SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
BULAN MADU


__ADS_3

Sesuai dengan titah Tuan Artur kepada anak dan mantunya saat sudah menyelesaikan tour bisnis, mereka akan diberi kebebasan untuk bulan madu.


Dan tentu saja harus ingat dengan orangtua yang akan selalu menunggu kedatangan mereka, jika bisa mereka juga berharap akan adanya kabar bahagia.


Setelah tranksaksi berhasil dengan Tuan C, mereka semua memilih berjalan - jalan menikmati suasan indah dan damai di desa tersebut.


Dan tentu saja mereka juga menikmati hasil dari kesepakatan tersebut. Itung - itung bersenang - senang sebebtar di negri orang pikir Criss.


"Sayang kau ingin kemana setelah ini", tanya Criss penuh perhatian dan kenyamanan.


Saat ini mereka sedang didalam perjalanan menuju pasar - pasar yang menjual barang yang tidak ada diwilayah Negara Archein.


Mungkin untuk potensi penambahaan daya guna? entahlah suka - suka Criss saja.


"Tidak ada, aku hanya ingin kembali pulang dan melanjutkan liburan nanti disini saja", balas Daisy yang sebenarnya sudah merasa lelah.


Daisy yang awal kehidupanya pergi kemana - mana menggunakan mobil untuk menjalankan misinya, kurang nyaman menggunakan kuda karna jalannya yang tak tik tuk membuatnya pusing.


Padahal sudah beberapa kali ini dia menggunakan kereta kuda tapi masih saja belum bisa terbiasa.


Apa lagi tentang semua hal disini, Daisy merasa Untung dan rugi karna seimbang lima puluh persen semuanya.

__ADS_1


Untung dibagian ini dia mendapatkan lelaki yang sangat mencintainya dan merasakan kasih sayang serta jatah plus plusnya yang kini dia mulai ketagihan.


Rugi karna Daisy harus menyesuaikan selera makan disini yang menurutnya rasanya kurang nendang, maklum Daisy suka micin.


Disisi lain juga Daisy merasa harus menggunakan pakaian yang menurutnya ribet serta norak, namun bagaimana lagi maklum menantu sultan harus sedikit mevah dari yang lainya.


Mereka kini tiba di salah satu toko yang menurut Criss cukup menarik perhatianya.


Toko yang lebih kecil dari yang lainya serta terlihat lebih tua.


Saat ingin memasukinya Criss melihat Istrinya ternyata sudah terlelap sehingga dia meninggalkan Daisy didalam kereta kuda.


Saat Criss mulai memasukinya tiba - tiba ada suara lonceng yang berbunyi dan mendatangkan seorang kakek tua.


Criss yang sudah ada didalam kini tersentak karena yang dia masuki adalah Toko peramal.


"Maaf kek mungkin aku salah masuk toko", jawab Criss dengan senyum malunya. Karna memang toko peramal bukan salah satu usahanya.


Kakek yang mendengarnya tersenyum lalu tak lama matanya melotot karna melihat masa depan Criss hanya dengan memperhatikan kedua Mata Criss saja.


Criss yang dilihat seperti itu mulai risih dan berfikir mungkin kakek ini gila.

__ADS_1


"Cu sini lah sebentar izinkan kakek ini melihat tanganmu", Criss yang mendengarnya hanya merasa heran namun tak bisa menolak karna baginya itu adalah permintaan yang sepele.


Criss mulai mendekat dan tanganya tiba - tiba dipegang dengan erat serta mulut kakek itu berkomat kamit entah apa maksudnya ini.


Tiba - tiba kakek itu menangis dan lantas mulai berkata. "selamatkam lah keluargamu semampu dan sebisamu, beberapa tahun kedepan akan ada masalah besar menghampirimu ingatlah cu jika kau menyayangi istrimu maka jagalah dengan benar jika tidak buanglah karna dia yang menyebabkan masalah itu tiba", Ucap panjang lebar kakek itu.


Criss yang mendengarnya cukup tersinggung bisa - bisanya kakek ini tak langsung menyebut jika Daisy istri tercintanya itu pembawa sial.


Criss yang awalnga menduga jika kakek ini gila, kini dia percaya jika kakek ini benar - benar gila.


karna tak ingin marah dan malah melukai kakek yang bau tanah ini, Criss memilih pamit undur diri.


"Maaf kek aku harus pergi", Pamit Criss dengan rasa sopan walaupun di diriny ada rasa yang sangat jengkel.


Kakek itu mengikuti Criss sampai depan pintu tokonya, tak lama Criss meninggalkan Toko tersebut diiringi denga satu kereta kuda lagi Tiba - tiba kakek itu tersenyum serta menghapus air matanya.


"Aku hanya mengingatkan mu saja nak, Itu pilihanmu mau mendengarkan atau tidak. Aku tak berharap lebih karna takdir memang tidak bisa dilawan namun aku hanya berharap luka yang kau derita ssmoga tak panjang", Batin kakek tua itu diselipi dengan harapanya.


Tak lama Tiba - tiba toko beserta isianya dan kakek tersebut langsunv menghilang bak ditelan ikan.


Entahlah mungkin kakek tersebut memang ssngaja menunggu kedatangan Criss.

__ADS_1


Lantas siapa kakek itu? Waaullahualam


__ADS_2