SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
Hans Kecil


__ADS_3

Di Aula Istana kerajaan Ternace, Sedang diadakan Acara pertunangan untuk Hans kecil dengan Putri Aurora. Aula yang megah tak membuat para pelayan malas menghiasi dengan Rangkaian Bunga - bunga yang cantik.


Banyak tamu yang hadir, tentu saja dari kalangan Bangsawan.Jendral besar Fang atau ayah putri Aurora terasa terhomat karna akan menjadi besan sang Raja Artur."semua pasti iri denganku"guman Jendral Fang.


"selamat malam yang mulia raja dan ratu". sapa jendral Fang kepada calon besanya, "Malam jendral Fang". Balas keduanya secara bersamaan."Aku harap dengan terjalinya ikatan ini kelak akan menghasilkan bibit yang lebih unggul lagi".imbuh Raja Artur, Jendral yang merasa tersanjung pun berkata"Akhh aku harap juga demikian yang mulia, Semoga Kerajaan Ternace semakin makmur dan melebar".


Tiba - tiba hans kecil muncul dengan wajah cemberutnya "Ayahh kenapa harus bertunangan, sedangkan aku masih kecil". Raja , Ratu dan jendral yang melihatnya hanya menahan tawa melihat tingkah laku hans kecil yang menghentak - hentakkan kaki kecilnya. "Sayang, kelak kau akan memimpin kerajaan ini tanpa bantuan kami, dan pastinya kau akan membutuhkan seorang pendamping"ucap Ratu venus."Dan yang cocok menjadi pendampingmu hanyalah Putri Aurora, Putri dari Jendral Fang".imbuh sang raja. Pangeran Hans yang mendengarnya hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah"Tohh besok saat aku besar belum tentu tunangan ini berjalan dengan baik" batin Hans kecil.

__ADS_1


Pangeran pun izin keluar untuk bermain dengan teman - temanya.


Tak lama kemudian muncul gadis kecil yang terlihat lucu dengan gaun merah jambunya."Salam Yang mulia Raja Artur salam Yang mulia Ratu Venus dan salam Ayah"sapa gadis kecil tersebut yang tak lain adalah putri Aurora."haii Sayang panggil Ayah dan ibu saja"ucap Ratu venus dengan lembut sembari membelai rambut Aurora. Dengan malu - malu putri Aurora mengangguk mengiyakan.


Karna lapar Aurora meminta izin untuk memakan hidangan yang disediakan, tentu saja diperbolehkan Raja dan Ratu.Dengan semangat Putri Aurora melangkah kan kakinya menuju meja - meja yang berisi makanan.Saat sedang melihat - lihat putri Aurora tertarik dengan meja yang dipenuhi Cake - cake yang cantik dan bewarna warni.


karna terlanjur lapar, Putri memilih makanan yang jauh dari jangkauan Pangeran hans sambil menggerutu karna tak terima di umpat."Cihh kau pikir cuma kau saja hah yang bisa mengumpat, Aku pun bisa! cihh…cihh…cihhh".

__ADS_1


Beberapa saat dirasa sudah cukup kenyang Putri Aurora mencari Sang ayah untuk diajak pulang.Mencari kesana dan kesini akhirnya menemukan ayahnya yang asik mengobrol dengan bangsawan lainya."Ayah mari pulang aku pun sudah mengantuk" ucap Putri Aurora dengan malasnya."Baiklah tunggu dikereta kuda, Ayah mau pamit dulu dengan Raja dan Ratu".


Akhirnya Dengan langkah yang sedikit sempoyongan karena mengantuk lagi - lagi Putri menabrak seseorang. "ka..."ucap yang terpotong karna dipotong Putri Aurora "Maaf tuan saya sangat buru - buru dan sedikit mengantuk, maafkan saya" ucap putri Aurora yang membukukkan badanya tanpa melihat siapa yang ditabraknya.Tanpa menunggu balasan dari orang yang ditbraknya Putri Aurora langsung memasuki kereta kuda dan menunggu Ayahnya datang. "hmm menyebalkan sekali putri fang" umpat pangeran hans yang ternyata menjadi korban putri Aurora lagi.


Tak berselang lama jendral fang keluar dan berpapasan dengan Pangeran hans. "Yang mulia saya dan putri saya izin pulang terlebih dahulu"pamit jendral fang seraya membungkukan badanya dan pergi menemui putrinya.


Hans kecil hanya berdehem dan kereta pun meninggalkan istana hingga mengecil dan tak terlihat lagi oleh pangeran hans.

__ADS_1


__ADS_2