
Kembali ke Monic dan Arya yang masih kucing-kucingan tidak jelas. Monic masih setia mengejar cinta Arya tapi Arya tarik ulur antara suka dan tidak.
Seperti siang itu Monic sibuk mencari kado untuk ulang tahun Arya.
Monic memberikan sebuah alat perekam suara untuk Arya.
"Kenapa kadonya alat perekam suara?" tanya Dovan heran
siang itu setelah mencari kado ke pusat perbelanjaan, Monic mampir ke kantor Dovan untuk pamer pada Dovan.
"Agar bang Arya suatu hari nanti bisa menyampaikan isi hatinya di alat ini. jadi kalau bang Arya mau menyatakan cinta pada Monic dan malu dia bisa pakai alat ini terus di berikan lagi ke Monic....ya pokok nya gitu deh!"
"Terserah Mon..."
"Eh iya sekarang Monic panggil bang Dovan kakak aja ya"
"Kakak?" Dovan semakin aneh dengan tingkah Monic.
"Iya kan sekarang Abang udah parlente gini jadi lebih pas kalau di panggil kak Dovan"
Dovan menghela napas menandakan "terserah elu Monnnn!"
"Oh ya kak Dovan udah ketemu kak Marsya?"
"Sudah, kemarin"
"Terus?" tanya Monic dengan mata berbinar.
"Ya udah biasa saja, Marsya cuma ngobatin luka ini dan udah selesai"
Monic baru sadar kalau ada lebam di kening kakaknya.
"Itu luka kenapa kak?"
"Baru sadar kan lu? ini kemarin kena setir pas....ah udahlah males neranginnya Mon!"
"Tapi pas kakak ketemu kak Marsya masih ada getar-getar gitu nggak?"
__ADS_1
"Mon sekarang kamu pulang deh kakak mau kerja oke?"
"Iya deh"
"Oh ya sampaikan salam buat bang Arya, kalau dia nolak hadiah aneh kamu itu kamu jangan kecewa itu tandanya dia masih waras"
"Yahhh jangan gitu dong kak, ini Monic ngasihnya sepenuh hati"
"Eh ada Monic" Fajar muncul sambil menenteng dokumen di tangannya.
Monic mengerutkan keningnya dan langsung pergi. Fajar cuma nyengir.
"Ada apa Jar?"
"Nih pak dokumen yang harus di tandatangani terkait promo online kita"
"Oke, semua sudah beres ya Jar?"
"Sudah dong pak, program iklan kita saya jamin yang paling menarik"
"Pak besok dokter Marsya ulang tahun, dapat undangan nggak? sekalian kita mau reuni di sana nanti"
"Marsya ulang tahun? reuni?"
"Iya reuni, datang ya?"
"Kayaknya nggak bisa Jar saya sibuk, kamu tahu sendiri kan pekerjaan kita menumpuk"
"Iya sih, kalau nitip salam juga boleh nanti saya sampaikan"
Dovan hanya terdiam menggelengkan kepala perlahan.
Dovan tidak tahu sesungguhnya masih ada kesempatan atau tidak untuknya dan Marsya.
🍒🍒🍒
"Kamu nggak ngundang Dovan Sya?"
__ADS_1
"Nggak usah lah Ki mungkin dia juga sibuk"
"Kalian berdua kenapa sih kok malah menutup diri satu sama lain? aku yakin kok kalau kamu juga masih suka kan sama Dovan?"
"Enggak! apaan sih!"
"Ayolah Sya seenggaknya kamu jujur sama diri kamu sendiri"
"Jujur apa lagi sih Ki?"
"Kalau Dovan ternyata juga masih suka sama kamu gimana Sya? kamu mau ngasih kesempatan buat dia?"
"Aku nggak tahu Ki, aku sama Dovan kayaknya udah nggak mungkin"
"Lho kenapa nggak mungkin? apa kamu udah jadian juga sama si Rizki?"
"Enggak lah jangan ngawur kami cuma berteman karena satu profesi"
"Tapi kamu nggak ngasih dia harapan kan?"
"Enggak lah, tapi kalau dia berharap ya urusan dia bukan urusan ku"
"Tega kamu Sya sama cowok"
"Biarin...."
"Mana sini kasih satu undangannya"
"Buat apa? kamu dan Fajar kan udah dapat undangannya Ki"
"Ya buat Dovan lah, udah manaa sini nanti aku yang kasih ke kantornya"
"Tapi..."
"Udah sini!"
Jadilah Kiki pergi memberikan undangan pesta ulang tahun Marsya pada Dovan dan sekaligus undangan reunian.
__ADS_1