SERI HELGA ANABELLE: Jiwa

SERI HELGA ANABELLE: Jiwa
SCENE 17: Hukum Rimba (2)


__ADS_3


--- Author POV'S on ---


-------------------------------------


   "Apa perempuan itu sengaja membunuh untuk memancing kita keluar?" Tanya Erika saat ia dan Ryo dalam perjalanan menuju ke sekolah masing-masing.


   "Baginya, manusia biasa memiliki sosok yang berbeda dengan dirinya. Pasti dia tidak akan merasakan apa-apa dengan membunuh manusia." Jelas Ryo, "aku tidak suka pembunuhan. Namun aku lebih tidak suka lagi membiarkannya membunuhku."


   "Kalau saja aku sekuat Kak Ken. Aku pasti tidak akan membiarkan dia berbuat seenaknya," gumam Erika, "Kak Ryo ... hari ini aku akan pulang terlambat, ya. Aku harus membuat laporan dirumah temanku."


   "Erika..."


   "Tenang saja. Diantara kita bertiga, hidungku yang paling sensitif, 'kan. Jangan khawatir, kak. kak Ryo yang harus berhati-hati supaya tidak diincar perempuan itu!" Erika berkata dengan sombongnya.


   Malam harinya, Erika berlari dengan amat tergesa saat menyadari kalau dirinya kemalaman. Ia juga lupa menelepon. Semoga saja kakak-kakaknya tidak marah. Di kejauhan, Erika melihat sosok Naomi yang menghadang didepan.


   Tiba-tiba, seseorang mencekal lengannya dari belakang dan membekap mulutnya. "Jangan berteriak kalau tidak ingin mati di sini." Perintah orang itu. Astaga. Namun bukan Erika namanya kalau nyerah begitu saja. Ia menggigit lengan orang itu dan melarikan diri.


   Sementara itu, Ryo mencemaskan Erika yang tidak kunjung pulang. Pintu rumah terbuka. Menampakkan sosok Ken yang baru saja pulang kuliah. "Ah, ternyata kak Ken!"


   "Aku pulang ... kenapa kamu berkata seperti itu?" Tanya Ken heran.


   "Erika belum pulang, kak!"


   "Selarut ini? Dasar Erika!"


   Tiba-tiba, Kenzo dan Ryota dikejutkan oleh suara Erika di luar rumah. Mereka berdua pun segera pergi ke sana. Betapa terkejutnya mereka saat melihat Erika tergeletak di halaman dengan tubuh yang dipenuhi bekas luka, "Erika!!"


   "Kak Ken... Kak Ryo..." Ujar Erika, "aku lengah. Aku tidak sadar kalau aku sedang di incar. Ternyata aku tidak boleh sombong, ya. Tapi aku berhasil meloloskan diri dalam keadaan hidup kan? Hehehe... Rasanya aku patut dapat pujian."


   Ryo benar-benar naik pitam. Saat Erika tidak sedang bersama mereka ia diincar. Tanpa berpikir panjang ia berlari untuk memberi pelajaran pada Naomi. Erika hendak mencegahnya, namun urung saat merasakan tubuhnya sakit bila di gerakkan.

__ADS_1


   "Kak Ken, cepat kejar kak Ryo. Aku tidak apa-apa kok. Jangan biarkan dia sendiri. Kalau tidak mereka akan..."


   "Mereka...?"


   Sementara itu, Ryo terus berlari untuk mencari Naomi. "Tak bisa ku maafkan, macan betina! Berani-beraninya kamu mengganggu Erika saat kamu tidak ada!" Batin Ryo. Dengan mengikuti bau darah Erika, Ryo akhirnya sampai di tempat persembunyian Naomi. Area konstruksi bangunan yang sedang di bangun.


   "Hai anak kecil. Kamu sengaja datang kemari untuk menyerahkan diri, ya?"


   "Kamu lihat dimana sih? Aku disini!"


   Entah kenapa, Ryo sepertinya merasakan keberadaan Naomi di kanan kirinya. "Berani-beraninya kamu melukai Erika! Naomi, keluarlah!" Tantangnya.


   "Aku disini..."


   "Kamu tahu, 'kan?"


   Ryo benar-benar marah karena merasa telah dipermainkan. Tak lama kemudian, Ken datang menghampirinya. "Tenanglah Ryo! Macan betinanya ada dua ekor!" Ken memperingatkan.


   "Bagaimana dengan Erika?" Tanya Ryo cemas.


   Akhirnya Naomi pun menampakkan diri. Tapi dia tidak sendiri. Ada satu orang lagi wanita yang sangat mirip dengannya. Astaga, ternyata dia kembar. Pantas saja tadi Ryo merasakan keberadaannya di kanan kirinya.


   "Apa kamu yang telah adikku, Naomi yang cantik ini? Aku, Naora yang akan membalaskan dendamnya!" Kata wanita yang bernama Naora itu. Ia hendak menyerang Ken dan Ryo, namun dengan cepat Ken meraih tangannya.


   "Aku sudah bilang, kan. Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang berani mengganggu adik-adik ku. Aku tidak bertanggung jawab bila ada yang terbunuh disini!"


