SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
KHAWATIR


__ADS_3

Di keadaan yang lain yaitu kediaman Tuan Artur.


Tuan Artur beserta Istrinya sedang Menikmati masa tua mereka dengan menghabiskan waktu bersama.


Dua hari yang lalu mereka berpegian untuk melepaskan rasa bosan, Dan hari ini baru tiba dikediamanya.


Tentu dengan harga yang mahal karena waktu masa muda Tuan Artur kurang memperhatikan Istrinya dan sibuk untuk mengembangkan Bisnis agar bisa melebar untuk jaminan Anaknya dan masa tuanya.


Benar kata pepatah, Bersakit - sakit dahulu bersenang - senang kemudian.


Hingga mereka beristirahat sebentar untuk menghilangkan penat.


waktu sudah akan menunjukan makan siang, dengan lembutnya Tuan Artur membangunkam istrinya yang tertidur.


"Sayang bangun kita makan siang sebentar habis itu tidur kembali", Nyonya Lily yang merasa terganggu tidurnya akhirnya terbangun dan menemukan suami didepanya dengan tersenyum hangat.


Nyonya Lily yang sebenarnya kurang enak badan hanya menyembunyikan semenjak kemarin karna takut merusak moment kebersamaan.


Namun yang dilakukanya ternyata salah, Justru membuat penyakitnya tambah parah.


dan ketika Nyonya Lily melangkah menuju ruang makan Tiba - tiba dunia seolah berputar , kepalanya berasa berat serta matanya berkunang - kunang.


Dan tak lama Brukkk…


Nyonya Lily jatuh tak sadarkan diri, Tuan Artur yang melihatnya menjadi panik lalu mengangkat Istrinya ke atas kasur.


"Pelayan!", "Pelayan cepat kemari", Teriak Tuan Artur dengan paniknya.


Pelayan yang mendengar Tuanya berteriak seperti itu langsung menemuinya dengan tergopoh - gopoh.


"I-iya tuan", Cicitnya dengan gugup.


"Cepat kau panggilkan Tabib istriku jatuh sakit", balas Tuan Artur tanpa melihat pelayanya karna yang dia lihat hanya wajah pucat istrinya serta menggenggam erat tangan miliknya.


"Baik tuan", pelayan lantas meninggalkan kamar untuk menunaikan tugas.


****


Kebetulan Tabib yang dicari sedang membeli bahan - bahan campuran untuk obatnya disebrang rumah Tuan Artur.


Pelayan yang diberi titah langsung tersenyum dengan lega "hahh keberuntungan ada dipihakku", dengan semangat pelayan itu menuju sang tabib untuk menjelaskan keadaan dirumah Tuan Artur.


Dengan Langkah Seribu bayangan Sang tabib dan pelayan kembali kediaman Tuan Artur.


Tuan Artur yang mendengar orang mendekat langsung membalikan tubuhnya, dan seketika dirinya merasa senang karna tabib sudah menunjukan batang hidungnya dengan secepat kilat.


"Tuan izinkan saya memeriksa Nyonya Lily", Izinnya dengan sopan dan dibalas anggukan sopan pula. "Baik Tabib kumohon lakukan yang terbaik untuk istriku".


Sang tabib langsung sibuk dengan tugas mulianya itu dan tak lupakan dengan keberadaan Tuan Artur yang malah sibuk bisik - bisik dengan pelayanya dibelakang.


"Bagaimana kau bisa cepat memanggil tabib", Tanya tuan Artur yang merasa heran, karna setaunya rumah menuju tabib tersebut membutuhkan Tiga puluh menit bolak balik.

__ADS_1


"wahh kesempatan emas nih", Batin pelayan tersebut merasa girang karna akan mendapatkan Jackpot dan di anganya sudah banyak uang yang datang kepadanya serta list daftar barang yang dia inginkan.


"Saya tadi berkuda dengan kecepatan penuh bak ksatria baja hitam tuan", Ucap pelayan tersebut dengan bangganya. Yaaa padahal kita tau ya readers pelayan itu calon penipu ulung.


"Hmm baiklah nanti akan ku beri bonus", Pelayan tadipun sudah merasa senang namun tiba - tiba. "tapi tergantung keadaan istriku", Seketika pelayan tersebut lesu dan uang yang ada dipikiranya kini menari - nari meninggalkanya.


" Baik tuan semoga Nyonya baik-baik saja dan lekas sembuh", Doa si pelayan dengan tulusnya.


Tak berselang lama Tabib sudah selesai dengan acara memeriksanya.


"Tuan Artur kemungkinan Istri anda kecapean karna yang aku taupun kalian juga sehabis berpegian", Ucap tabib menjelaskan keadaan Nyonya Lily.


"hahaha iyaa, lain kali akan aku jaga lebih ketat lagi dan memperbanyak jam istirahat untuk istriku".


"Baik Tuan Saya akan membuat Ramuan herbal agar tubuh Nyonya Lily fit kembali serta meningkatkan daya tubuhnya".


Namun seketika Tabib tersebut mengingat jika bahan - bahan herbalnya ada yang habis.


"Maaf tuan, Bisakah saya ke pasar Tradisional terlebih dahulu dikarenakan Bahan bahan saya untuk membuat Obat ada yang habis", Izin Sang tabib.


"Aaaaa habis ya…", Ucap Tuan Artur seraya menatap Pelayanya yang masih setia berdiri dibelakang.


Pelayan yang ditatap seperti itu menjadi bingung "Kenapa tuan menatapku dengan aneh", Batin bingungnya si pelayan.


"Pelayan, karna tadi kau ingin bonus makan pergilah membeli bahan - bahan yang dibutuhkah, nih uangnya", Titah Tuan Artur.


