
Akhirnya hari yang ditunggu - tunggu tiba juga, hari dimana Pangeran Hans mengikuti latihan militer.
Sudah Satu bulan yang lalu yang dimana terdapat kejadian baku hantam di sebuah bar.
Segala persiapan juga sudah disiapkan dengan sempurna dan Pangeran hanya tinggal berangkat di camp pelatihan sebelah Timur kerajaan Ternace.
Perjalanan yang dilalui cukup lama yaitu sekitar Tiga hari dua malam dan musim kali ini cukup meresahkan karena sedang musim hujan.
Tak pelit karena anak sultan setiap kali hujan turun Rombongan pangeran hans yang hanya terdiri tiga orang bersamanya itu selalu menyewa penginapan untuk bermalam agar tak perlu repot - repot membangun tenda.
Perjalanan yang penuh dengan kebersamaan membuat tiga orang itu lebih akrab dan mengenal satu sama lain.
Devan dan Davin yang merupakan anak kembar tersebut kelak akan menjadi tangan kanan penerus Kerajaan Ternace.
Mereka bertiga kenal sudah sejak lama bahkan kedudukan Duo D tersebut sudah disiapkan sejak masih dikandungan karena ayah mereka yang seorang perwira Kerajaan.
Tak tanggung - tanggung ibunya pun juka ikut andil dalam mengurus kerajaan yaitu bagian keuangan serta leluhur - leluhur mereka yang selalu mengabdi kepada Kerajaan Ternace.
__ADS_1
Yaa anggap saja Keluarga Duo D beserta buyut - buyutnya termasuk keluarga suporter garis keras keluarga Pangeran Hans dalam Kerajaan Ternace.
Namun Mereka bertiga baru dekat beberapa minggu menjelang pelatihan wajib, yang awalnya hanya saling menyapa kini saling bercanda menjaili satu sama lain.
Sudah satu harinya perjalanan mereka dan malam akan segera menjemput.
Namun tak lama teedengar suara gemuruh yang saling sahut - sahutan yang menandakan langit akan menangis dengar derasnya.
"Bro besok kalo jadi bawahan jangan ngelunjak lo ya pada" Kata Pangeran Hans dengan Gaulnya dan mereka semua sudah dipenginapan lalu memsan satu kamar namun berisi dua ranjang.
"Gimana kabar calon bini lu? dah ketemu belum", Tanya Devan yang kepo akan kehidupan Di Istana. Pangeran Hans yang diberi pertanyaan tersebut seketika wajahnya sendu dan marah secara bersamaan.
Devan yang melihat Calon Tuanya yang tiba - tiba diam kini menjadi panik sendiri. "Duh gimana nih ntot, pangeran malah diem aja", Tanya Devan ke adiknya Davin dalam hati,
karena ini dunia halu jadi suka - suka Author ya.
"ha ha saye tak tempe eh tak tau sapa suruh udah dibilangin jangan nglunjak malah nglunjak nanya - nanya urusan orang", Devan yang diberi jawaban yang nyelelek makin pias wajahnya dan bersiap menerima makian dari Yang Mulia.
__ADS_1
hahhhh… suara berat nafas pangeran Hans.
"Sebenernya blablabla… ", dan akhirnya diceritakan apa yang diceritakan ayahnya dan yang dia diceritakan sendiri oleh Tuan Fang. Sampai Davin yang menyimaknya tertidur karena panjang sekali.
"Umm menurutku apa yang disarankan Ibu Ratu ada benarnya juga Tuan", Pendapat Devan setelah mendengar cerita tuanya tersebut.
"Akupun juga setuju hanya saja masalahnya aku harus mengikuti pelatihan sialan ini, Jika tidak mungkin sekarang aku sudah bertemu dengan pujaan hatiku", Khayalnya dengan wajah yang berseri - seri.
Devan yang melihatnya bergidik ngeri "Orang yang kasmaran memang terkadang gila", Batinya.
Tak ingin membuang - buang waktu hanya untuk melihat tuanya berhayal, akhirnya Devan ikut tertidur disamping adiknya dan meninggalkan Hanss seorang diri dengan kehaluanya.
Semakin lama semakin larut Lalu pangeran Hanss memanggil Devan untuk menyuruhnya mematikan lampu agar bisa tertidur dengan nyenyak.
Beberapa kali memanggil tidak ada balasan, Pangeran Hanss pun mendongak dan mendapati duo babunya sudah tertidur pulas tanpa beban.
"Sialan lo pada gua ditinggal molor", Ucapnya dengan bersungut sungut lantas bangun dan mematikan lampu untuk ikut menyusul Duo D mengorok.
__ADS_1