Si Bersih & Si Jorok

Si Bersih & Si Jorok
Bab 6 Akal Bulus


__ADS_3

Sebelum ke sekolah Rizki terlihat menjemput Marsya di rumahnya. Kedua nya berboncengan menuju sekolah mereka.


"Sya kamu kenal sama Dovan?" tanya Rizki tiba-tiba saat sampai di parkiran sekolah dan disana kebetulan ada Dovan yang baru keluar dari mobil tuanya.


"Kenal tapi ya sekedar tahu aja soalnya dia kan temenan dekat sama Kiki dan Fajar"


"Oh gitu, tapi kalau dia suka sama kamu gimana?"


"Hah suka sama aku? Dovan? ih enggak" Marsya melirik kesal ke arah Dovan yang seperti biasa kelihatan tidak rapi. Seragam lusuh tidak di masukan dan acak-acakan penampilannya.


"Iya Sya kamu jangan dekat-dekat sama dia bisa terkontaminasi virus. Lihat aja tu dia jorok banget gitu"


"Udah lah jangan bahas dia lagi"


"Iya-iya, eh nanti sore aku tanding basket kamu mau lihat"


"Iya pasti"


"Makasih ya Sya"


"Makasih buat apa?"


"Ya kamu mau temenan sama aku"


"Oh iya..."


Sorenya sepulang sekolah Marsya mengajak Kiki buat nonton pertandingan basket di halaman sekolah. Tapi di saat bersamaan ada acara climbing juga di samping sekolah.


"Duh Sya kita udah janji mau lihat Dovan lomba climbing jadi sorry ya kita nggak bisa nonton Rizki tanding basket" kata Kiki sembari melirik Fajar.


"Iya Sya mending lu ikut kita aja lihat Dovan tanding daripada lihat si Rizki tanding, emang lu mau ngumpul sama para cewek alay yang ngefans tuh sama dia?"


"Iya juga sih males"


"Iya ntar disana juga banyak kuman"

__ADS_1


"Emangnya di tempat tanding Dovan nggak banyak kuman gitu?" tanya Marsya kesal.


"Ya elah kan kita duduk santai dari kejauhan nggak bergerombol" kata Kiki mencoba mempengaruhi Marsya..


"Yaudah deh aku ikut kalian aja"


Jadilah Dovan yang sedang persiapan bertanding di bisiki oleh Fajar kalau Marsya juga datang buat ngasih dukungan.


"Yang bener Jar masa dia ngasih gue dukungan? perasaan tadi pagi pas dia jalan sama Rizki dia lihat gue kesel banget"


"Beneran Van tuh dia" Fajar menunjuk Marsya yang sedang mengobrol dengan Kiki.


"Van lu harus menang ya"


"Iya deh" Dovan tersenyum sambil memandang Marsya yang terlihat cantik dengan rambut panjang lurus terurai.


Akhirnya pertandingan selesai, Dovan melepas semua atribut buat panjat tebing ya itu. Ia menang dan terlihat senang sambil berjalan menghampiri Fajar, Kiki dan tentunya Marsya.


"Gue menang, thanks ya support kalian"


"Wah selamat ya Van" kata Kiki


"Hah traktir?" Dovan terlihat bingung. Fajar langsung menginjak sebelah kaki Dovan.


"Oh iya ..boleh mau makan di mana?"


"Ya terserah lu aja"


"Sya kamu mau makan dimana?" Dovan terlihat perhatian dengan Marsya. Kalau Marsya yang pilih tempatnya pasti masakannya enak dan higienis.


"Emmm gimana kalau ke restoran dekat toko buku G"


"Hah yang mahal itu?" Dovan menggaruk rambutnya yang tidak gatal. Fajar menarik tangan Dovan menjauh dari Marsya dan Kiki.


"Van kesempatan lu buat ngajak Marsya makan. Kalau soal mahalnya kecil dong buat anak jendral?!"

__ADS_1


"Diem lu!"


"Iya maap" Fajar langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya sambil celingukan memastikan nggak ada yang menguping mereka. soalnya Fajar udah janji sama Dovan kalau nggak bakal ngasih tahu soal asal usul Dovan.


"Yaudah deh yuk cabut"


"Mobil kamu tumben wangi?" sindir Marsya yang duduk di depan bersama Dovan sementara Fajar dan Kiki duduk di belakang.


"Iyalah kan kata kamu aku harus jaga kebersihan"


"Cieeeeeee..." kata Fajar dan Kiki bersamaan


Marsya terlihat malu dan Dovan juga salah tingkah.


Sesampainya di restoran semua langsung memesan makanan tanpa terkecuali Marsya.


"Sya kamu sering makan disini?" tanya Dovan.


"Enggak kemarin aku di ajak Rizki ke sini dan makanan nya enak makanya aku ajak kalian kesini" Kiki dan Fajar langsung terlihat malas mendengar kata Rizki.


"Yang bayar lu pasti" sindir Fajar.


"Jar jangan gitu dong" kata Dovan merasa tidak enak sama Marsya. Kiki mengamati wajah Marsya yang sedikit salah tingkah.


"Jadi bener kamu yang bayar Sya? menu semahal ini kamu yang bayar?!" Kiki menjadi-jadi.


"Dompet Rizki ketinggalan jadi pakai uang aku dulu kan nggak masalah lain kali gantian"


"Jadi kalian beli buku juga pakai uang kamu?!"


"Iya Ki...."


Dovan tetap tersenyum tapi tangannya meremas taplak meja dengan gemas. Rasanya pingin banget nonjok muka mulus si Rizki playboy cap kadal yang nggak modal itu.


"Udahlah itu urusan Marsya sama Rizki kita jangan ikut campur. Yuk habisin makanannya habis ini kita pulang gue anter ke rumah masing-masing"

__ADS_1


"Elu emang baik banget Van gentlemen modal pula!" sindir Kiki.


Marsya hanya bisa menunduk malu, Rizki benar-benar terlihat nggak ada harga diri di depan teman-teman Marsya.


__ADS_2