Si Bersih & Si Jorok

Si Bersih & Si Jorok
Bab 14 Ketahuan


__ADS_3

Satu sekolah heboh sejak pagi. Mereka memasang foto Dovan di Mading sekolah dengaan tulisan Dicari Anak Jenderal!.


"Wah gila nih si Dovan jadi tranding topik disekolah!" gumam Fajar.


"Jar ini maksudnya apa sih? kok Dovan anak Jenderal gimana sih maksudnya?" tanya Kiki, Marsya dan Mila berdiri di samping Kiki ikut menyimak penjelasan Fajar.


"Duh gue nggak tahu" Fajar menggaruk kepalanya, ia takut kena marah Dovan.


"Udah deh Jar kamu pasti tahu sesuatu kan tentang Dovan?" paksa Kiki.


"Duh Ki gue nggak tahu apa-apa! bener dah!"


"Lagian semua satu sekolah juga udah tahu jadi ngga guna lagi kamu bohong sama kita-kita" semprot Kiki.


"Iya deh, jadi Dovan tuh emang anak Jenderal"


"Hah? "Marsya sama Mila juga terkejut mendengar langsung dari Fajar.


"Tapi kok nggak kelihatan sama sekali" kata Marsya. Ia sedang menilai ulang penampilan Dovan yang sama sekali tidak mencerminkan anak seorang Jenderal.


"Makanya Sya jangan cuma menilai orang dari luar aja, lu tahu nggak Dovan tu kaya raya. gue pernah ke rumah nya"


Marsya terdiam malu campur kesel. Kenapa Dovan yang selama ini ia musuhi ternyata anak orang penting.


"Dovan pakai mobil bobrok ya karena dia suka itu mobil milik ibunya. Di garasi rumah nya gue lihat berjejer kok mobil bagus"


"Menarik banget ya ternyata Dovan pribadi yang misterius" kata Mila. Ia makin suka sama Dovan bukan karena Dovan anak orang kaya tapi karena Dovan menarik baginya.

__ADS_1


"Sya aku mau bicara" Rizky mendekati Marsya.


Keduanya menyingkir dari yang lain dan pergi ke taman sekolah.


"Sya kamu udah tahu kalau si Dovan..."


"Udah aku tahu dari Fajar, udahlah biarin aja mau dia anak presiden juga nggak ada urusan sama aku"


Rizky tersenyum menang. Ia sudah takut aja kalau Marsya terpengaruh sama gosip baru soal Dovan. Ternyata Marsya tetap nggak suka sama Dovan meski tahu latar belakang Dovan itu anak siapa.


Sementara Mila sibuk mencari Dovan di area sekolah.


"Van..akhirnya ketemu juga"


"Stttt! Ada apa Mil?"


"Kamu bikin heboh satu sekolah tahu"


"Heboh kenapa sih?" Dovan sudah tahu kalau dia lagi jadi topik pembicaraan makanya dia ngumpet di tempat pak War penjaga sekolah.


"Ya mereka ngomongin kamu, ngomongin bapak kamu bapak Jenderal"


"Ah biasa aja Mil, udah cuekin aja"


Mila tersenyum memandang Dovan. Ia semakin salut sama Dovan. Jarang sekali ada anak muda yang nggak bangga sama harta orang tuanya.


"Van nanti pulang sekolah kamu mau nggak nonton sama aku"

__ADS_1


"Nonton film maksudnya?"


"Iya..."


"Boleh deh tapi aku kucel gini"


"Hahaha aku bukan Marsya, kamu tenang aja"


"Iya kalian berbeda banget..."


"Marsya kayak gitu juga ada sebabnya kok"


"Emang sebabnya apa?"


"Dulu sewaktu kecil dia sempat sakit gitu karena jajan sembarangan dan main di tempat yang kurang bersih"


"Masa sampai segitunya Mil?"


"Iya karena setahuku ia sampai di rawat di rumah sakit gitu"


Dovan mengangguk paham, jadi selama ini Marsya memang trauma dengan virus dan kejorokan karena dulu pernah punya pengalaman yang nggak enak.


"Oke deh sampai jumpa nanti pulang sekolah ya"


"Oke Mil"


Marsya berdiri di kejauhan memandangi Dovan dan Mila yang terlihat akrab. Ia semakin kesal.

__ADS_1


Kok ada aja sih orang tertarik sama si kucel itu?! Mila juga ngapain ikut-ikutan deketin dia!


__ADS_2