
Marsya duduk di kantin Fakultas kedokteran. seperti biasa sebelum maka Marsya akan mengeluarkan tissue untuk membersihkan sendok yang sebenarnya sudah bersih dan tidak perlu di lap lagi.
Ibu kantin juga sudah hafal kalau Marsya akan meminta mangkuknya di rendam air panas sebelum di pakai untuk menyajikan pesanannya.
Berpisah lama dari Dovan membuat Marsya kembali ke tabiat awalnya yaitu pro kebersihan dengan berlebihan.
"Hai Sya...." Kiki menepuk bahu Marsya. Kiki kuliah di fakultas Ekonomi tapi siang itu Kiki sengaja menemui Marsya di kantin Fakultas kedokteran.
"Masih sama aja kamu Sya nggak berubah juga"
"Berubah apa Ki?" Marsya menuang sedikit sambal ke mangkuk baksonya.
"Masih seperti dulu berlebihan soal kebersihan"
"Aku ini calon dokter Ki jadi wajar banget kan kalau aku cinta kebersihan dan kesehatan"
"Iya udah ah..." Kiki malas berdebat panjang lebar dengan Marsya.
"Eh Sya kamu udah dengar belum soal Dovan?"
"Enggak, emang Dovan kenapa?"
"Kemarin profilnya muncul di majalah ternama Sya, majalah bisnis"
"Masa? bukannya dia juga belum lulus sama kayak kita?"
"Yeee..itu mah kamu yang kuliahnya lama kal untuk kita yang jurusan non kedokteran mah empat tahun juga cukup Sya"
__ADS_1
Marsya diam, mengingat Dovan masih membuatnya kesal.
"Apa dia masih Kumal kayak dulu?"
"Sya kog gitu sih?! Dovan sekarang ganteng banget kamu juga bakal pangling kalau ketemu dia. coba aja kamu buka tuh di majalah bisnis nanti juga kamu lihat sendiri"
"Ogah! buat apa ngelihatin Dovan?"
"Ah masih angkuh aja kamu Sya, yaudah tapi jangan kecewa kalau Dovan nanti jadian sama cewek lain"
"Yaudah biarin aja itu bukan urusan ku!"
"Kok kamu sewot banget sih kalau di ajakin ngomong soal Dovan? beda tuh kalau kamu ngomong soal si playboy kerupuk"
"Kiki! playboy kerupuk?! itu kejam banget julukan! Rizky udah nggak kayak gitu. dia juga calon dokter tahu"
"Bodo amat..."
"Hai Ki..."
"Hmmm" seperti biasa Kiki selalu malas jika ada Rizky.
"Sya aku cabut ya, mau konsultasi dulu sama dosen pembimbing"
"Oke deh nanti kalau kamu sidang kabar-kabar ya"
"Oke..bye.." Kiki beranjak pergi karena malas sama Rizky.
__ADS_1
Rizky langsung duduk di depan Marsya dengan tampang sok gantengnya dia mencoba membuat Marsya terpikat.
"Sya besok ada seminar kamu pasti ikut kan?"
"Iya aku ikut"
"Bareng ya"
"Emmm oke deh"
"Kamu kenapa Sya kok kayaknya lebih pendiam? apa Kiki ngomong sesuatu tadi?"
"Enggak, cuma kenyang aja"
"Oh, yaudah yuk bentar lagi kita ada kelas"
Marsya dan Rizky menuju kelas mereka untuk mengikuti kuliah selanjutnya.
Sementara di belahan bumi lainnya, Dovan sedang berada di sebuah ruangan dengan stelan jas dan dasi. ia mempresentasikan penelitiannya yang menyangkut bisnis otomotif.
Dovan sedang presentasi tentang strategi pemasaran di perusahaan otomotif ternama.
Beberapa dosen mengapresiasi hasil belajar Dovan. mereka memberikan nilai sangat memuaskan untuk Dovan.
Dua Minggu lagi Dovan akan sidang tugas akhir. Setelah lulus ia akan kembali ke tanah air untuk memulai bisnisnya dan membuktikan pada pak jenderal kalau dia bisa jadi pengusaha sukses.
Dovan tidak sabar juga bertemu keluarga dan teman-teman sekolahnya dulu terutama Fajar.
__ADS_1
Sejak pergi ke luar negeri Dovan jadi putus kontak dengan Fajar dan tim pecinta alamnya.
Dovan juga ingin melihat Marsya, diam-diam dia masih suka kangen sama Marsya.