SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
PULANG


__ADS_3

Akhirnya berita kematian Tuan Fang sudah menyebar dengan cepat dan Pangeran Hans sudah akan bersiap kembali untuk mengikuti acara pemakaman.


Semenjak Putri Aurora menghilang Pangeran menjadi pribadi yang dingin, Tak terkalahkan dan sedikit arogan, Sekarang tidak ada Hans yang dulu karena sudah menghilang bersama Putri Aurora.


Singkat cerita sampailah Pangeran Hans.


Dengan memilih mengkremasi jasad tuan Fang akhirnya untuk rasa permohonan maaf yang terakhir kalinya Pangeran Hans memimpin acara tersebut.


Dengan diiringi ritual - ritual yang rumit serta tangis kesedihan tak akan bisa membangkitkan Tuan Fang kembali karena ini yang sudah jalan yang diambilnya untuk menemui keluarga kecilnya.


Beberapa jam kemudian Akhirnya Proses kremasi tersebut telah usai dan digantikan acara menabur abu di pantai sebelah selatan kerajaan Ternace.


Dengan digiring ratusan prajurit dan puluhan kereta kuda sampailah di pantai tersebut dan lantas menyematkan doa untuk Tuan Fang.


Akhirnya selesai sudah acara tersebut dan semua rombongan yang hadir juga akan kembali kerumah masing - masing.


****


Di Istana Ternace berkumpulah keluarga kerajaan tersebut.


Disana Raja George menceritakan mimpi Tuan Fang kepada Putra sematawayangnya tersebut. Awalnya Pangeran Hans menganggap semua itu hanyalah lelucon belaka namun Ratu Venus Akhirnya berbicara "Apa salahnya untuk menyelidiki hal tersebut, siapa tau itu bukanlah suatu hal yang dusta".


Seketika Pangeran Hans terdiam dan memikirkan perkataan Ibunya tersebut "Apa yang dikatan ibu memang benar", batin pangeran Hans seraya memegang dagunya seakan akan sedang berfikir keras.


"Baiklah ibu aku akan mencari putri Aurora dan Orang yang bernama Criss serta Artur tersebut", Ucap Pangeran Hans dengan yakinya.


Raja George dan Ratu Venus yang mendengarnya tersenyum lantas berkata "Tapi kamu harus ikut latihan militer terlebih dahulu nak selama kurun waktu 2 - 4 tahun, Jaga jaga jika ada hal yang tidak diinginkan"

__ADS_1


Pangeran Hans yang mendengarnya Seketika tercekat dan ingin melayangkan Protes "Tapi ayah ibu bukankah itu membuang - buang waktuku untuk mencari Putri aurora".


"Tidak nak, ini semua demi kebaikanmu untuk menjadi pemimpin kerajaan ini kelak" timpal Raja George.


Akhirnya Pangeran Hans pasrah menerima pelatihan tersebut. "Kapan aku akan memulainya ayah", Raja George menyahut dengan santai "Bulan depan".


Raja dan Ratu Ternace lantas meninggalkan Putranya tersebut untuk memikirkan hal - hal yang akan dilakukan sebelum waktu pelatihan dimulai.


"Arkghhhh sial siall, kenapa harus ada latihan militer padahal aku sudah merindukan Aurora tak peduli jika dia memang benar - benar sudah menjadi milik orang lain", Ucap Pangeran Hans dengan amarahnya.


Tak ingin larut dalam kemarahanya dan bisa - bisa menghancurkan propeti didalam kamarnya tersebut Pangeran Hans memilih untuk keluar dan menyamar menjadi warga biasa agar bebas keluar masuk tempat surga duniawi yang disuguhkan diarea Ibu kota kerajaan Ternace.


Tengah jam kemudian Pangeran Hans sampailah di salah satu bar favoritnya dengan menunggangi kuda kesayanganya.


Sampai disana Pangeran Hans langsung memesan minuman yang cukup memabukan agar beban dikepalanya menghilang sebentar.


Pangeran Hans yang masih terbakar emosi kini akan menuntaskan hasrat bertarungnya detik itu juga "Bodoh", Ucap Pangeran Hans dengan lantangnya dan cukup menyulut emosi pria yang membuat rusuh tersebut.


"Apa - apaan kau mengataiku bodoh hah" maki orang tersebut didepan Pangeran Hans.


Tak ingin adu mulut yang hanya saling mencaci seperti wanita akhirnya Pangeran Hans langsung menonjok wajah pria tersebut.


Bughhh…


Seketika pria tersebut jatuh tersungkur, tak ingin menjadi bahan candaan pria itu langsung bangkit dan melayangkan serangan balasan.


Adu banteng pun tak bisa terlakan, tempat yang harusnya tenang kini cukup berantakan karena ulah mereka berdua.

__ADS_1


"Brengsek", Umpat sang pria yang menjadi lawan Pangeran Hans.


Pangeran Hans yang diberi umpatan hanya tersenyum sinis dan hal itupun langsung membakar amarah lawanya.


Dug… Brakkkk


Tendangan Vatality tak bisa teralakan dan langsung membentur meja hingga terbelah menjadi dua.


Pangeran Hans yang masih utuh tanpa lecet sedikit pun semakin memancing emosi lawanya dengan cacian - cacian menusuk.


Tak ingin kalah dengan konyol pria tersebut langsung mengambil belati yang dia sembunyikan di balik bajunya.


Ciattttttttt teriaknya dengan lantang serta belari mendekati Pangeran Hans agar bisa menusuk perut pangeran tersebut.


Seketika Slupppp Darah mengalir dengan deras dan belatinya menancap dengan sempurna di perut, Namun sayang bukan perut lawanya yang kena melainkan perutnya sendiri.


Dan Brakkk pandangan Pria tersebut buram dan lama kelamaan menghitam Pria tersebut jatuh tersungkur lalu mati karena kehabisan darah.


Seketika pengunjung lainya bersorak kesenangan karena beang kerok yang meresahkan warga akhirnya is dead.


Pemilik bar tersebut ikut senang dan sedih secara bersamaan, Senang Si tukang palak yang malaknya ga kira - kira akhirnya meninggoy dan sedih barnya jadi hancur sehancur mukanya.


Pangeran Hans yang melihat polahnya yang ternyata merusak bar tersebut akhirnya tak tinggal diam, Dengan Gentlenya pangeran Hans memberikan sekantong koin emas untuk biaya perbaikan.


Pemilik Bar yang mendapatkan Uang kaget dengan Reflek sujud syukur, Dan berterimaksih kepada Pangeran Hanss yang dia kira hanyalah orang kaya yang nyasar ke bar miliknya.


Acara pun ditutup dan pangeran hans kembali ke Istana untuk mengistirahatkan jiwa dan raganya itu.

__ADS_1


__ADS_2