   Naora melepaskan tangannya dari genggaman Ken. Ia dan Naomi segera berubah wujud menjadi macan betina. "Apa kalian lupa siapa kami? Kalian harus mengalahkan kami terlebih dahulu kalau ingin tetap hidup."


   Ken menghela nafas. "Sepertinya mereka bekum puas sebelum membunuh kita. Biar kakak yang urus sebelah kiri. Kamu urus saja Naomi!"


   "Kak Ken..."


   "Jangan khawatir! Bertarung lah dengan tenang. Pasti kamu bisa menang. Berhati-hatilah. Walaupun dia sedang terluka namun ia bukan lawan sembarangan." Ken menenangkan. Macan betina itu mengaum. Ken dan Ryo segera berubah wujud.

__ADS_1


   "Berjuanglah, Ryo!"


   Tak lama kemudian, terjadi pertarungan tidak seimbang antara Ryo dengan Naomi. Benar kata Ken. Meski Naomi sedang terluka tapi dia bukan lawan sembarangan. Ryo meringis saat Naomi berhasil melukai dirinya.


   "Sepertinya kuku kaki depanku dapat bergerak lebih cepat dibandingkan gerakanmu, ya?" Naomi kembali menyerang Ryo, "sudah tahu? Beginilah cara menggunakan kuku!"


   Jantung Ryo berdebar dengan sangat kencang. Peluh membanjiri tubuhnya. Ia harus mencari celah agar dapat menyerang Naomi. Ia tidak suka dengan cara ini. Tapi kalau bertarung seperti ini, ia hanya akan kena kuku tajam Naomi saja.


   Mata Ryo tertuju ke arah tali yang menggantung tak jauh darinya berada. Tanpa berpikir panjang, ia melompat dan meraih tali itu dengan giginya. Ia harus mencari waktu yang tepat untuk menyerangnya. Ryo berayun dan hinggap di punggung Naomi. Lalu menggigitnya.


   "Apa yang kamu lakukan? Cepat lepaskan! Kurang ajar!" Macan betina itu menghempaskan tubuhnya ke tembok beberapa kali. Namun, apapun yang terjadi Ryo sudah bertekad untuk tidak akan melepaskannya. Ryo melihat ke arah jeruji besi yang ada di lantai dasar dan bermaksud untuk menjatuhkan Naomi disana.


   Karena ia belum melepaskan gigitannya pada punggung Naomi, Ryo pun ikutan terjatuh. Ia memanggil nama Ken yang  bertarung melawan Naora. Berbeda dengan Ryo, di sini Ken lah yang lebih unggul. Dengan benda tajam yang digigitnya, ia bisa dengan mudahnya mengalahkan Naora.


   "He ... hentikan!" Pinta Naora memelas.


   "Apa kamu pernah membebaskan orang yang sedang sekarat seperti ini?" Tanya Ken. Naora tidak menjawab. Ken melemparkan benda yang digigitnya hingga memperparah luka yang ada pada Naora. "Nyawamu aku bebaskan. Tapi untuk satu kali ini saja. Tidak ada yang kedua kali." Setelah itu Ken pun bergegas untuk menolong adiknya. Hukum itu bukan hanya taring dan cakar saja.


   Kepala Ryo terasa pusing sekali. Sepertinya ia mau pingsan. Apa yang harus dilakukan? Pikirkan lah sendiri, Ryo! Jangan bergantung pada Kak Ken! Gumamnya dalam hati. Dengan sisa-sisa kesadarannya Ryo akhirnya berhasil menjatuhkan Naomi di jeruji besi. Pandangannya menggelap sesaat setelah menang. Ada suara yang memanggilnya dari kejauhan. Ken.


   "Kerja bagus, Ryo...!" Puji Ken. Mata Ryo berkaca-kaca.


[ Bangkai macan yang ditemukan di sebuah gedung yang sedang di bangun di kota di bawa ke laboratorium universitas A untuk di teliti. Kepolisian setempat akan mencari tahu darimana datangnya macan ini! ]


   "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Ken pada Ryo saat mereka sudah kembali ke rumah dengan selamat.


   "Sebenarnya aku tidak ingin membunuh Naomi!" Jawab Ryo jujur. Ia memikirkan apakah tindakannya dengan membunuh Naomi itu tepat?


   "Apa boleh buat, kan? Kalau tidak begitu kamu yang akan dibunuhnya!" Ujar Ken, "Pikirkan saja bagaimana cara agar kamu bisa melindungi apa yang paling penting bagimu untuk saat ini. Hanya itulah yang dapat kita lakukan. Kalau kakak, rasanya bisa menemukan semacam jawaban saat aku cari. Setelah berhasil melindungi sesuatu yang penting bagiku."


   Saat itu, Ryo berpikir apakah ia sanggup merubah cara pandang keluarga siluman untuk tidak mencoba membunuh mereka? Ia ingih jadi kuat agar dapat melindungi sesuatu yang penting. Agar dapat melewati hari-hari damai, dimana tidak ada lagi pertikaian yang dapat menghilangkannya.


   Namun, sayangnya hari-hari damai yang di harapkan Ryo tidak akan pernah datang setelah ia berkenalan dengan Christian Samuel dan Helga Anabelle Sanjaya yang meminta bantuannya dalam setiap petualangan yang ada bersama L dan Arya.

__ADS_1


*****


__ADS_2