Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Senja di Hati Veno


__ADS_3

Lama aku terdiam. Kak Veno mencoba meraih tanganku namun aku berusaha tuk menghindarinya. Karena masih terngiang isi dari rekaman yang kak Rindu tunjukkan waktu aku disekap. Hingga membuat kak Veno menatapku heran.


"Senja kamu kenapa? ada apa?"


"Kak Veno jujur aja, sebenarnya kakak anggep Senja ini apanya kak Veno, posisi Senja di hati kak Veno seperti apa?"


"Senja, kamu ini ngomong apa, kan sudah aku jelaskan sayang, kalau perlu sekarang juga aku lamar kamu didepan papa kamu, nikah aja sekalian supaya kamu faham seperti apa posisi kamu disini dihati aku, kamu itu istimewa Senja, belum pernah ada yang bisa membuat hati aku bergetar sebelumya, bukan jg Rindu, memang dulu aku pernah jatuh cinta sama dia, tapi rasa ini sangat beda, kamu begitu istimewa dihatiku Senja, wanita pertama yang membuat jantungku bergetar dan selalu gelisah jika tak melihat kamu. Wanita yang selalu membuat hatiku menghangat bila berada dekat denganmu. Jangan pernah ragu akan rasa cinta ini sama kamu Senja, percayalah kamu wanita teristimewa di hatiku setelah mama".


Dengan tangan bergetar kak Veno berusaha menggenggam jemariku, hatiku menghangat tatkala tatapannya menghujam mataku, kata kata yang terucap dari bibirnya sungguh membuatku merasa jadi wanita paling sempurna, Tuhan jangan biarkan rasa bahagia ini pergi satukan kami dalam ikatan suci tali pernikahan, aamiin. Kami tersenyum saling menatap, mencoba menyelami rasa dihati. Hingga...


"Hayoooo, yang lagi jatuh cinta, menjauh sana nggak boleh deket deket! ntar ada setan lewat". Deral tiba tiba masuk


Aku dan kak Veno tersenyum penuh misteri dan...


"Hmmm, setan lewat ya? itu dong setannya". ucap kak Veno nunjuk Deral


"Apa? enak aja ini nih manusia kak" Deral meradang.


"Hahahahaha", aku dan kak Veno tertawa membuat Deral makin kesel.


"Ah sudah ah! kak dipanggil om Irwan tuh diluar, ada yang mau diomongin katanya".


Deral berlalu dengan wajah cemberut.


Aku kak Veno saling pandang, seolah bertanya ada apa papa memanggil kak Veno?


Kak Veno tersenyum seolah memberiku isyarat agar tenang. Dia mengangguk dan berlalu.


"Ya om, kita ngomongnya disini atau di kantin rumah sakit ini aja biar lebih leluasa"


"Ya udah kalau gitu di Kantin aja, sekalian papa sama mama kamu juga ada di Kantin sekarang".


"Baik om, ayo silahkan".


Di kantin...


"Begini nak Veno, Senja itu satu satunya anak om, dia satu satunya harapan om, selama ini om sengaja keras padanya agar dia tidak jatuh ke pergaulan yang bebas, om sengaja tidak memberikan perhatian yang lebih agar dia bisa mandiri dan berdiri diatas kakinya dengan tangguh, bukannya om nggak sayang sama Senja, om hanya ingin anak om bisa melalui kerasnya hidup ini kelak, ia sudah tahu bagaimana harus bersikap dan tidak akan mudah jatuh dalam derasnya arus kehidupan zaman sekarang".

__ADS_1


Hening sejenak...


"Itu papa sama mama kamu, kita kesana yuk, sekalian om mau bicara tentang hubungan kalian yang baru om tahu"


"Iya om mari!"


"Eeh ada pak Irwan ma, ayo silahkan pak duduk dulu sini?" pak Syafiq mempersilahkan. Bu Rania hanya tersenyum mengangguk.


"Veno, bagaimana apa sudah bicara tentang Senja sama pak Irwan?"


"Gini pa, om Irwan mau bicara juga sama mama sama papa".


"Oh tentu saja, harus itu, Senja sebentar lagi mau lulus kuliahkan, sebaiknya hubungan kalian segera diresmikan saja, mumpung ada pak Irwan, gimana menurut mama?" pak Syafiq memberi saran


"Menurut mama masalah seperti ini sebaikanya dibicarakan di rumah saja, nanti kita kasih tahu keluarga besarbkita juga pa, nggak baik membicarakan hal seperti ini di tempat umum iyakan pak Irwan"


"Iya saya setuju dengan pendapat ibu Rania".


