
"Kamandanu, apa lukamu baik-baik saja?" Tanya Helga. Saat ini mereka berempat tengah berdiri di dekat jendela yang menghadap ke luar menara.
"Ya, luka ini tidak begitu parah hingga membuatku tidak bisa bergerak." Jawab Kamandanu sambil memegangi lukanya. Darah birunya sudah mengering beberapa saat yang lalu.
"Tapi, mungkin kamu tidak bisa melawan dengan luka seperti itu. Tanpa Kamandanu, kami memiliki tiga lawan yang tersisa." Kata L dengan wajah sedatar temboknya.
"Hai, tinggalkan lawan berikutnya untukku!" Pinta Chris.
"Bukankah kamu tipe orang yang tidak mau terlibat lebih jauh?" Tanya Helga sansi. Satu keajaiban hingga Chris mau sampai sejauh ini.
"Bodoh, kalau aku tidak ikut maju, siapa yang akan melawan musuh berikutnya?"
Helga kembali merasakan seseorang menyesuaikan frekuensi jiwanya. Lagi-lagi mode telepati. Istilah kerennya Resonansi. Kali ini Alda mengabarkan berita yang cukup serius.
--- Mode Telepati on ---
Alda: "Helga, ini mengerikan!"
Helga: "Ada apa, Alda?"
Alda tidak segera menjawab. Ia tengah menyemprotkan obat serangga pada serangga perubah kejahatan yang menempel di dinding Taman Kanak-kanak.
Alda: "Helga, saat aku sedang berpatroli, aku menemukan banyak sekali serangga perubah kejahatan di dinding TK sini!"
Helga: "Apa? Di Taman Kanak-kanak?"
Alda: "Benar!"
Helga: "Tapi bukannya serangga itu hanya bisa hidup pada orang yang memiliki kebimbangan hati?"
Alda: "Seharusnya memang begitu. Tapi jika mereka memaksa hidup ditubuh anak kecil, ini bisa menghabiskan usia anak itu!"
Alda bergetar ketakutan saat ada pria aneh yang tiba-tiba berdiri di depannya.
Helga: "Ada apa, Alda?"
Alda berlari dengan sekuat tenaga untuk menjauh dari orang itu.
Alda: "Ada orang aneh yang sudah diambil alih oleh
serangga perubah kejahatan."
__ADS_1
Helga: "Apa? Hei, apa kamu baik-baik saja?"
Tanpa di duga, pria aneh itu juga berlari mengejar Alda.
Alda: "Dia berlari mengejarku! Aku tidak bisa mengeluarkan serangga dari tubuhnya tanpa menyakiti orang itu! Lari!"
Alda terus berlari. Ia masuk ke sebuah ruangan dan menutup pintunya. Mereka harus melakukan sesuatu agar kerusakan tidak semakin menyebar. Pria aneh itu merusak pintu dan membukanya secara paksa. Alda lari, namun dengan mudahnya pria itu menangkapnya. Saat itulah Alda menyemprotkan obat serangga pada pria itu.
Helga: "Apa kamu baik-baik saja, Alda?"
Alda: "Ya, dia pingsan di dekatku. Tapi ini hanya masalah
waktu sebelum kerusakan menyebar ke seluruh kota!"
*****
Tiba-tiba, Helga dan ketiga temannya di kejutkan oleh suara auman yang cukup mengerikan. Meski cuma sebentar, auman itu sanggup untuk membuat ruangan itu retak.
Auman itu kembali terdengar. Lantai tempat mereka berpijak bergetar dengan sangat kuat, mirip saat terjadi gempa bumi.
"Itu auman Double! Sepertinya kondisi hatinya cukup buruk." Kamandanu memberi tahu. Helga mengepalkan tangannya. Mereka berempat segera berlari sekuat tenaga. Ruangan di belakang mereka mulai runtuh.
Mereka berempat terus berlari hingga sampailah mereka disebuah area yang memisahkan menara dengan bangunan utama. Disana telah menunggu siluman tinggi besar mirip harimau yang berdiri di balkon bangunan utama.
Kamandanu dan L tidak bereaksi saat mendengar ancaman Double.
"Tidak apa, kan? Toh, rombongan kami yang akan menang melawan kalian!" Kata Helga. Keluar sudah sifat tidak mau kalahnya.
Merasa di remehkan oleh Helga, siluman Double marah dan kembali mengaum. Seketika saja, area itu terbelah menjadi dua dengan jembatan kecil panjang yabg menghubungkannya.
"Lebih baik kalian maju secara bersamaan agar tidak membuang banyak waktu!" Kata siluman Double. Christian melewati jembatan penghubung. Seperti yang ia katakan tadi, maka ia lah yang akan menjadi lawan siluman Double.
Siluman Double menatapnya dengan tatapan tajam. Sedetik kemudian, siluman itu tertawa mengejek. "Hoo, ternyata kamu yang akan melawanku, ya? Gara-gara itu amarah ku jadi hilang. Tapi sayang sekali kalau aku yang menjadi lawanmu. Biar anak buah ku saja yang menghabisi nyawamu." Siluman Double mengambil beberapa helai rambutnya dan meniup nya. Ajaib, helaian rambut itu bisa berubah menjadi lima ekor siluman mirip harimau kelaparan.
Chris menatap tajam siluman Double yang menganggapnya remeh. Kalau saja siluman aneh ini tahu kalau Chris lah yang telah membebaskan siluman mengerikan yang ada di dunia manusia. Pasti akan lain lagi ceritanya. Apa aku kerjai saja, ya? Pikir Chris dalam hati.
