Senja Di Hati Veno

Senja Di Hati Veno
Hilangnya Kembali Senja


__ADS_3

Saat aku dan papa baru saja menuju kamar tiba tiba saja ada yang melepas salam dari luar.


"Assalamu'alaikum"


Aku dan papa saling pandang


"Wa'alaikumussalam" jawab aky dan papa


"Udah sayang! Kamu istirahat aja sana! Biar papa yang lihat siapa yang datang!"


"Okey pa, Senja masuk kamar ya pa".


Papa akhirnya berbalik ke arah pintu depan untuk melihat tamu yang barusab datang.


"Heeeiii calon besan rupanya, mari silahkan masuk dulu! Mohon maaf ya keadaannya seperti ini. Mari silahkan duduk dulu"


"Terima kasih pak Irwan, sambutannya luar biasa sekali, kita jadi merasa sangat istimewa loh, iya kan pa?"


"Iya pak Irwan, ngomong ngomong Senjanya lagi istirahat ya pak?"


"Iya pak, baru saja masuk kamar, katanya masih sedikit pusing gitu, oh ya sebentar mau minun apa nih, kopi, teh hangat atau dingin atau barang kali jus?"


" Pak Irwan nggak usah repot, kita cuma mau memastikan keadaannya Sofia, sekalian mau membicarakan kelanjutan hubungan anak anak kita loh"


"Iya sambilan kita ngobrol, apa salahnya sih saya sajikan minuman, iya kan? Sebentar ya!"


Beberapa saat kemudian...


"Gini pak Irwan, bagai mana kalau kita percepat pertunangan mereka, dua minggu dari sekarang, sekalian merayakan ulang tahunnya Veno gitu, nanti kalau Senja udah wisuda baru kita nikahkan mereka, bagaimana pak? Apa pak Irwan setuju?"

__ADS_1


"Jadi nak Veno ulang tahun dua minggu lagi, wah bisa jadi moment yang berharga kalau kita langsungkan pertunangan mereka nanti, saya sih setuju aja pak"


"Baiklah kalau pak Irwan sudah setuju, kita tinggal bicarakan ini dengan anak anak, saya rasa anak anak pasti setuju deh, kalau begitu, kami permisi dulu pak Irwan, ayo ma masih banyak urusan papa ini"


"Iya pa ayo, mari pak Irwan, maaf ya sudah mengganggu waktunya pak Irwan!"


"Tidak apa apa bu pak, saya justru berterima kasih, karena bapak sama ibu Airlangga sudah bersedia meluangkan waktu datang kemari hanya untuk Senja"


"Assalamu'alaikum"


'Wa'alaikumussalam"


...****************...


Hari ulang tahun kak Veno pun tiba. Hatiku menjadi gelisah tak menentu, karena hari ini juga merupakan hari dimana kami akan meresmikan dan mengumumkan pertunangan kami, lama aku berdiam diri didepan cermin, nengamati riasanku, biarpun sudah selesai namun entah mengapa hatiku merasa ada sesuatu yang akan terjadi, antara takut dan bahagia mendera jiwaku, ya Tuhan mohon padaMu labcarkan acara kami ini, pinta dan do'aku semoga diijabah, aamiin.


Perlahan aku beranjak melangkah dengan pasti mencoba menenangkan diri sambil terus kupanjatkan do'a. Saat aku sampai di ruang tamu, kulihat papa tersenyum mengulurkan tangan kami melangkah sambil bergandengan. Senyum tak lekang dari wajahku hanya untuj menutupi kegugupanku dan rasa gelisah yang melandaku.


"Iya pa, Senja kok dari tadi perasaan nggak enak gini ya pa? Senja ngerasa ada sesuatu yang mengganjal di hati, apa artinya ini ya pa?"


"Sudahlah sayang, mungkin hanya perasaanmu saja yang memang lagi nerves gitu"


"Iya mungkin pa, semoga aja nggak terjadi apa dan semuanya berjalan dengan lancar yan Pa?"


"Aamiin sayang"


Ketika aku dan papa dalam perjalanan menuju ke rumah kak Veno, ada sebuah mobil hitam yang terus mengikuti kami, beberapa kali aku melihat lewat kaca spion nampak mobil itu terus saja mengikuti kami, aku jadi merasa tak tenang dan berusaha tuk memberi tahu papa, namun papa tak menghiraukan.


"Pa kayaknya sedari tadi saat kita keluar rumah, mobil itu ngikutin kita terus deh pa"

__ADS_1


"Udah sayang nggak usah dihiraukan, itu paling cuma perasaan kamu aja, sebaiknya kamu fokus dengan tujuan kita, kamu do'a semoga kita baik baik aja"


"Tapi pa lihat, mereka mulai memepet mobil kita pa, Senja takut pa, siapa mereka?"


Pap kemudian dengan sigap menambah kecepatan sambil menyuruhku menghubungi kak Veno


" Coba kamu hubungi nak Veno dulu sayang, kasih tahu dia kalau kita sedang dikejar kejar sama orang tak dikenal"


Akupun mengikuti saran papa, dengan tangan gemetar dan hati risau aku berusaha untuk menghubungi kak Veno, aku makin gelisah saat kak Veno tak menjawab di panggilan pertama, aku mencoba mencoba lagi, dan pada panggilan ke enam barulah kak Veno menjawab.


"Ya Senja ada apa ya sayang?"


Namun baru saja aku mau menjawab, mobil papa dipepet dan langsung ditabrak dengan keras membuat papa harus membanting stirnya ke kiri dan kami menabrak tembok pembatas jalan yang membuatku jadi tak sadarkan diri.


"Hallo Senja sayang ada apa? Senjaaa, Senjaaa jawab sayang"


Kak Veno pun mulai panik, dengan tergesa ia memberi tahu pada Om Syafiq dan Tante Rania.


"Pa Ma barusan aku dapat telpon dari Senja sepertinya telah terjadi sesuatu pada Senja dan Om Irwan, cepat ma pa kita susul mereka, aku dengar ada teriakan dari Senja dan suara tabrakan, ayo ma pa cepaaat"


Mereka pun bergegas menuju mobil dan memberi tahu Darel untuk mengatasi acara tersebut.


Begitu mereka sampai di tengah tengah perjalanan, Veno menepikan mobil karena melihat ada mobil papa Irwan, namun Kak Veno tak menemukan aku, kak Veno hanya menemukan papa yang telah pingsan, membuat kak Veno makin panik.


"Ma pa ada pak Irwan saja, Senja tidak ada pa ma, kemana Senja? Apa yang terjadi? Ya Tuhan beri kami petunjukMu!"


Kemanakah Senja sobat Noveltoon?


Bersambung dulu ya...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2