"Sudah kuduga, nasib jadi bawahan ahh yasudahlah yang penting bonusku akan datang", Ucapnya dalam hati serta gambaran - gambaran barang yang dia inginkan bermunculan.


Disisi lain Tabib yang tadi melihat jika Pelayan tersebut mendapatkan bonus ikut teriming - imiing juga.


Dan seketika itu dikepalanya berputar putar terdengar suara istrinya yang merengek perhiasan dan anak - anaknya yang menginginkan kuda.


Karna sebenarnya Menjadi Tabib tak membuatnya kaya raya, karna tak mungkin setiap hari semua orang sakit dan datang kepadanya.


Tanpa malu tabib mulai membuka mulut


"Tuan Apa saya juga tak mendapatkan Bonus?" tanyanya to the point.


"Ingin bonus ya?", balas tuan Artur seraya mengetuk - ngetuk dahinya tanda berfikir tak lama dia juga melihat keadaan istrinya itu dan tiba - tiba ide cermelang muncul dikepalanya.


Tabib yang menunggu keputusan Tuan Artur juga harap - harap cemas, Takut jika tak bisa membahagiakan Istri dan anaknya dirumah.


"Baik akan kuberi bonus asalkan kau mau menjadi Tabib pribadi keluarga kami", Ucap Tuan Artur yang membuat Sang Tabib Terbengong - bengong membayangkan berapa banyak uang yang akan dia dapatkan.


Tak membutuhkan lama Si Tabib langsung mengangguk setuju dengan Antusias Bak Anak kecil yang diberi mainan kesukaanya. Senang sekali.


"Seminggu sekali kau kan mengunjungi kediamanku untuk mengecek kesehatan seluruh Orang - orang dirumahku serta membuat vitamin untuk semua orang dikediamanku", Imbuh tuan Artur.


"Baik Tuan akan saya lakukan Seperti yang anda perintahkan". Tabib merasa tertimpa Durian Runtuh hari ini.


"Dan untuk bayaranyan Kau akan mendapatkan 10 keping emas tiap minggu".

__ADS_1


Duar…


Sang Tabib tiba - tiba lemas


"Se- sepuluh keping emas tuan?" Tanya sang tabib yang merasa salah mendengar.


"Hee emm Sepuluh keping emas, Apa terlalu sedikit"? Tanya Tuan Artur dengan memincingkan sebelah matanya.


"Akhhh tidak tuan Itu sudah sangat banyak terimakasih tuan terimakasih", Ucap Tabib seperti orang gila karna terlalu senang.


Satu keping emas sama saja sama dengan seratus keping perak, dan dimana sepuluh perak saja sudah bisa mendapatkan Satu karus berang untuk makan satu bulan.


Akhirnya keinginan Istr serta anak - anaknya dirumah akan terpenuhi dan akan membuat hunian yang lebih besar tentunya.


Tak berselang lama Muncul Pelayan tadi yang diutus Tuan Artur Untuk membeli bahan - bahan yang dibutuhkan tabib.


"Tabib ini yang anda butuhkan", Ucap pelayan tersebut sembari menyerahkan pesananya.


"Dan tuan ini sisa dari uang belanja tersebut", Ucap Pelayan namun kelihatan dari raut wajahnya jika ia tak rela menyerahkan uang kembalianya.


"Ambilah aku tak butuh itu, nanti akan kuberi tambahan lagi sebagai bonusmu", Ucap Tuan Artur dengan santainya.


Sama dengan tabib tadi yang seperti orang gila saat kesenangan.


"Akhh terimakasih tuan, terimakasih banyak", pelayan pun langsung izin undur diri untuk mengerjakan tugasnya yaitu menyuci, karna dia sedang bahagia maka takada kata malas.


Sedangkan si Tabib sudah disibukan dengan alat - alat di tanganya untuk membuat ramuan.


Lima belas menit kemudian jadilah ramuan yang bewarna hijau kecoklatan dengan testur yang cair namun agak kental.


"Ini tuan sudah jadi, silahkan diminumkan ke istri anda". Tuan Artur yang masih setia menunggu istrinya disamping tempat tidur pun lantas mengangguk dan mengambil cawan lalu menyuapi ramuan ke Istri tercintanya.


"Ramuan itu akan bekerja dan Nyonya Lily akan siuaman sebentar lagi", dan benar saja Nyonya lily langsung membuka matanya.


"Baik tabib, ini bayaranmu hari ini", Ucap Tuan Artur menyerahkan Lima koin emas.


"Terimaksih tuan", tabib pun undur diri untuk kembali pulang.


Dan dikamar tinggal orang tua yang masih saling mencintai satu sama lain dengan cara masing - masing.


"Sayangg kau tak apa? apa yang kamu rasakan? apa ada yang ingin kamu makan?", tanyanya beruntun kepada istri tercantiknya yang sudah sedikit keriput sana sini.


Nyonya Lily yang mendengar nada kekhawatiran dari Suaminya lantas tersenyum dengan hangat, dan itu membuat Tuan Artur heran dibuatnya.


"Kenapa kau tersenyum lily?", Tanya tuan Artur yang tak mengerti dengan keadaan Istrinya.


"Aku tak apa sayang, aku hanya kelelahan karna waktu bepergian kemarin aku tak bisa diam padahal umurku sudah hampir senja", Ucap Nyonya lily dengan senyuman yang mengiringinya.


"Emm baiklah kita makan dulu lalu kita tidur kembali", Ucap Tuan Artur yang mulai posesif dan Nyonya Lily hanya mengangguk tanpa membatah.


***

__ADS_1


Terimaksih Love You All❤


__ADS_2