
"Sudah lama pulang dari luar negeri?"
Dovan senyum-senyum sendiri di ruang kerjanya sambil memegangi keningnya yang membiru.
Marsya ternyata tidak berubah, masih sama seperti dulu. Cantik, modis dan kinclong. Dovan senang Marsya masih mengingat dirinya.
Setelah pertemuan singkat pagi itu Dovan dan Marsya memang belum berkomunikasi lagi. tidak ada jumpa kangen dan juga makan siang bersama.
Hanya pertemuan singkat beberapa menit tapi bisa membuat hati Dovan bergetar beberapa jam.
"Sya kamu memang nggak berubah masih cantik dan perhatian" gumam Dovan.
tuk...tuk...
pintu ruang kerja Dovan di ketuk,
"Ya masuk"
Fajar memasuki ruangan Dovan sambil membawa laptopnya.
"Hah kenapa tuh pak?" tanya Fajar sambil melihat luka di kening Dovan.
"Pak? panggilan apaan itu?"
"Kan sekarang lu bos gue Van jadi gue harus sopan dan hormat dong sama owner perusahaan"
"Apaan sih lu lebay banget"
"Pokonya gue panggil Lundi kantor pak, soalnya gue nggak enak sama karyawan yang lain"
"Yaudah deh serah lu aja"
"Kenapa tuh kening?"
__ADS_1
"Cuma insiden kecil tadi pagi"
"Oh...."
"Ada apa?"
"Ini program baru untuk perusahaan apa bapak setuju?" Fajar membuka laptopnya dan menunjukan program yang ia buat khusus untuk pengamanan data perusahaan.
"Oke bagus, oh ya tolong buatkan juga program baru untuk periklanan. beberapa produk kita ada yang harus di iklankan secara online"
"Siap nanti akan saya buatkan dalam waktu dua hari bisa di kaki di meeting"
"Oke.."
Fajar kembali ke kubikel nya bersama staf lain. sementara Dovan lanjut dengan pekerjaannya.
🍒🍒🍒
"Oh enggak papa"
Rizky mengangguk tapi ia curiga ada sesuatu yang di sembunyikan Marsya karena Marsya terlihat lebih banyak diam sejak tadi.
"Oh ya Riz aku pergi dulu ya, jam praktek ku sudah selesai aku ada urusan lain"
"Iya Sya tapi...."
Marsya segera pergi meninggalkan kantin rumah sakit untuk bertemu Kiki.
"Ki kamu tahu kan tentang kepulangan Dovan dari luar negeri?" cecar Marsya.
"Iya tahu, Dovan memang kembali beberapa Minggu yang lalu"
"Kenapa kamu nggak ngasih tahu aku Ki?"
__ADS_1
"Kenapa harus ngasih tahu kamu Sya?"
Wajah Marsya memerah dan salah tingkah.
"Sya kalian habis ketemuan ya?"
"Enggak! siapa yang ketemuan! Dovan tadi pagi ke rumah sakit karena memeriksakan dirinya dan nggak sengaja kita bertemu"
"Dovan kenapa Sya?"
"Nggak apa-apa dia cuma sedikit terluka di bagian keningnya katanya kebentur setir mobil"
"Oh, kalian sempat ngobrol?"
"Enggak dia langsung pergi"
"Dovan sekarang jadi ganteng maksimal kan Sya? dia udah nggak kucel kayak dulu kan?" sindir Kiki.
Dovan sekarang memang lebih tampan, wajahnya terlihat lebih dewasa. penampilannya juga bersih dan klimis dengan stelan jasnya.
"Biarin aja nggak ada hubungannya penampilan Dovan sama aku"
"Kalau nggak ada hubungannya sama kamu terus ngapain kamu sekarang nyari aku? kita ketemu siang ini alasan kamu sebenarnya cuma pingin nanya soal Dovan kan Sya?"
"Kiki!!!! " Marsya kesal dari tadi Kiki menebak isi pikirannya terus.
Malam harinya Marsya tiduran sambil memikirkan Dovan. pertemuannya tadi siang dengan Dovan rupanya membangunkan kenangan lama saat Marsya dan Dovan masih sekolah dan pacaran.
Ada penyesalan di hati Marsya yang sudah memutuskan hubungan sama Dovan hanya karena Dovan kucel dan dekil.
Penampilan orang bisa berubah seiring berjalannya waktu dan tuntutan pekerjaan. Seperti Dovan sekarang yang terlihat berbeda dan itu mengganggu pikiran Marsya.
Selama ini Marsya diam-diam masih memendam rasa dan menunggu Dovan. karena itu ia tidak pernah menanggapi Rizky yang mencoba mendekatinya sejak dulu.
__ADS_1