Si Bersih & Si Jorok

Si Bersih & Si Jorok
Bab 20 Cita-Cita


__ADS_3

Dovan dan teman-tema pecinta alam akan naik gunung untuk beberapa hari dalam rangka mengisi liburan sekolah.


"Enggak! aku nggak mau kamu naik gunung Van"


"Tapi Sya ini sudah di rencanakan jauh-jauh hari, aku nggak enak sama teman-teman karena aku ketuanya"


"Van kamu naik gunung berapa hari?"


"Empat hari"


"Trus selama empat hari kamu nggak mandi gitu? nggak bersih-bersih gitu?"


"Sya ayolah namanya juga naik gunung air kan terbatas"


"Nggak aku nggak setuju Van"


"Sya aku tetap harus berangkat"


"Oke kalau kamu tetap berangkat kita putus!"


Marsya pergi dengan kesal menuju kelasnya. Dovan berdiri terdiam memikirkan rencana nya bersama para pecinta alam yang sudah jauh-jauh hari ia susun. Dan Dovan bingung soal Marsya yang tidak setuju.


Gimana nih, kalau putus beneran gimana?


"Kenapa sih Sya kok uring-uringan gitu?" tanya Kiki.


"Dovan mau naik gunung"


"Diakan memang ketua pecinta alam di sekolah kita trus kenapa kalian dia naik gunung?"


"Aku nggak mau Ki, nanti dia kucel lagi"


"Sya itu namanya kamu egois kasihan Dovan dong"


"Pokoknya aku nggak mau Dovan naik gunung lagi Ki!"


"Sya selama ini Dovan tu udah ngikuti semua keinginan kamu. kamu jangan egois gitu dong"

__ADS_1


"Terserah pokoknya aku nggak mau!"


"Terserah kamu Sya tapi jangan nyesel kalau terjadi sesuatu sama hubungan kalian. Mau nyari dimana lagi kamu cowok sebaik Dovan. Ganteng, kaya, baik, pengertian dan ngalah lagi sama kamu"


Marsya terdiam ia tetap kesal dan tidak setuju kalau Dovan pergi ke gunung.


Hari yang di tentukan tiba Dovan dan timnya sudah bersiap dengan semua bekal mereka.


Selama empat hari Dovan pergi ke gunung menikmati hobinya. Selama itu juga Marsya marah dan kesal.


***


Libur sekolah usai semua kembali lagi ke sekolah.


"Sya kamu marah sama aku?" Dovan mencoba mengambil hati Marsya lagi.


Marsya memandang kesal pada Dovan yang kembali tampil kucel. Seragam lusuh tidak di masukan dan tidak disetrika. Rambut yang kembali tidak di sisir. Pokonya Marsya ilfil sama penampilan Dovan yang kucel dan terkesan banyak kuman.


"Jadi kamu ketemu aku cuma buat pamer penampilan kamu ini?!"


"Sya...."


Marsya berlari ke dalam kelasnya dan menangis. Sementara Dovan hanya bisa terdiam. Rasa sukanya pada Marsya tidak berkurang sedikit pun meski Marsya menghina dan memarahinya. terlebih Marsya memutuskan Dovan.


.


"Sabar ya Van gue sebenarnya udah ngira kalau kalian bakal kayak gini" kata Fajar menepuk bahu Dovan.


"Iya Jar, nggak apa-apa emang ini salah gue kok"


"Mungkin Marsya hanya emosi sesaat aja Van"


Dovan mengangguk ia tahu resiko berpacaran sama cewek super bersih kayak Marsya.


Mila mendekati Dovan yang sedang duduk seorang diri di basecamp pecinta alam.


"Van sabar ya aku udah dengar berita soal kamu dan Marsya"

__ADS_1


"Iya Mil"


"Mil aku ke kelas dulu ya sebentar lagi pelajaran di mulai"


"Iya Van..."


Mila tersenyum senang melihat hubungan Dovan dan Marsya berakhir. Mila tidak tega melihat Dovan tertekan dengan Marsya yang sok bersih itu.


.


Hari berlalu dan Minggu terlewati. Ujian semester akhir untuk anak kelas XII sebentar lagi akan di mulai. Semua murid sibuk belajar agar lulus ujian akhir.


Tidak ada kegiatan apapun disekolah selain belajar. Dovan dan teman-temannya juga meliburkan kegiatan naik gunung dan kegiatan lainnya.


Dovan mati-matian belajar agar bisa membuktikan pada pak Jendral ia layak di kirim ke luar negeri.


"Bapak akan kirim kamu ke luar negeri dengan catatan Universitas pilihan kamu itu adalah yang terbaik". begitu kata pak jendral.


Dovan sudah ikut tes di salah satu Universitas ternama di London. Ia hanya tinggal memastikan nilai ujian akhirnya memenuhi persyaratan untuk di terima di Universitas itu.


Marsya juga sedang gigih berjuang untuk masuk Fakultas kedokteran di Universitas Utama.


Kiki dan Fajar juga sama sementara Fajar harus sibuk mengejar beasiswa demi bisa kuliah.


Semua sibuk, semua punya mimpi masing-masing yang akan di wujudkan demi masa depan.


Dovan melupakan sejenak hubungannya dengaan Marsya.


Sampai hari kelulusan tiba, Nilai sudah dikeluarkan dan kelulusan sebentar lagi di umumkan.


Dovan dapat email dari Universitas yang ia ingin masuki di London. Menyatakan ia lolos dan di terima.


Air mata Dovan meniti karena haru, ia pergi ke rumah ibunya untuk mengabarkan kelulusannya. Ia memberitahu pak Jendral hasil belajarnya yang jungkir balik sampai setengah mati.


"Baik, karena bapak sudah berjanji dan kamu sudah membuktikan maka bapak akan kirim kamu ke London"


"Yeahhhh!" Monic memeluk Dovan ikut senang.

__ADS_1


Pak Jendral dan mama ikut senang melihat keakraban Monic dan Dovan.


__ADS_2