Si Bersih & Si Jorok

Si Bersih & Si Jorok
Bab 4 Playboy


__ADS_3

Siang itu di kantin sekolah Rizki mendekati Marsya yang sedang makan dengan Kiki.


"Hai Sya...hai Ki" sapa Rizky.


"Hai Riz.." Marsya terlihat sumringah sementara Kiki cuek. Kiki kurang suka dengan Rizki apa lagi kelihatan banget Rizki mau deketin Marsya.


"Sya nanti pulang sekolah kamu mau nggak aku ajak ke toko buku"


"Boleh"


"Oke deh sampai nanti ya Sya" kata Rizki terlihat senang. Sebelum pergi ia tidak lupa tersenyum manis pada Marsya.


"Ngapain kamu Deket sama si Rizki Sya? pakai mau lagi di ajak jalan bareng"


"Jalan bareng apaan? orang cuma ke toko buku"


"Itu namanya jalan bareng, ke toko buku kan cuma alasan doang"


"Ah udahlah dari pada aku pergi Sama Dovan mending sama Rizki bersih, wangi, ganteng"


"Serah deh Sya tapi jangan nangis kalau kamu ketipu sama tu kadal"


"Enggak lah ketipu apa coba"


Jadilah siang itu sepulang sekolah Marsya dan Rizki pergi berboncengan ke toko buku. Beberapa siswa memperhatikan keduanya dari parkiran sekolah.


"Van lihat tuh si playboy deketin si cewek aneh" Fajar terlihat tidak suka. Ia sama dengan Kiki tidak suka dengan Rizki.


"Udah biarin aja, toh cocok kok mereka. Rizki bersih, ganteng, anak basket Marsya pasti suka"


"Lu juga ganteng Van"


"Haha Jar tapi gue jorok minta ampun, anak gunung mana mau Marsya ma gue"

__ADS_1


"Eh Van gue main dong ke rumah lu"


"Eh lu mau main ke rumah gue? ngapain?" Dovan terlihat gugup.


"Kenapa? kita bisa main game bareng"


"Tapi..."


"Udah lah yok pelit amat main aja nggak boleh?!"


Fajar membuka pintu mobil tua Dovan dan langsung naik. Dovan nggak ada pilihan akhirnya ia membawa Fajar ikut ke rumahnya.


Sementara di toko buku G, Rizki dan Marsya terlihat sedang memilih buku kesukaan masing-masing. Rizki membeli dua buku sedangkan Marsya membeli sebuah novel.


Keduanya mengantri di kasir untuk membayar. Rizki terlihat menggerayangi kantong celananya.


"Sya duh...


"Kenapa Riz?"


"Oh oke, nggak usah pinjem pakai aja uang aku"


"Ah yang bener Sya? tapi aku nggak enak sama kamu"


"Udah santai aja Riz"


"Oke deh makasih ya Sya"


"Sama-sama"


Rizki dan Marsya keluar dari toko buku G keduanya berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor.


"Sya deket sini ada tempat makan yang enak deh, kamu mau coba nggak?"

__ADS_1


"Boleh yuk"


"Eh tapi aku kan nggak bawa dompet Sya, besok aja ya"


"Udah santai aja yuk kita mampir buat makan siang, aku penasaran makanannya kayak apa"


"Bener nih nggak apa-apa Sya?"


"Iyaaa yuk"


"Oke deh, yuk"


Rizki mengajak Marsya ke restoran yang makanannya terkenal enak dan harganya juga lumayan menguras kantong.


Marsya memandang menu dan harga yang tertera di samping jajaran menu itu. Ia memicingkan alisnya sedikit.


"Sya kenapa? harganya kemahalan ya? atau kita mau pindah aja?"


"Udah nggak usah nggak papa kok uang ku cukup kalau cuma buat ini doang. Pesan yuk"


Marsya memesan makanan yang menurut dia paling enak. Rizki juga memesan makanan kesukaannya.


"Kamu biasa makan disini?" tanya Marsya.


"Iya Sya aku sama papi dan mami aku suka kesini"


"Oh gitu..."


"Sya besok aku boleh jemput kamu ke sekolah?".


"Boleh aja"


"Tapi naik motor Sya"

__ADS_1


"Nggak masalah kok"


Selesai makan Marsya bergegas membayar bill nya lalu keduanya pulang. Rizki mengantarkan Marsya ke rumah dengan motornya.


__ADS_2