"Kalau gitu, aku lihat Senja dulu ya ma, pa, om, permisi".


...****************...


Di rumah ... Setelah kepulangan kak Veno.


"Ooh akhirnya si tuan putri kita pulang juga, gimana enak ya di rumah sakit, ya pasti enaklah nggak kerja, santai aja gitu ngabisin duit papa buat biaya rumah sakit"


Aku diam saja nggak mau membuat keributan, apalagi kepalaku masih sedikit pusing, aku mencoba berlalu ingin masuk kamar tak ingin meladeni si mak lampir, baru saja aku melangkah menapaki anak tangga ke empat.


"Heh anak males, kalau orang tua lagi ngomong didengerin! bukan di cuekin kayak gitu, denger nggak sih".


"Udahlah ma! Senja masih pusing nggak usah diajak ribut apa! suara mama malah bikin kepalaku makin sakit tahu".


"Kurang ajar kamu ya, ngatain suara mama bikin sakit"


Si mak lampir berusaha menahanku dengan menarik lengan bajuku, karena aku masih lemes dan pusing aku terhuyung ke belakang.


"Aaaaaahhhhh"

__ADS_1


Aaku terguling dan terhempas di lantai tak sadarkan diri, sementara bibi menjerit dan menagis berusaha menolongku namun terlambat.


Dalam kepanikan bibi berusaha untuk menghubungi papa namun tak diangkat.


"Ya Allah bagaimana ini, non Senja bangun jangan pingsan lagi non, nyonya tolongin non Senja nya"


Dalam keadaan panik tiba tiba saja Veno datang lagi.


"Ya Tuhan apa yang terjadi bi? kenapa lagi dengan Senja bi? pantes saja hatiku dari tadi tidak enak ternyata terjadi sesuatu pada Senja, bi ayo ikut aku kerumah sakit, nanti biar Veno yang hubungi om Irwan, cepet bi"


"Iya Den, bibi mau ambil baju dulu ya den".


Sementara itu mama Iren si pelaku kejahatan, malah berlalu masuk ke kamar tanpa merasa bersalah sedikitpun, dasar mak lampir.


Setiba di rumah sakit kak Veno langsung menghubungi papa, dengan mengepal tangan ia menahan geram atas ulah dari mama Iren.


"Veno, sebenarnya apa yang sudah terjadi? kenapa Senja sampai pingsan lagi? padahal tadi dia baik baik saja".


"Om yang sabar ya om, sebenarnya yang tahu persis kejadiannya si bibi, coba om tanya bibi aja yang melihat langsung kejadian itu"


Dengan sangat hati hati dan berurai air mata bi Rasih menuturkan kejadian yang ia lihat saat mama Iren mengajakku bertengkar sampai berusaha mencegah jalanku untuk masuk kamar, saat naik ke tangga.


Papa terlihat begitu kesal, ia mengepalkan tangannya untuk menahan geram, itu terlihat dari mukanya yang memerah menahan amarah.


Sayup ku dengar papa berucap


"Senja sayang, maafin papa ya nak, selama ini papa udah begitu keras sama kamu nak, semua itu papa lakukan demi kebaikan kamu nak, papa ingin kamu tumbuh jadi gadis yang tangguh dan kuat dalam menghadapi kerasnya hidup di zaman sekarang ini, papa nggak mau kamu terjerat dalam pergaulan bebas anak anak zaman sekarang, papa hanya ingin Senja bisa berdiri dengan kokoh di atas kakimu sendiri nak" hening sejenak


"Tapi sekarang papa rasa sudah cukup kau lalui semua penderitaan ini, selama ini papa kira kau akan baik baik saja di bawah bimbingan mama Iren, tapi ternyata semua itu salah, mama Iren sudah kelewatan dia harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan padamu nak, mulai saat ini papa akan turun tangan langsung untuk mengawasi setiap gerak gerik mama Iren, dan untuk kesalahan yang ini papa tidak akan mentolelirnya lagi"


Papa meminta kak Veno untuk menjagaku sementara papa pulang, dengan amarah yang sudah memuncak, papa keluar untuk menemui mama Iren.


Apa yang terjadi Selanjutnya, kita sambung di bab berikutnya ya sobat Noveltoon.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2