
"Apa yang terjadi disini? Kenapa dia bertambah besar?" Tanya Helga. Ia tidak tahu dengan apa yang terlah terjadi.
"Aku tahu!" Jawab Kamandanu, "Lihat saja tongkat Christian!"
Chris memandangi tongkatnya yang mengecil. "Tongkatku ... Jadi mengecil!" Keluhnya. Ia mengalihkan perhatiannya pada siluman Double yang dipenuhi aura ungu miliknya. Ia tahu sekarang.
"Sepertinya kamu sudah menyadarinya, ya." Kata siluman Double, "Tongkat bayanganmu hanya akan memberikan ku kekuatan lebih. Tapi apa yang akan kau lakukan? Membuang tongkat dan menyerang ku dengan tangan kosong?" Tebalnya.
"Siapa yang kamu maksud, hah?" Tanya Chris. Ia kembali memanjangkan tongkatnya
"Oh, apa kau yakin? Kau jadi ingin berlebihan seperti itu?"
"Diam kamu!" Chris memperingatkan. Ia menyerang Double dengan cara memasukkan ujung tongkatnya Ke dalam mulut Double.
"Dia melakukannya!" Kata Helga.
"Tidak, itu tidak akan bekerja!" Sahut Kamandanu, Karena lagi-lagi kekuatan Chris hanya dihisap oleh Double. Chris ambruk saat tongkatnya benar-benar habis dihisap oleh Double.
"Sudah aku duga. Kamu memiliki kekuatan yang lebih besar dari yang aku bayangkan!" Kata siluman Double sambil mengusap perutnya yang buncit karena kekuatan Chris. Hanya agak berat diperutnya.
"Aku belum selesai!" Chris memaksakan diri untuk kembali mengeluarkan tongkatnya.
"Yang tersisa hanya seperti belati saja!" Gumam Helga.
"Nah, maju dan serang aku, kucing panik!" Pancing Chris.
"Ck, kamu punya mulut yang jelek untuk seorang yang bahkan tidak bisa berdiri dengan benar!" Ejek siluman Double. Sepertinya ia mulai terpancing. Ia menendang Chris hingga anak itu terlempar beberapa meter.
"Setelah aku menyudahinya, aku akan melahap mu juga!" Kata siluman Double sambil berjalan menghampiri Chris yang terbaring tidak berdaya.
"Dengan begini Chris akan benar-benar terbunuh!" Kata Helga cemas.
"Tidak, masih ada satu cara!" Ujar kamandanu.
"Apa itu?"
"Rangka Double yang belum berkembang dari keadaan sebelumnya. Bila Chris bisa mengenainya disitu. Meskipun demikian, aku tidak yakin Chris bisa melakukan itu!" Jelas Kamandanu. Nalurinya akan strategi cukup tinggi. "Tidak akan diragukan lagi. Itu akan menjadi berat untuknya!" Imbuhnya.
"Satu-satunya cara yang tersisa memang tindakan bunuh diri. Jika ia gagal nyawanya yang akan lenyap!" Sahut L.
Siluman Double mengangkat Chris dan memukulnya, hingga tubih Chris kembali terlempar. Chris benar-benar terlihat sudah tidak berdaya lagi.
"Hei, apa yang terjadi pada semangat diawal tadi?" Tanya siluman Double."apa kamu sudah putus harapan?" Imbuhnya.
Chris mulai serius sekarang. Ia memikirkan langkah yang akan ia lakukan sekarang. "Aneh, dia memakan semua kekuatanku. Tapi tubuhnya malah membesar kesamping. Apa mungkin ..." Pikirnya dalam hati, "tidak, tidak ada waktu untuk ragu-ragu ... Itu satu-satunya cara yang bisa diandalkan sekarang!"
Double terus berjalan menghampiri Chris, "Apa yang mau kamu katakan? Apa kamu menyerah dan mulai membaca puisi kematianmu atau sesuatu?"
Chris mengepalkan tangan karena tidak terima diremehkan begitu saja oleh Siluman Double. "Kamu benar-benar mengatakan apa yang kamu suka, kan?" Ukuran tongkatnya benar-benar kecil sekarang.
