
Setengah jam kemudian…
Pangeran hans dan putri Aurora sudah sampai dipedesaan, Dan menitipkan Kudanya di salah satu rumah warga. "Baik tuan saya akan menjaga dengan baik kuda ini" Kata warga.
Lalu pangeran menyerahkan 3 keping emas untuk membayar jasanya. warga yang menerimanya merasa senang. "Terimakasih tuan, Terimaksih banyak".Pangeran dan putri hanya memgangguk lalu berjalan untuk memasuki hutan.
Saat diperjalanann Pangeran Hans bertanya "Apa kau suka berburu Hewan putri?". Putri Aurora yang diberi peertanyaan tersebut tersenyum "Tentu saja pangeran, Itung - itung belajar bertahan hidup". Pangeran yang mendengarnya Merasa bangga karna akan memiliki Calon Ratu seperti Putri Aurora yang mandiri dan tidak manja.
Namun sayanganya mereka tak menyadari jika ada yang mengikuti mereka.
Beberapa menit kemudian Pangeran Hans dan Putri Aurora sudah sampai di tengah hutan yang banyak hewan gemuk - gemuk nan sehat.
"Disini saja dan sekarang kita bersembunyi dulu".Saran pangeran Hans dan diangguki oleh Putri Aurora.
Setelah menunggu lumayan lama Akhirnya ada seekor Rusa yang sedang memakan Rumput tanpa menyadari adanya bahaya.
Srakkkkk.....
Panah Putri Aurora tepat menancap di Jantung Rusa.
"Sangat cepat dan tepat Putri".Sanjung Pangeran hans dengan takjubnya. "Terimkasih yang mulia".
Akhirnya pangeran Hans mendekati Rusa yang sudah mati dan memikulnya. Karna Pangeran Hans dan Putri Aurora belum sarapan, Mereka memilih untuk menyantapnya dengan membakar Rusa tersebut.
__ADS_1
"Putri aku akan mencari kayu bakar di arah utara" pamit pangeran hans. "Akhh Baiklah Aku akan menunggu disini".Balas Putri Aurora.
Pangeran Hans lantas meninggalkan putri seorang diri dan itu merupakan suatu hal yang salah.
Tak berselang lama Tiba - tiba ada yang menyerang putri Aurora dari belakang dan perang berskala kecil tak bisa di elakan.
Pranghh… Suara pedang yang menangkis panah putri aurora.
"Sial… Aku hanya membawa Panah, Tak cukup mendukung untuk bertarung jarak dekat" Umpat Putri Aurora.
Orang yang menyerang Putri hanya tersenyum di balik topengnya. "Persetan dengan pangeran dan apa pun itu, Kau hari ini akan menjadi miliku". Batin pria bertopeng tersebut.
Dengan tergesa gesa Putri menghindar karena tak mungkin melawan pria bertopeng yang menggunakan pedang. Dan putri pun menyakini jika orang tersebut pandai dalam berpedang.
hahh… hahh… hah…
suara napas Putri Aurora, dan terlihat sangat kelelahan. "Ya tuhan selamatkan aku…".Doa Putri Aurora.
Namun ternyata doanya tak dikabulkan, Tiba - tiba Orang bertopeng tersebut sudah dibelakangnya "Haloo putri".
Deg...
"Sepertinya aku pernah mendengar suara ini, Tapi dimana" Batin Putri Aurora.
__ADS_1
Sembari menghindar dan berfikir membuat Putri Aurora kurang fokus saat berlari kembali.
"Apa jangan - jangan di komandan Ayah?"Batin Putri Aurora yang sebenarnya kurang yakin dengan pemikiranya itu.
Karna sibuk berfikir Putri pun terpleset dan terjatuh kedalam jurang dan naasnya terbentur batu yang cukup keras.
" Tidakk... Pu...putri… bukan ini yang aku mau" ucap pria bertopeng tersebut dengan sedih dan tak percaya. Yang ternyata memang Komandan Tian.
"Arkhhh sial - sial" Teriak Frustasi Komandan Tian.
Disisi yang lain.
Pangeran Hans yang sudah mencari kayu bakar untuk memasak daging Rusa dibuat heran karna tidak adanya Putri Aurora.
"Putri…" Teriak Pangeran Hans dengan paniknya. Karna dia merasakan suatu hal yang tidak enak.
Rasa takut tiba - tiba datang dan hal - hal yang buruk mulai bermunculan. Tak ingin Yang difikirnya benar - benar terjadi. Pangeran Hans mencari Putri Aurora dengan tergesa gesa.
Berlarian kesana kemari namun belum menemukan kekasihnya tersebut.
Tak terasa sudah hampir gelap namun Putri Aurora belum ditemukan.
Dengan langkah yang lesu Pangeran mencoba pulang dan siap akan menerima Amukan dari Kedua orangtuanya dan Jendral Fang.
__ADS_1