Si Bersih & Si Jorok

Si Bersih & Si Jorok
Bab 3 Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

"Sya kalau kamu nggak Dateng ke pesta ulang tahun ku jangan lagi anggap kita bersahabat!" Kiki memutus sambungan telepon.


Marsya sebenarnya malas datang ke acara pesta karena pasti disana juga banyak kuman dan virus. Tapi apa boleh buat Kiki sudah mengancam jadinya Marsya tidak berkutik. Secara teman dekatnya hanya Kiki seorang yang lain malas dengan sifat super bersihnya yang nyebelin itu.


"Mah... gaun ini bagus nggak?" Marsya menunjukan gaun warna pastel pada mamanya.


"Bagus banget gaunnya, mau kemana Sayang?"


"Ke pesta ulang tahun Kiki ma"


"Oh...yuk mama dandani"


Marsya menurut saja karena mamanya pintar merias diri pasti juga bagus merias Marsya.


Jadilah gaun pendek warna pastel dipadu makeup natural membuat wajah Marsya semakin cantik.


Marsya berangkat ke pesta ulang tahun Kiki diantar sopir.


"Pak tinggal aja deh nanti saya pulang naik taxi" kata Marsya, ia risih jika ke pesta harus di tunggui supir.


Di pesta sudah ramai dengan tamu undangan. Kiki terlihat cantik dengan gaun birunya, ia terlihat glamour. Di ujung dekat meja minuman berdiri Dovan dengan jas hitamnya. Penampilannya kali ini lumayan juga cuma sepatu dekilnya yang terlihat mengganggu pandangan Marsya.


Dovan terlihat canggung memandang Marsya yang cantik.


"Eh Sya sini dong" Kiki menarik lengan Marsya.


"Fajar mana kok Belum kelihatan?" Marsya tahu kalau Kiki sebenarnya naksir sama Fajar.

__ADS_1


"Tuh lagi sama Dovan" Kiki memanyunkan bibirnya menunjuk ke arah Dovan dan Fajar yang sedang menikmati makanan.


Sesaat Marsya sempat terpesona sama penampilan Dovan sampai nggak sadar kalau Fajar ada di sebelah Dovan lagi berdiri megang minuman.


"Sya nanti kamu pulang bareng Dovan aja"


"Ih enggak mau!"


"Bukannya supir kamu udh pulang duluan? daripada kamu naik taxi kan bahaya mana lagi pakai gaun gini kan"


Bener juga kata Kiki tapi masa aku pulang sama si kucel itu sih...


"Van tuh si Marsya ntar pulanya mau bareng sama lu" kata Fajar.


"Hah Marsya? yang bener aja bro, mobil gue kan banyak kumannya jelek lagi mana mobil tua"


"Udah santai aja ..." Fajar merangkul Dovan untuk mendekat ke arah Kiki dan Marsya sebentar lagi acara tiup lilin dan potong kue.


"Van nitip Marsya dong mau pulang bareng nih"


"Ah yang bener?" Dovan ragu soalnya nanti pas masuk mobilnya, pasti Marsya langsung kayak burung beo ngoceh soal kebersihan.


"Gimana Sya? mobil ku jelek dan kotor kamu mau nggak?"


"Yaudah deh daripada naik taxi udah malem juga"


"Yaudah ayo masuk" Dovan membukakan pintu mobilnya untuk Marsya. Kiki dan Fajar melambaikan tangan mereka.

__ADS_1


"Van mobil kamu ini nggak bakalan mogok di tengah jalan kan? soalnya nggak lucu aja udah pakai gaun mesti dorong mobil tua kamu ini"


"Nggak bakal mogok, paling cuma kotor doang di dalam" Keduanya memasuki mobil, Marsya langsung menutup hidung nya.


"Jorok banget sih mana mobilnya bau banget lagi"


"Sya aku memang jorok mobil ku tua dan kotor kalau kamu keberatan yaudah turun aja kamu naik taxi"


"Kog kamu nyuruh aku naik taxi sendirian malam-malam gini sih?!"


Dovan terdiam mencoba sabar menghadapi tuan putri satu ini. Kalau nggak dari dulu Dovan naksir Marsya, udah dari tadi Marsya dia lempar keluar mobilnya.


Dovan akhirnya tetap mengantarkan Marsya pulang meski keduanya cuma diam saja di mobil.


"Sya udah sampai nih" kata Dovan yang menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Marsya.


"Van maaf ya aku keterlaluan sama kamu"


"Udah nggak papa"


"Kamu nggak marah Van?"


"Enggak biasa aja"


"Yang bener Van?"


"Iya bener" kata Dovan sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Yaudah deh makasih ya...sampai jumpa besok di sekolah" Marsya turun dari mobil Dovan dan langsung memasuki pintu pagar rumahnya.


Dovan segera melajukan mobilnya dan pulang ke rumah.


__ADS_2