SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Criss dan Daisy sudah menampakkan kaki di desa timur laut kerajaan Ternace kemarin malam, dan si kusir sewaan sudah bebas kini sedang merantau untuk mencari pujaan hati.


Pagi menjelang sudah saatnya untuk para manusia - manusia beraktifitas.


Bekerja untuk mengais rezeki


Bekerja untuk membayar hutang piutang


Bekerja untuk menimbun kekayaan


Manusia merupakan mahluk yang memiliki nafsu yang tak dapat terpenuhi dengan contoh uang.


memang hidup bukan segalanya tentang uang, tapi segalanya membutuhkan uang.


Seperti Criss dan Daisy.


Criss akan berusaha membahagiakan istrinya apa pun itu dan tentu saja membutuhkan uang. Sedangkak Daisy tak membutuhkan Uang dia hanya ingin hidup bahagia.


Saat Ini enam orang tersebut sedang berada di salah satu penginapan dan sekarang sedang menikmati sarapan pagi.


"Tuan kita akan bertemu dengan Tuan A lantas bertemu lagi dengan Tuan C untuk membahas tentang bisnis ini siang hari nanti", Ucap pegawai 1 Criss mengingatkan agendanya.


"hemm baik, masih ada beberapa jam lagi untuk berleha - leha", Ucap Criss dengan santainya.


"Sayang nanti kau ikut ya, tapi nanti kau menunggu di dalam kereta kuda saja, aku janji tak akan lama", Ucap Criss dengan posesifnya karna takut kejadian yang lalu terulang kembali.


*FLASH BACK*


Tour Bisnis dikota B salah satu wilayah Kerajaan Archein.


Siang menjelang Sore hari Criss dan istrinya beserta pegawainya ikut menemui rekan bisnisnya di Rumah makan yang cukup mewah.


sampai disana ternyata rekan bisnisnya sudah menunggu sejak lama.


"Maaf Tuan sudah membuat anda menunggu", Ucap Criss seraya berjabat tangan dan mengungkapkan rasa tak enak hatinya.


"Hohoho tak apa aku lebih suka menunggu", Ucapnya membalas perkataan Criss namun matanya jelalatan ke arah Daisy.


Daisy yang merasa risih karena dilihat seperi itu bercermin "Aku ada yang aneh ya", Batinya kebingungan.


lalu mereka berunding tentang kerja sama.

__ADS_1


Namun Janc**oknya rekan bisnis Criss tak berhenti henti memandangi Daisy.


Criss yang melihatnya sedari tadi hanya bisa menahan amarahnya semampunya.


"Tuan Criss istrimu cantik sekali, Bagaimana jika aku meminjamnya untuk satu malam".


Brakkk…


Criss yang sudah tak bisa menahan amarahnya seketika mengamuk mendengar rekan bisnisnya berbicara kurang ajar seperti itu.


"Sialan kau" Umpat Criss ingin menghajar Rekannya namun dihadang oleh Para pegawai pegawainya karna tak ingin keributan terjadi.


Padahal Daisy hanya memakai Lipstik bewarna Peach dan bedak tabur tipis. Namun karna dasarnya dia memang cantik yaaa begitulah.


Akhirnya dengan perasaan yang teramat dongkol Criss beserta rombonganya meninggalkan Rumah makan terssbut.


Dan kesepakatan dibatalkan.


*FLASH BACK OFF*


Daisy yang mengingat betapa marahnya Criss waktu itu hanya mengangguk pasrah, lagian jika dia ditinggal sendirian di kamar penginapan Daisy juga tak mau.


Setelah mereka selesai sarapan, mereka semua kemudian kembali kedalam kamar masing - masing untuk istirahat dan menyiapkan barang yang perlu dibawa saat nanti.


"Sayang Sini tidurlah di dadaku" Ucap Criss yang manjanya mulai kumat.


"Ada apa umm", tanya Daisy dengan lembut yang sudah bersandar didada suaminya.


Dua pasangan yang saling mencintai dan mendukung satu sama lain asalkan hal positif kini sedang bermanja - manja dengan sesama.


"Tak apa sayang, aku hanya ingin memelukmu saja aku merindukan orang rumah tapi karna ada kau aku tak terlalu kepikiran".


Daisy yang mendengarnya tersenyum hangat lantas membenamkan wajahnya di dada Criss untuk mencari kenyamanan disana.


Criss yang merasa gemas mengecupi istrinya dan bermain - main dengan rambut Daisy yang halus dan wangi.


Namun karna nafsu bisa datang saja, Akhirnya Criss merasa cacingnya terbangun minta dimasukan kedalam rumahnya.


Criss lantas menggoda istrinya seperti menciumi bagian - bagiab sensitif agar bisa memancing nafsu daisy.


tak membutuhkan waktu yang lama Daiys terbangun karna hawa panas yang menjalar serta perasaan aneh yang muncul menggangunya.

__ADS_1


Criss yang memang sudah terbakar gairah kini langsung melancarkan aksinya menggagahi istri tercintanya itu.


Dan olahraga panas kini mulai di pagi menuju siang.


Dua jam kemudian Criss sudah menyelesaikan Acara pergantian oli dan kini mereka keluar bersama dari kamar mandi sehabis membersihkan noda- noda kehidupan.


Criss yang memang manja jika berhadapan dengan istrinya kini berulah kembali.


"Sayang pakaikan bajuku ya", Ucapnya dengan mata pupyyeyes.


Daisy yang melihatnya gemas sendiri dengan kelakuan absurd suaminya namun juga tak bisa menolak.


Dengan telaten Daisy memakaikan baju criss padahal Daisy sendiri masih menggunakan handuk untuk membungkus tubuh menggodanya.


Setelah selesai memakaikan baju Criss


kini Criss duduk didepan Cermin rias untuk ditata rambutnya oleh Daisy.


Daisy yang sibuk dengan tugas mulianya kini tak menyadari jika suaminya tengah memperhatikan gundukan yang ada tepat didepan matanya.


Glek…


Dengan susah payah Criss menelan ludahya padahal tau sendiri Criss sudah memakanya tadi namun karna orangnya rakus jadi sekarang minta nambah.


Dengan isengnya Criss menarik Handuk lalu memeluk Pinggang daisy dari depan agar tubuhnya semakin merapat.


Daisy yang sedang fokus dengan rambut suaminya kini tersentak kaget dengan kelakuan suaminya yang menyusu bak bayi kehausan.


"Uhhh sayang", lenguhan Daisy dengan permainan Criss dengan si kembar.


Karna terbakar Gairah lagi, akhirnya Criss membuka celananya kembali agar bisa memasukan Cacingnya kedalam Goa yang hangat.


Dengan posisi yang masih duduk, Criss bersiap menyuntik Daisy dengan miliknya itu.


Des*&°¡an lucnut kini terdengar saling bersaut - sautan mengiringi permainan yang kini dipimpin oleh Daisy.


Waktu yang kini terus berlalu dan pegawai Criss yang sudah menunggu hanya menghela nafas saat mendengar suara haram didepan pintu kamar Criss.


"Akhh sudahlah kita makan saja dibawah sembari menunggu tuan dengan urusanya itu", Usul salah satu pegawai dan diangguki bersama.


Criss yang sudah mandi kini mandi lagi dengan istrinya kembali.

__ADS_1


Waktu yang harusnya bertemu dengan Rekan bisnis kini harus molor dan untungnya saja saat Criss dan Rombongan Tiba, Rekan bisnis Criss juga baru tiba karna kendala dalam perjalanan.


"Huft untung saja", Batin Criss dengan lega.


__ADS_2