Siluman Double memberi perintah pada anak buahnya untuk segera menyerang Chris. Dengan patuhnya siluman mirip harimau itu menyerang Chris secara bersamaan. Entah karena kalah jumlah atau karena apa, Chris malah jadi bulan-bulanan kelima siluman itu. Helga yang melihatnya jadi tidak tega.
"Chris! Kembali! Biar aku saja yang melawannya!" Teriak Helga.
"Berisik Helga! Dia bagianku! Memangnya kamu pikir aku siapa, hah?!" Sahut Chris.
__ADS_1
Kembali Chris menjadi bulan-bulanan. Helga yang melihatnya jadi uring-uringan sendiri. "Chris! Bukan waktunya untuk bermain-main seperti itu! Cepat kalahkan mereka semua!"
Chris berdecih kesal. Tidak ia sangka kalau Helga tahu dirinya sedang bermain-main. Ia menggunakan kekuatan elemen bayangannya. Saat itulah siluman Double tahu kalau Chris juga seorang pengendali.
Chris menjerat leher hewan yang menjadi anak buah siluman Double dengan tangan bayangan nya sampai mereka lemas tak bertenaga sama sekali. Lalu Chris pun menjatuhkan mereka ke bawah.
"Cih, tidak aku sangka kalau kamu juga pengendali. Yahh, kalau lawanku pengendali maka aku sendiri yang akan melawanmu!" Siluman Double meloncat turun. Kalau di perhatikan lebih dekat ternyata dia memang besar juga. Tingginya bahkan mencapai tiga meter. Tapi Chris tidak gentar sama sekali. Rasanya jadi ingin menyanyikan lagu maju tak gentar, membela yang bayar ...
"Apa Chris akan baik-baik saja?" Tanya Helga pada L dan Kamandanu. Siluman Double kelihatan marah sekali, saking marahnya sampai-sampai mata dan kulitnya berubah warna menjadi merah. Chris menggeleng-gelengkan kepalanya, ini bukan waktunya untuk memikirkan hal lain.
"Aku peringatkan padamu, kamu tidak akan bisa mengalahkan ku dengan tangan bayangan mu itu!" Kata siluman Double, "Kalau itu yang menjadi kekuatan utamamu, maka kamu hanya memiliki satu banding sepuluh - tidak, satu banding seratus ribu kesempatan untuk menang!"
Chris menatap tajam siluman Double dan mengeluarkan kekuatan bayangannya, "Aku penasaran apa kekuatan ku bisa bekerja di tubuhmu atau tidak!" Chris mengubah kekuatannya menjadi senjata berupa tongkat dan menyerang siluman Double. Tapi anehnya, meski ia rasa sudah berhasil melukai siluman Double, tapi tetap saja siluman itu baik-baik saja dan seperti tidak sedang terluka. Chris yang melihat itu jadi heran sendiri.
Chris memanjangkan tongkatnya dan menyerang siluman Double dari atas. "Baiklah, Chris mengatur kecepatannya sepenuhnya!" Kata Helga penuh semangat. Ia rasa akan mudah bagi Chris untuk memenangkan pertarungan ini. Tapi dugaannya tidak sepenuhnya benar. Siluman Double tetap baik-baik saja.
"Aneh, ya ..." Kata L saat melihat cara bertarung Chris.
"Apa?" Tanya Helga ingin tahu.
"Perhatikan baik-baik di dua pertempuran. Chris memang mengatur kecepatannya, tapi sepertinya Chris sedang kelelahan!" Jelas L.
Memang, kalau di perhatikan baik-baik sepertinya nafas Chris mulai tidak beraturan. "Apa artinya ini? Ini seperti tidak peduli berapa kali pun aku menyerang dia tapi tidak berdampak sama sekali." Batin Christian.
"Lihat! Sepertinya Double berubah menjadi lebih besar dari sebelumnya!" Ujar Kamandanu. Saat melihat tubuh siluman Double membesar secara perlahan-lahan. "Coba lihat Chris!"
"Senjatanya jadi mengecil."
"Double menghisap kekuatan Chris!"
"Apa dia mengambilnya untuk dijadikan sebagai energi?" Tanya Helga memastikan.
Chris mengamati tongkatnya yang menyusut dan tubuh siluman Double yang semakin membesar.
"Sepertinya kamu sudah menyadari itu!" Kata siluman Double, "Apa yang akan kamu lakukan? Melawanku dengan tangan hampa?" Tanyanya mengejek.
"Jangan konyol!" Chris kembali memanjangkan tongkatnya yang tercipta dari kekuatannya. Kaki Christian terasa lemas seolah tidak bisa lagi menopang berat tubuhnya. Ia terduduk begitu saja. Beberapa detik kemudian, Chris memaksakan diri untuk bangkit dan berlari menyerang siluman Double.
"Hentikan Chris! Tidak peduli berapa kali pun kamu menyerang lawan, kamu hanya akan membuatnya semakin besar!" Helga memperingatkan kembali. Entah kenapa tapi rasanya gadis itu benar-benar memperhatikan Chris.
Chris tidak menggubris perkataan Helga sama sekali. Ia terus berlari hendak menyerang siluman Double. Bagaimanapun juga ia sudah bertekad akan mengalahkan siluman ini bagaimanapun caranya.
__ADS_1
*****