
Di karenakan ketua OSIS yang lama pindah sekolah jadi ada ketua OSIS baru yang menggantikan yaitu Dovan.
Kagetnya Marsya baru tahu jika Dovan di Lantik menjadi ketos.
"Si buthek dan kumel itu jadi ketos? yang bener Ki?" Marsya menarik lengan Kiki.
"Sya jangan gitu ah, ntar kamu naksir loh sama dia"
"Nasir si kucel itu?! iehhh enggak!"
"Sya kamu pernah merhatiin nggak sih kalau sebenarnya Dovan itu ganteng badannya juga tinggi tegap. Yah emang dia kelihatan cuek sama penampilan tapi kalau kamu pacaran ma dia kamu bisa tuh ngajarin dia biar bersihan dikit"
"Ah gila kamu Ki, pacaran sama si kumel itu?!serem banget!" Marsya beranjak pergi ke kantin ia berpapasan dengan Rizki di depan kelas sebelas C.
"Hai Sya mau ke kantin?"
"Eh Iyah"
"Boleh bareng nggak?"
"Emmm iya deh"
Rizki ini golongan cowok basket yang populer di sekolah. Dia satu kelas sama Dovan bedanya Rizki terlihat ganteng dan rapi. Ia juga selalu bersih dan wangi. Cewek-cewek banyak yang naksir sama si Rizki ini. Termasuk Marsya yang diam-diam juga suka sama Rizki.
Jadilah Marsya dan Rizki ke kantin berdua soalnya Kiki bawa bekal jadi dia nggak ngantin.
"Kamu mau pesan apa Sya?" tanya Rizki.
__ADS_1
"Aku bakso aja deh"
"Mbak Tanti bakso dua ya" kata Rizki pada mbak Tanti penjual di kantin.
Marsya berdiri dari duduknya dan pergi ke dapur mbak Tanti.
"Mbak kok mangkok kotornya di rendam air di ember gitu sih? kenapa nggak langsung di cuci aja? itu bisa menyebar dong kuman nya mbak!"
"Udahlah neng sana pergi"
"Mbak mangkok yang buat saya tadi juga di rendam disitu? ih tolong bilas pakai air panas dulu mbak"
"Iyaaaaa" mbak Tanti yang sudah hapal betul dengan Marsya menurut saja dari pada ia makin gedek sama Marsya.
Marsya sudah duduk kembali di depan Rizki. Tidak berapa lama pesanan datang dua mangkok bakso.
Sementara Marsya kembali ke dapur mbak Tanti membawa sendok dan garpu.
"Apa lagi neng?" tanya mbak Tanti jengah.
"Mbak minta air panasnya dong buat bilas sendok"
"Nih" mbak Tanti menuangkan air panas dari termos ke dalam mangkuk. Marsya langsung mencelupkan sendok nya dan mengaduknya dengan air panas agar kumannya musnah.
"Kenapa sih Sya?" tanya Rizki yang lama-lama mulai Ilfiel juga sama Marsya.
"Ini bilas sendok dulu siapa tahu tadi ada kumannya soalnya nyucinya nggak bersih"
__ADS_1
Rizki cuma geleng kepala trus dia makan baksonya daripada ngurusin Marsya bisa gila dia.
Di sebrang meja di kantin itu Dovan dan Fajar juga lagi makan siang.
"Jar salam ya buat tu cewek" kata Dovan.
"Cewek yang mana?" Fajar celingukan mencari sosok cewek yang di maksud Dovan.
"Itu si Marsya"
"Wah gila lu bro! dia mana mau sama lu" reaksi Fajar ini tergolong normal jika melihat tampilan Marsya si super bersih dan Dovan si super jorok.
"Kenapa emangnya? gue nggak jelek-jelek amat"
"Van lu tu emang nggak jelek malah ganteng sebenernya kalau lu mau tampil bersih dan minimal lu mandi gitu"
"Enak aja gue mandi tau"
"Yah lu mandi kan kalau pas inget aja"
"Emang sebegitunya ya si Marsya?"
"Bro gue temen sekelas dia aja Ilfiel ma dia sama kaya dia liat lu pasti Ilfiel"
"Huuuu" Dovan melempar gulungan tisue ke arah Fajar.
Sepulang sekolah ada rapat OSIS, Dovan terlihat mediskusikan tentang Mading sekolah dengan anggotanya. Termasuk membahas acara tujuh belas Agustus nanti yang akan diadakan di sekolah.
__ADS_1