
Kini Criss dan Daisy telah pulang ke kediaman sesengguhnya.
Setelah urusan Bisnis selesai mereka memilih berjalan - jalan sekitar desa tersebut untuk acara bulan madu.
Dua pasangan yang ditemukan dengan takdir, telah terikat suci satu sama lain.
Cinta juga terpupuk dengan apik nan subur
Namun sayang manusia tidak bisa ditebak.
"Maafkan aku sayang", Batin Daisy dengan sendu.
Kini Tinggal Daisy seorang setelah Criss menuju ruang makan.
Perlahan - lahan sebelum keluar dari kamar mandi, Daisy menguatkan mental dan hati untuk mencoba akan semua baik - baik saja.
Dengan senyum palsunya Daisy menuju ruang makan ntuk sarapan bersama.
"Duduk nak kami semua sudah menunggumu", ucap Nyonya Lily dengan lemah lembutnya.
Semua orang juga menyambutnya dengan senyuman kasih sayang.
Akhirnya setelah semua berkumpul sarapan lezat terlaksana.
Beberapa menit kemudian saat keluarga Tuan Artur selesai makan ada seorang pelayan datang memberikan kabar.
"Mohon maaf tuan, didepan sudah ada tabib".
"Aaaaa.... sudah datang baik suruh tabib keruang keluarga kami semua akan kesana"
"Baik tuan", Pelayan lantas izin undur diri dan melaksanakan titah sang tuan.
"sial… semoga tabib itu bodoh", Batin salah satu anggota Tuan Artur dengan harap - harap cemas.
Dengan dipimpin Tuan Artur akhkirnya mereka semua menuju Ruang keluarga dan menemukan seorang tabib yang beberapa bulan ini aktif mengunjungi kediaman Tuan Artur secara rutin tiap minggu.
"Selamat pagi Tuan, nyonya dan Tuan muda serta nona muda", Sapa sang tabib dengan sopan.
__ADS_1
"Tumben pagi hari kunjunganmu, biasanya siang sebelum makan siang", Tanya Tuan Artur dengan heranya.
"Anu tuan, saya siang hari ada keperluan jadi saya memajukan jadwal rutinitas minggu ini", jawab tabib dengan takut terjadi gejolak parasitisme.
Diluar dugaanya Tuan dan Nyonya Artur malah tersenyum.
"Baiklah semoga perjalananmu selamat sampai tujuan", Balas Tuan Artur dengan ramahnya.
Sang Tabib kini tersenyum lega dan bernafas dengan normal kembali.
"Nak suruh para pekerja kita berkumpul di taman belakang untuk menunggu giliran", Titah Tuan Artur kepada Daisy.
Dengan senang hati Daisy melangkahkan Kaki untuk menemui kepala pelayan dan menyampaikan titah.
Sejam kemudian selesai sudah ***** bengek yang terjadi dan sekarang giliran para pekerja untuk cek rutinan.
karna banyak pekerja yang bekerja dirumah Tuan Artur sehingga memerlukan waktu hampir tiga jama untuk selesai.
"Tuan tugas saya telah selesai", lapor tabib dengan senyum khasnya.
"Terimakasih Tuan", Balas Tabib dengan senang gembira.
dengan suka cita tabib meninggalkan kediaman Tuan Artur dan berlari menemui keluarganya.
"Ckckck uang memang meresahkan", Ucap Criss yang merasa lucu dengan tindakan Tabib tersebut.
Taklama Penjaga gerbang kediaman Tuan Artur melapor ada kuda si tabib yang ketinggalan dikediaman mereka.
dan serempak semua orang menepuk jidat dengan kebodohan si tabib tak lupa mengumpat dalam hati.
Siang telah berlalu berganti sore dan tenggelamnya mentari
Semua keluarga Artur sedang berkumpul setelah menikmati Hidangan makan malam yang nikmat.
"Nak, kapan kalian akan memberikan cucu untuk kami", Tanya nyonya Lily.
walaupun bertanya dengan halus, nyatanya pertanyaan tersebut bagaikan pedang menghunus jangung pasutri muda. Mak Deggg.
__ADS_1
Dengan saling tatap karna bingung menjelaskan, Akhirnya Criss memberanikan diri berucap. "emm… maaf ibu ayah, kami masih muda jadi kami belum memiliki niat untuk punya anak".
Tuan dan Nyonya Artur hanya menghela nafas berat meencoba menerima alasan anaknya tersebut.
Sebenarnya Criss juga menginginkan anak namun karna Istrinya Daisy belom siap maka mau tak mau Criss harus menuruti.
*** FLSBCK ***
Sehabis enak enak dan sedang mengistirahatkan badan untuk lanjut ronde kelima tiba - tiba terlintas pertanyaan untuk Daisy.
"Sayanggg… kapan kita punya anak ya", Tanya Criss serta berandai - andai Criss kecil muncul menganggu waktu dengan istrinya tak lupa senyum kecil muncul namun kini sirna setelah mendengar jawaban sang istri.
"Maaf, aku belum siap jadi ibu mungkin juga belum jadi sehingga bisa leluasa pagi, sore, malam".
melihat Criss lesu tak membuat otak Daisy berhenti.
Dengan perjuangan yang keras Daisy bisa meluluhkan Criss dengan bujuk rayunya.
Setelah stabil Daisy memilih menggoda Criss untuk mengalihkan perhatianya sejenak dari jabang bayi.
pertempuran berlanjut yang dipimpin oleh Criss dengan Bringasnya.
"ahhh… nikmat mana yang engkau dustakan".
*** Off ***
Karena suasana menjadi canggung setelah membahas Soal anak, Daisy memilih kedapur untuk mengambil camilan dan minuman untuk meramaikan suasana.
Criss yang melihat Daisy pergi lantas menggunakan kesempatan sebaik - baiknya.
"Ibu, Ayah kuharap besok kalian tak lagi membahas soal anak, Aku takut Daisy merasa tersinggung karna hal ini".
Criss yang pada dasarnya anak satu satunya tak akan susah mendapatkan apa yang dia mau.
"Baiklah nak, aku hanya bertanya saja".
Tak mereka sadari pembicaraan mereka didengarkan oleh seseorang dibalik tembok dan taklama Daisy kembali membawa nampan penuh pencuci mulut tak lupa senyum manisnya tercetak sempurna.
__ADS_1