"Waktu habis, aku akan menempatkan mu untuk beristirahat sekarang!" Double mengayunkan tangannya tinggi-tinggi dan bersiap hendak menerkam Chris.
Chris berteriak guna mengerahkan segala kekuatannya yang masih tersisa, hingga tongkat yang semua kecil menjadi panjang kembali.
"Aku akan menyerahkan semua bayangan yang ku miliki!" Ia berdiri sambil mengacungkan senjatanya ke arah Siluman Double, "Dan memberikannya padamu!" Imbuhnya.
Chris menusukkan tongkatnya tepat mengenai perut Double hingga terciptalah kilatan cahaya berwarna ungu yang menyilaukan pandangan.
"Berhenti Chris! Jangan putus asa!" Teriak Helga.
Tapi lagi-lagi Chris sama sekali tidak menggubrisnya. Hingga tongkat Chris sudah terserap sepenuhnya oleh Double. Chris mendongak kearah Double sekilas lalu tertuduk dan ambruk begitu saja.
"Chris!"
"Dia sudah gila karena memberikan kekuatan dengan percuma!" Kata Double dengan sombongnya, "Bagiku dia belum melunasinya. Sekarang mari kita mulai proses pelunakan daging supaya mudah dimakan!"
"Sial!"
Helga hendak mengeluarkan kekuatannya. Namun segera ditahan oleh Kamandanu.
__ADS_1
"Tunggu! Ada yang aneh dengan Double!"
Benar saja, Double tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan perutnya. Meski berkesan susah payah, Chris memaksakan diri untuk bangkit, "Seperti apa yang aku pikirkan!"
"A, apa?"
"Makan berlebihan akan beresiko buruk untukmu! Terutama dari kekuatan pengendali bayangan seperti ku!"
"Jangan menakut-nakuti aku lagi, Chris!" Pinta Helga, gadis itu akhirnya bisa bernafas lega.
"Sial!" Double berjalan mendekati Chris,namun baru dua langkah ia berjalan perutnya tiba-tiba bergejolak seperti hendak memuntahkan sesuatu. Perutnya meledak begitu saja. Menghasilkan pusaran bayangan yang mirip tornado. Ia pun jatuh ke dalam jurang.
"Kamu berhasil, Chris!" Ucap Helga bangga.
"Jumlah kekuatan bayangan Chris semakin bertambah. Hanya sedikit yang bisa ditolerir tubuhnya," Jelas Kamandanu.
"Ini kasus terburuk keracunan makanan dalam sejarah, hahaha!" Helga tertawa terbahak-bahak.
"Bukan waktunya untuk menertawakan dia, Helga!" Chris memperingatkan. "Aku akan semakin dekat dengan kematian kalau tidak segera mengambil kembali kekuatan ku yang tersisa!" Imbuhnya.
"Apa kamu baik-baik saja, Christian?" Tanya Kamandanu saat mereka bertiga menghampiri Chris yang tidak beranjak dari duduknya.
"Yah, begitulah. Setelah beristirahat beberapa saat kondisi ku pasti akan pulih!" Jawab Chris.
"Nah, dalam aspek apapun, kita telah mengalahkan mereka berdua. Setelah ini giliran ku dan L yang akan maju!"
"Tentu ... Mudah bagimu untuk mengatakannya!" Cibir L.
Helga kembali merasa frekuensinya telah terhubung dengan Alda kembali.
------------------------
--- Mode Telepati On ---
------------------------
Helga: Ya?
Alda: Bagaimana situasi disana? Apa kau sudah berhasil mengalahkan setidaknya tiga dari empat hewan suci?
Helga: Kebodohan seperti apa itu? Ini bukan lawan yang gampang dihadapi, lho!
Alda: kerusakan semakin menyebar ke kota. Sekarang siapa saja yang kena akan semakin sulit diatur. Tampaknya akan segera tenang. Jadi insiden ini belum begitu besar. Tapi mungkin serangan serangga-serangga perubah kejahatan bertambah!"
Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal yang sudah dikuasai oleh serangga perubah niat jahat menghampiri Alda. Namun dengan gesitnya Guide itu menyemprotkan obat serangga dan melumpuhkan orang itu.
Alda: Sampai nanti, Helga! Aku mulai sibuk disini!
-------------------------
--- Mode Telepati off ---
-------------------------
Baru saja Helga memutus percakapan jarak jauh, lantai tempat mereka berpijak tiba-tiba bergetar hebat disertai auman yang kuat.
"Tidak mungkin!" Kata Helga. Ia jelas tahu Auman milik siapa itu.
"Tidak, dia baik-baik saja!" Sahut Kamandanu. Lantai tempat mereka berpijak mulai retak.
"Ini buruk! Dia pingsan!" Helga dan yang lainnya berlari ketempat yang aman hingga area pertarungan itu runtuh ke bawah.
"Jujur saja, aku terkesan kalian datang padaku, meski ini beresiko dalam kehidupan kalian sehari-hari". Suara yang tidak diketahui darimana asalnya itu milik Double. Jadi bisa dikatakan kalau siluman itu masih hidup! "Sebagai penghormatan, aku akan mengantarkan kalian ke kamar ku! Ruang neraka!"
Ruang neraka?
"Jadi apa yang akan kau lakukan?" Tanya Double sambil tertawa mengejek.
"Baiklah! Aku akan pergi kemana saja!" Jawab Chris dengan songongnya. Helga baru tahu kalau teman sekelasnya ini punya sifat yang aneh seperti ini.
__ADS_1
Sebuah pintu terbuka, menampilkan sebuah lorong yang berwarna merah menyala seperti api. Panas. Suhu disekitar mereka tiba-tiba meningkat. Entah kemana siluman itu pergi
Meski begitu, Helga dkk terus berjalan masuk ke dalam.
Semakin masuk, udara terasa semakin panas. Hingga mereka sampai dilautan lahar panas yang mendidih. Chris merobek lengan bajunya dan melemparkannya ke bawah dan langsung terbakar.
"Jika jatuh ke sini, kita tidak punya harapan!" Kata Chris kemudian.
"Ini pemandangan yang bagus bukan?" Tanya siluman Double yang berdiri di tengah-tengah sambil berpijak pada pijakan yang tersebar dilautan lahar itu. Ia dalam kondisi baik meski sempat dibuat sekarat oleh Chris beberapa saat yang lalu.
"Bajingan itu! Dia masih hidup!" Ungkap Chris kesal.
"Dia memang pantas disebut monster, ya?!" Komentar Helga.
"Seperti yang kalian lihat. Dibawah ini adalah cairan asam sulfat yang akan melarutkan tulang kalian jika jatuh ke bawah!" Kata Double, "Jadi ayo kita mulai, siapa yang merasa bernyali besar, lawanlah aku!" Imbuhnya.
"Kamu hanya tidak tahu kapan kamu akan mati! Kami akan menghabisi kalian semua! Lihat saja nanti!" Ucap Helga gregetan.
"Tunggu! Aku pikir aku lawan yang pantas untuknya!" Kata Chris meyakinkan.
Double tertawa, "Aku tidak peduli siapa itu, karena itu hanya akan mengubah urutan bagaimana kamu mati!"
"Cukup dengan omong kosong mu! Akan aku buat kamu tidak bisa menghantui orang lain lagi!" Chris memperingatkan. Padahal ia juga banyak omong.
"Jangan memasarkan diri, Christian. Kamu telah berhasil. Tinggalkan sisanya untuk Helga dan pulihkan beberapa kekuatan mu. Kamu dapat membantu dikemudian!" Saran L.
"Jangan bercanda! Pertarungan satu lawan satu tidak seperti baseball! Aku tidak akan meninggalkan segalanya untuk setiap Ace penghalang!" Tolak Chris.
"Cih! Makhluk tidak masuk akal!" Cibir L. Ia kesal karena Chris tidak mau mendengar saran darinya.
"Kalau dia sudah berkata begitu, tidak akan ada yang mampu mencegahnya!" Kata Helga dengan wajah datar.
