusnya perlahan


"Kita pulang ya Nja, aku nggak mau gara gara aku nanti kamu disalahin lagi sama mama kamu"

__ADS_1


Kak Veno nggak menjawabku, dia malah mengalihkan pertanyaanku, sepertinya dia tak ingin membahas wanita itu didepanku, akupun terdiam. Namun hatiku tak tenang, baru kali ini aku merasakan jatuh cinta, namun langsung mendapatkan cobaan. Ya Allah beri hamba ketabahan dan kekuatan untuk tetap tegar di jalanMu. Aamiin.


...****************...


Di dalam mobil...


Hening... Tak ada diantara kami yang memulai pembicaraan. Kak Veno kembali lagi dengan sifatnya yang cuek dan kaku. Aku tak ingin mengganggunya dengan pertanyaan yang sekiranya akan membuat dia kembali ke masa lalunya, aku tak mau dia merasakan lagi sakit karena dikhianati. Telah kuputuskan untuk menerimanya dengan segenap masa lalunya.


"Senja, Senja, Senjaaa".


Tanpa sadar ternyata kami telah sampai di depan gerbang kediamanku. Aku tersentak kala Kak Veno memanggilku.


"Kamu kenapa Nja? semenjak dari taman kok kelihatannya kamu murung gitu? apa kamu merasa terganggu dengan kehadiran dia tadi?"


"Mmmm, apa tadi itu wanita dimasa lalu kakak yang bernama Rindu itu ya kak?"


Aku memberanikan diri tuk bertanya, dengan harapan kak Veno akan jujur dengan hal itu, walau sebenarnya aku sudah bisa menebak kalau tadi adalah Rindu wanita di masa lalu kak Veno.


Kak Veno meraih tanganku dan menggenggamnya lembut, ia menatap dalam mataku, menyelami rasa yang ku punya untuknya, perlahan ia tersenyum, memberiku rasa nyaman.


"Iya kak aku percaya" jawabku


"Senja dengarkan aku ya, dia tadi itu memang benar seperti tebakanmu, dialah Rindu wanita dimasa laluku, apa kamu cemburu Nja, katakan saja jika iya, aku malah senang itu artinya, kamu juga punya rasa seperti yang kupunya". Dia tersenyum menatapku lembut.


'Ya Tuhan, aku terhipnotis dibuatnya, pandangannya menghujam detak jantungku, ingin kuraih dan kudekap dalam pelukan, namun itu tak mungkin, karena kak Veno bukan tipe orang seperti itu'


"Senjaa", lembut dia memanggilku, akupun terkesiap, tersadar dari lamunanku, kucoba tersenyum membalas tatapannya membuatku tak ingin jauh darinya.


"Sudah sampai, apa kau tidak mau turun?"


'Waduh kan jadi malu, ketahuan lagi ngayal kan jadinya, Senja Senja bego banget sih, aku memaki diriku sendiri"


"He heeee, udah sampai ya kak, kok kakak tahu rumahku disini kak?"

__ADS_1


"Bukan VENO ARDIAN AIRLANGGA dong namanya kalau nggak tahu rumah ceweknya, hmmmm iya nggak"


Jawabnya tersenyum manis, Oh My God senyumnya bikin klepek klepek nih jantung


"He he heee kalau gitu Senja turun ya kak, assalamu'alaikum, daaah hati hati kak"


"Wa'alaikumussalam"


Jawabnya diapun berlalu. Hadeeeuuuh dasar Tugu Pancoran nggak ada kek tambahan embel embel buat kata kata manis kayak waktu di taman tadi.


'Okey Senja tenang, yang penting sekarang dia menyukaimu, hi hiii, kalau mak lampir tahu, gimana ya reaksinya, udah ah bodo amat sama mak lampir, bukan urusan kamu Senja'


Pelan ku melangkah, tak ingin bertemu si mak lampir dan anaknya, namun ternyata... baru saja membuka pintu...


"Dari mana saja kamu Senja, jam segini baru pulang, keluyuran kemana hah, dari pagi keluar sampai udah mau malam gini baru pulang, mau jadi anak nggak bener kamu hah"


Aku berlalu tanpa meghiraukan ocehan si mak lampir, aku anggap aja burung beo. Namun tak kusangka ada papa yang duduk di sana juga dan...


"Senjaa, kamu denger kan apa yang mama kamu barusan ngomong? jadi begini kelakuan kamu selama papa nggak di rumah, jadi bener ya omongan mama kamu selama ini, kalau kamu itu suka berbuat seenaknya, kamu nggak pernah menganggap dan mendengar nasehat mama Iren, begitu iya?"


Aku diam tak ingin berdebat dengan papa, aku takut tensi papa bisa naik, jadi kubiarkan saja papa dengan seribu omelan dan nasehatnya. Toh sama saja akan akhirnya, si mak lampir juga yang aķan keluar sebagai pemenang. Aku berpura pura aja kecapek an.


"Pa Senja capek banget, udah nggak kuat lagi ini pingin istirahat, udah dulu ya nasehatnya nanti sambung lagi, Senja mau mandi, daaah papa"


Aku berlalu begitu tanpa melirik ke mak lampir, males aja ngeladeni orang yang nggak penting.


Namun...


"Senjaaaaaa" mak lampir teriak pemirsaaa, ngerasa kali dia nggak dianggep, heheeee.


Bersambung dulu ya...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2