SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
PERBURUAN


__ADS_3

Saat ada kesempatan Pangeran hans mengajak putri Aurora untuk berburu Hewan didalam hutan.


Tak ingin mengecewakan pangeran lagi, Putri aurora hanya bisa mengangguk pasrah.


"Baiklah putri esok pagi - pagi sekali aku akan bertandang kediamanmu".Ucap pangeran hans dengan senyum mautnya. "Apa kau tak ingin makan malam bersama ayah dan ibuku? dari kemarin beliau menanyakan keadaanmu" tanya lagi pangeran hans. Dengan menghela nafas yang berat Putri terpaksa mengiyakan lagi. "Baiklah mari kita masuk" ajak pangeran hans dengan semangat.


Ruang Makan Istana Ternace


"Ayah ibu lihat siapa yang aku ajak makan malam" ucap pangeran hans dengan girangnya. "Ahhh calon mantuku akhirnya kau kesini, Apa kau tak merindukan kami?" tanya Ratu venus. Putri yang diberi pertanyaan seperti itu hanya tersenyum kikuk sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Mari duduk sini tak usah kau hiraukan pertanyaan istriku" ucap Raja george. Putri yang mendengarnya hanya bisa bernafas lega."hahhh untung yang mulia raja mengganti topik, masa iya aku harus jujur jika tidak merindukan yang mulia sama sekali" guman Putri Aurora.

__ADS_1


makan malam berjalan dengan tenang dan lancar. Saat semua sudah menyelesaikan makan malam, Yang mulia Raja Artur membuka suara "Kapan kalian menikah nak?" Tanya yang ditunjukan kepada Pasangan yang di depanya. "Aku siap - siap saja ayah, namun aku hanya menunggu putri Aurora ini" ucap pangeran hans sambil mengecup tangan putri Aurora. Seketika semua mata tertuju kepadanya yang membuatnya seketika gugup. "Yang mulia maafkan saya Saya belum siap untuk meninggalkan Ayah jika saya menikah, karna ayah hanya memiliki saya seorang, ibu pun meninggalkan kami saat saya kecil karna sakit" ucap putri Aurora yang merasa sedih karna teringat ibunya.


Ratu venus yang mendengarnya menjadi tak enak hati "Tak apa sayang Hans akan selalu menunggumu, dan jika kau tak bisa meninggalkan ayahmu kau bisa mengajaknya untuk tinggal di Istana juga" ucap Ratu venus dengan lemah lembut. Aurora yang mendengarnya Lantas tersenyum "Terimaksih yang mulia Raja dan Ratu". Raja George dan Ratu Venus menangguk dan tersenyum.


"Baiklah hans, antar calon mu pulang ke mansionya, Tak baik kau mengajak anak orang lama - lama" ucap Raja george dengan sedikit candaanya.


Pangeran hans dan Putri Aurora menganggukan kepala bersamaan dan berpamitan.


tokk... tok... tok...

__ADS_1


ketuk salah satu pengawal mansion Jendral fang di kamarnya.


"Masuk" Teriak jendral fang dari dalam. "Ada apa?" tanya jendral fang kepada bawahanya.


"Lapor jendral, Ada pangeran datang dan sekarang pangeran sudah di ruang tamu" ucap pengawal tersebut. "ada apa pangeran kesini pagi - pagi sekali" guman jendral fang yang masih bisa di dengar oleh bawahanya. "Maaf jendral, tadi pangeran memberitahu jika akan mengajak tuan putri Aurora berburu" balas pengawal tersebut. "Ahh baiklah, Apa kau sudah memberitahu aurora, jika belum panggil dia dan beritahu pangeran sudah datang" ucap jendral fang. Pengawal terssebut mengangguk lantaas pamit izin undur diri.


"Selamat pagi yang mulia" Sapa jendra fang. Pangeran yang sedang melamun tersentak kaget dan membalasnya dengan kikuk "Pa… pagii jendral". Tak berselang lama muncul putri Aurora yang Sudah siap dengan busur dipunggungnya. "Mari pangeran kita berangkat sekarang". Ucap putri Aurora dengan malasnya. "Akhh baik tunggulah diluar". putri Aurora hanya mengangguk lalu menunggu diluar serta menyiapkan kuda kesayanganya. "Jendral saya akan pergi berburu dulu dihutan dengan Putri Aurora". Jendral pun mengangguk dan memperbolehkanya.


Lalu pangeran hans keluar menyusul Putri Aurora."Mari putri kita berangkat". Dua kuda pun berlarian saling mengerjar satu sama lain.

__ADS_1


Setengah jam kemudian………


__ADS_2