"Dia pasti akan membuat pertunjukan menarik untuk mantan pengendali api seperti mu." Ucap Kamandanu sambil tersenyum. Hubungannya dengan Helga dimasa lalu lumayan akrab.
"Ada apa? Apa kau kehilangan nyali?" Tanya Double remeh.
"Diam! Aku datang sekarang!" Chris melompat ke salah satu pijakan. Karena terlalu semangat, pijakannya runtuh sebagian. Untung Chris tidak sampai jatuh ke lautan panas. Ia hampir mati bahkan sebelum pertempuran dimulai.
"Chris, apa perlu kita bertukar tempat?" Tanya Helga. Rasa cemas kembali menerpanya.
"Diam! Ini hanya kecelakaan!" Tolak Christian. Udaranya terasa panas hingga ia terpaksa melepas seragam sekolahnya. "Dan sekarang pertarungan dimulai!" Chris kembali mengeluarkan tongkatnya dan memutar-mutarnya, "kali ini aku akan membuatmu pergi untuk selamanya!"
"Baiklah! Akan aku perlihatkan teknik rahasia terbesarku!" Kata siluman Double. Ia mengepalkan kedua tangannya, lalu menyentuh lehernya sambil melolong keras. Seberkas sinar hijau terkumpul di mulutnya, lalu ia arah kan ke Chris. Itulah yang dinamakan teknik gelombang kejut Auman harimau.
"Bola apa ini? Dengan pukulan home run yang datang dari teknik baseball, aku akan mementalkannya keluar!"
"Berhenti! Jangan menyentuh bola itu!" Kamandanu memperingatkan.
Mendengar itu, Chris langsung melompat ke pijakan lain. Saat menoleh ke belakang, ia melihat pijakannya tadi lenyap tak berbekas. "A, apa itu?" Tanyanya agak terbata.
Double tertawa melihat reaksi Chris. "Apa kamu melihat itu? Itu ledakan gelombang kejut Auman harimau ku! Sebuah lolongan super yang mana apapun yang disentuhnya akan menjadi abu!" Kata Siluman itu dengan sombongnya.
"Aku telah mendengar kabar ada hewan suci yang dapat menciptakan bola dalam dirinya sendiri yang akan menghancurkan molekul apapun. Aku rasa Double lah yang dimaksud!" Ujar L datar tanpa ekspresi.
"Apa Chris bahkan tidak bisa memukulnya dengan tongkat bayangan?" Tanya Helga penasaran.
"Tidak, jika ia menyentuhnya maka semua akan berakhir. Satu-satunya hal yang dapat kau lakukan adalah lari dari teknik ini!" Jawab L.
"Tidak ada yang bisa kamu lakukan!" Kata siluma Double. Ia kembali menyerang Chris, dan Chris pun berpindah-pindah pijakan dengan gesitnya. Begitu terus hingga tidak ada lagi pijakan yang bisa dijangkau kaki Chris.
"Satu-satunya hal yang dapat kamu lakukan adalah datang padaku. Namun untuk melakukan itu, kamu harus menggunakan pijakan itu. Apa kamu tahu artinya? Jika aku menghancurkan pijakan itu maka kamu tidak akan bisa berbuat banyak seperti pindah dari sana. Semua akan menuju kematian!"
"Sayang sekali ya, ternyata kamu salah satu pemegang prinsip terlalu lama dalam mengambil tindakan. Ada apa? Apa kamu terlalu takut untuk mengatakan sesuatu?"
Chris yang diremehkan seperti itu bertambah kesal. Ia menatap tajam kearah Double saat siluman itu hendak menyerangnya. "Aku tidak akan terluka hanya dengan ini!" Batinnya.
Ia melompat dan memanjangkan tongkatnya untuk dijadikan tiang dan melayang ke arah Double, lalu memukulnya dengan sekuat tenaga hingga Double jatuh kebawah. Hampir saja Chris ikut terjatuh kalau saja ia tidak berpegangan.
Chris telah menang tipis dari Double, namun kesulitan yang menanti Helga dan yang lainnya akan terus berlanjut.
__ADS_1