
Selesai makan di restoran Dovan mengantar teman-temannya pulang dan yang paling terakhir di antar adalah Fajar. Dovan sengaja mau nyari tahu soal Rizki dari Fajar.
"Jar lu tahu banyak soal si Rizki?"
"Yah sedikit banyak gue tahu Van gue kenal sama si Rizki dari kita masih SD!"
"Gue lihat dia ada tujuan nggak baik deketin si Marsya, Gimana menurut lu?"
"Gue sependapat karena gue udah sering denger cewek-cewek yang Deket sama dia pasti ujung-ujungnya di manfaatin doang"
"Gemes gue Jar ma tu plyboy kadal"
"Trus lu mau apa? Van lu jangan gegabah bisa-bisa Marsya malah makin nggak suka sama lu kalau tu playboy lu apa-apain"
Benar juga kata Fajar, saat ini Marsya kelihatan lagi seneng banget Deket sama si kadal.
"Trus gue harus diem aja gitu Jar?"
"Bro kita serang tu si playboy dengan cara buktiin ke Marsya kalau Marsya cuma di manfaatin aja Sama Rizki"
"Cara nya?"
"Udah gue yang mikirin, udah lu pulang sana ntar di cari pak Jendral lagi"
"Wah sialan lu! yaudah gue cabut ya"
"Oke.."
__ADS_1
Dovan meluncur dengan mobilnya menuju rumah. Ia sebenarnya lagi nggak mau pulang ke rumah karena ada ibu tirinya yang bikin males.
Dengan malas Dovan berjalan menuju pintu rumah yang tertutup. Mbok Yem pasti udah di belakang pintu buat nyambut Kepulangan Dovan.
"Hai mbok" sapa Dovan begitu membuka pintu rumah.
"Emang aku mirip mbok Yem?"
Dovan terkejut dan memandang gadis manis di depannya. Gadis itu Monic adik tiri Dovan bawaan dari si ibu sambungnya. Jadi Dovan dan Monic tidak ada hubungan darah.
"Ngapain lu nyambut gue? kata Dovan ketus. Ia berjalan cepat menuju anak tangga.
"Gue mau ke toko buku nanti malem, anterin dong"
"Ogah?"
"Bang anterin dong ...."
"Van anterin dong"
"Ngelunjak nih anak! eh lu jangan sok akrab sama gue! lu ma ibu lu tu sama perebut kebahagiaan orang! pergi lu!"
"Bang anterin dong, aku ada tugas sekolah"
"Kenapa nggak pergi sama supir atau temen lu gitu?!"
"Supir di pakai mama sama bapak nanti malam, aku kan nggak da teman bang"
__ADS_1
Dovan terdiam, ia tahu si Monic suka di bully gara-gara emaknya yang tertuduh sebagai pelakor. Semua tahu kalau emaknya si Monic ini merebut pak jendral dari ibu kandung Dovan.
"Ganti baju sana!" Dovan benci sama Monic ia juga benci sama ibu tirinya tapi ia tidak tega melihat Monic sengsara.
Tu anak kan nggak tahu apa-apa, mana gue maki-maki dia terus.
Tak berapa lama Monic siap sambil merapikan rambutnya. Ia terlihat semakin manis dan cantik. Usia Dovan dan Monic hanya terpaut dua tahun. Kalau yang nggak tahu pasti mereka di kira pacaran.
Dovan berjalan menuju mobilnya di halaman. jadilah ia pergi mengantar Monic ke toko buku.
Sesampainya di toko buku Monic terlihat asyik dengan jajaran novel remaja yang berada di rak paling ujung.
"Ah ketipu gue, tu anak mau beli novel buka mau nyari buku buat tugas sekolah" guman Dovan.
"Van lu disini?" Dovan terkejut saat melihat Rizki menyapa Dovan.
"Hah gue nggak salah? seorang Dovan pergi ke toko buku?" kata Rizki sambil menahan tawa. Dovan menahan kejengkelannya, ia diam dan tidak menggubris Rizki.
Rupanya Rizki pergi ke toko buku itu dengan cewek lain.
"Bukannya lu lagi deketin Marsya?" kali ini Dovan terlihat peduli.
Enggak gue cuma manfaatin si cewek aneh itu, lu kira gue suka sama dia? males banget gue! sok bersih banget anaknya nyerocos Mulu soal kebersihan bikin pusing!"
Dovan mengepalkan tinjunya dan menghantam hidung Rizki. Keributan terjadi hingga satpam toko buku bergerak memisah keduanya.
"Bang lu kenapa sih malah adu jotos disini, yuk pulang!" Monic menarik tangan Dovan.
__ADS_1
"Oh jadi si kucel ini udah punya cewek ya,? Cantik juga cewek lu, neng...lu buta ya mau-maunya sama si buluk ini"
Dovan kembali mengangkat tangannya yang tidak sabar ingin menghadiahi Rizki dengan bogem mentah nya. Monic keburu menahan dan mengajak Dovan pergi dari toko buku itu.