SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
SISI LAIN


__ADS_3

Akhirnya setelah mengecek keadan kedua orangtuanya baik - baik saja, Yang Mulia Hans izin pamit ke kamarnya kembali.


"Semoga apa yang kau cari segera kau dapatkan nak", Doa sang Ibu tulus. ( FLSHBCK BAB 70%).


Selepas menjenguk ayah dan ibunya, Yang Mulia Hans kembali kedalam kamarnya namun bukan untuk tidur melainkan keruangan rahasianya.


Tak… tak… takk…


Suara langkah kaki yang mantap dan tegas terdengar dari ujung lorong, yang kini menampilkan Raja Hans yang berwibawa walaupun sedang berjalan saja.


Didepan kamarnya selalu tersedia dua pengawal yang berjaga selama dua puluh empat jam untuk menjaga ruangan pribadinya tersebut.


Perawakan yang tinggi dan besar tak lupa wajah yang datar nan sangar, bagaikan Debt collector sejati saja.


"Panggilkan Devan dan Davin segera, aku tunggu didalam kamar", Titah Yang Mulia Hans mutlak.


Dengan sigap salah satu prajurit meninggalkan tugasnya untuk mengemban tugas yang baru.


Kini seorang dirilah Yang Mulia Hans dalam kamarnya, dengan cepat Ia melepaskan atasan mahalnya karna merasa gerah, Didampingi Anggur merah sebagai kawan sejati ke tiganya setelah tangan kananya tersebut.


Kamar yang megah serta mewah terkesan mencekam karna terdiri dari warna hitam dan keemasan saja, tak heran jika orang lain masuk terasa terintimidasi

__ADS_1


Dengan fasilitas yang lengkap pada zamanya seperti meja kerja, satu set kursi tamu, satu lemari penuh Anggur merah, tempat tidur king size serta pernak pernik yang sebenarnga tak dibutuhkan.


dengan tatanan tempat yang moderen dan tereleasikan seperti selerenya cukup membuatnya puas dan datanglah durian runtuh bagi si arsitek.


Tak lama setelah menghabiskan anggur merahnya dengan cara menyesap sedikit demi sedikit, pintu kamarnya diketuk dari luar.


*Pov Raja Hans


Tok… tok… tok


"Ini Kami Yang Mulia", Ucap Sikembar D untuk pemberitahuan.


"Masuk", tak usah payah payah bangun untuk membukakan pintu, cukup berteriak saja maka semua beres. Enak kan jadi aku.


"Ada apa yang Mulia", Tanya si Devan


"Cih tak usah meledeku"


"Hahaha, ayolah Kau kan enak sekarang, bebanmu hanya satu saja sedangkan yang lain angin lalu bagimu", Timpal Davin si bingsu.


Yaa, dalam keadaan sepi em maksutnya hanya terdiri dari Devan dan Davin saja, aku menyuruh mereka agar tak formal dalam berbicara kepadaku. Membosankan saja.

__ADS_1


Tanpa malu dan sopan santun Devan dan Davin langsung mengambil anggur dalam lemariku tanpa permisi.


Akhh biarkan saja, toh punyaku masih banyak,Batinku santai.


Kami duduk di kursi dalam kamar ku yang tersusun dengan apik nan rapi, yang kini menjadi markasku serta si kembar.


"Ngapain suruh kita kesini, mengganggu saja"


"Sialan kau Dev, Aku hanya muak dengan hasil kosongku selama beberapa tahun ini".


"Seluruh mata - mata telah berpencar diseluruh penjuru yang tak ingin kau jajah, dan mereka tak menemukan tanda tanda kekasihmu" Timpal Davin yang ikut nimbrung.


"Aku harap dalam misi penjajahan wilayah Archein, Aku menemukan Putri Aurora"


Melihat aku sedih hati, membuat Devan dan Davin tatap tatapan seolah bisa berkomunikasi dalam hati.


Tak lama Sikembar berperilaku aneh dan cukup mengesalkan bagiku, dengan Gobloknya dia bertingkah seperti bencong di Tempat orang - orang nakal berada.


Cukup menghibur memiliki teman seperti mereka, disaat semua orang mengira aku berubah karna ambisi yang kuat. Yang padahal aku hanya ingin menutupi jiwaku yang kosong tanpanya.


"Aurora aku merindukanmu", Batinku pilu.

__ADS_1


^^^Yang Mulia Raja Hans POV End^^^


__ADS_2