Si Bersih & Si Jorok

Si Bersih & Si Jorok
Bab 18 Jadian


__ADS_3

Satu sekolah gempar karena pagi-pagi sudah tersiar kabar burung jika Dovan dan Marsya telah jadian.


"Jadi benar berita yang beredar Van?" tanya Fajar penasaran.


"Iya Jar gue udah jadian sama Marsya"


"Kapan? dimana lu nembak si Marsya?"


"Rahasia!"


"Oke deh Van sukses buat hubungan lu sama Marsya. Gue juga seneng lihat perubahan penampilan lu Van. rapi, bersih, wangi dan ganteng Van"


"Makasih ya Jar"


"Oh ya Monic apa kabar?"


"Halah modus lu!" Dovan berjalan menuju kelasnya dan meninggalkan Fajar yang cengar-cengir.


Jam istirahat makan siang tiba. Dovan, Marsya, Kiki dan Fajar sudah duduk di kantin.


Marsya wara Wiri ke dapur kantin memastikan mangkok dan sendok untuk nya di rendam air panas terlebih dahulu.


"Van lu yakin bisa bertahan sama Marsya?" tanya Kiki prihatin.


"Ya gue sih yakin Ki"


"Oke deh lu juga harus bisa tuh buat si Marsya berubah biar nggak terlalu banget sama yang namanya kebersihan!" tambah Fajar.


"Iya Jar gue juga lagi mikir soal itu"


Marsya duduk di samping Dovan, ia mengeluarkan tisu basah dan mengelap meja di depannya dengan tidur basah.


Fajar dan Kiki yang sudah hapal melengos males melihat keanehan Marsya.


"Van kamu juga hati-hati ya kalau jajan, jangan sembarangan perhatikan kebersihannya" kata Marsya meemukaai ceramah kebersihannya.


"Iya Sya"


"Oh ya Van kalau minum jangan jorok pakai di buat kumur segala ya?!"

__ADS_1


"Iya Sya..."


"Nanti pulang sekolah kamu anterin aku pulang ya, sekalian kamu cuci mobil kamu tuh"


"Iya Sya"


Fajar samma Kiki semakin prihatin sama Dovan.


"Menurut kamu mereka bakalan betah satu sama lain nggak sih?" tanya Fajar.


"Iya gue curiga besok mereka bubar. lihat aja tuh wajah si Dovan tertekan gitu"


"Tapi ada bagusnya juga sih, Dovan jadi berbeda dari biasanya"


"Iya juga sih"


Mila menghampiri Dovan di kelasnya. tentu saja saat itu Dovan sedang tidak bersama Marsya.


"Van..."


"Eh Mila kamu udah pulang dari liburan?"


"Tanya aja Mil?"


"Kamu beneran udah jadian sama Marsya?"


"Iya Mil"


"Selamat ya Van, yah semoga kalian langgeng dan jodoh"


"Makasih ya Mil, kita tetap berteman kan Mil?"


"Iya Van, yaudah aku pergi dulu"


Mila berlari ke toilet sekolah. Ia menangis sejadinya di toilet. hatinya sakit mendengar Marsya dan Dovan jadian. Meski Mila tahu jika Dovan suka sama Marsya. tapi Mila nggak nyangka kalau keduanya jadian.


Tega banget kamu Van, padahal aku yang lebih cinta sama kamu! apa kurangnya aku di banding si Marsya?!


Saking sakit hatinya Mila ia sampai membandingkan dirinya dengan Marsya.

__ADS_1


Sorenya Dovan mengajak Marsya, Fajar dan Kiki makan ke pemancingan.


Mereka menikmati ikan bakar yang gurih dan sambal pedas plus lalapan.


Sesekali Dovan menyuapkan daging ikan ke mulut Marsya.


"Enak sayang?" tanya Dovan.


"Iya enak banget aku suka"


"Oke deh lain kali kita kesini lagi"


"Cieeee mesra bener" sindir Fajar.


"Eh nanti kamu jadi mau ikut tes ke Universitas Utama Sya?" tanya Kiki.


"Jadi Ki aku mau ambil kedokteran"


"Kalau kamu Van gimana? mau ikut jadi anggota biar jadi jenderal kayak bapak kamu apa mau ke tujuan lain?" tanya Kiki lagi.


"Belum tahu Ki, mungkin aku mau jadi pengusaha aja lah"


"Kenapa nggak kayak bokap lu Van?" tanya Fajar.


"Kan gue sama bokap gue beda Jar, cita-cita gue mau jadi pengusaha"


"Oh gitu hehe"


"Kalau kamu Jar mau kemana?" tanya Marsya.


"Aku mau kuliah bisnis ajalah kalau ada biaya"


"Kalau kamu Ki?"


"Aku mau ambil desain"


Setelah ngobrol panjang lebar akhirnya Dovan mengantar pulang satu persatu temannya dan juga Marsya.


"Sampai jumpa besok sayang" Marsya melambaikan tangan pada Dovan.

__ADS_1


__ADS_2