
"Dahhh ayahh besok kita akan berkumpul kembali…" Ucap Aurora untuk terakhir kalinya.
Seketika Tuan Fang terbangun dari tidurnya dan menangis sejadi - jadinya.
Para Prajurit yang melihatnya hanya bisa terdiam prihatin, Karena tak bisa melakukan hal apa pun untuk tuanya tersebut.
"Anaku apa Kau sudah menyusul ibumu nak?", Tanyanya pada diri sendiri.
Karena Tak mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut dan hari juga sudah malam akhirnya Tuan Fang memilih tidur kembali.
****
"Sayang apa kamu bahagia denganku?", Tanya Hans kepada Istrinya. Daily yang diberi pertanyaan tersebut lantas menjawab "Tentu saja walaupun kau selalu bringas di atas ranjang", Jawab wanita tersebut.
"Siapa wanita tersebut kenapa mirip sekali dengan Aurora", Guman Tuan Fang yang tiba - tiba ada dirumah yang tak kalah megah dengan mansion nya dan melihat adegan keluarga yang bahagia.
Tiba - tiba datang seorang pelayan "Permisi, Tuan muda Hans dan Nona Daily disuruh menemui Tuan Artur di Belakang Rumah", Ucap pelayan tersebut. Hans dan Daily menyanggupinya dan pergi menemui Tuan Artur.
"Tungu! tunggu nak…" Teriak Tuan Fang serta berlari mengejar Hans dan daily namun sayanganya dia tak bisa menyentuh mereka sama sekali.
Seketika Tuan Fang terbangun
__ADS_1
Hoshh… hoshh… hoshh…
Napas milik Tuan fang yang terengah - engah.
"Apa itu tadi mimpi buruk", tanya Tuan Fang dengan Linglung. "Apa tadi, kenapa gadis tersebut mirip sekali dengan Aurora hanya saja namanya Daily"
" Apa itu yang dimaksud Anaku dimimpi yang tadi", Peran batin Tuan Fang.
Karena merasa benar - benar sudah lelah dengan mimpi yang menurutnya cukup Aneh, Akhirnya Tuan Fang memilih Untuk pergi ke taman belakang rumahnya yang merupakan tempat Favorit Aurora.
Dengan ditemani secangkir kopi Tuan Fang mengingat kembali masa - masa dimana hidupnya yang lengkap dan penuh canda tawa.
"Anak kita cantik bukan", Tanya Abigail Istri Tuan Fang. Aurora yang masih bayi hanya bisa tersenyum dan berceloteh yang tak jelas namun bisa membuat kedua Orangtuanya bahagia. "Tentu sayang, Cantik sepertimu" Balas Tuan Fang dengan mesranya.
Beberapa bulan kemudian Abigail Jatuh sakit dan Tak bisa tertolong.
Tuan Fang yang sedih dan Aurora yang belum mengerti apa pun itu hanya tersenyum untuk menghibur Tuan Fang. "Apa ini maksudmu dulu sayang, Dan sekarang kau meninggalkan kami", Dengan sedih Tuan Fang berkata lalu tersenyum melihat tingkah Aurora yang menggemaskan.
Seketika Tuan Fang tersadar dari lamunanya dan ternyata Air mata sudah keluar tanpa seizinya.
"Maafkan aku Abigail yang tidak bisa menjaga Anak kita". Kata Tuan Fang dengan sedihnya.
__ADS_1
Karena hari semakin malam dan dingin Tuan Fang memilih kembali kedalam Kamarnya.
****
Tiga Hari berlalu
Dengan Tekad yang bulat Tuan Fang memilih ingin mengakhiri hidupnya dengan perlahan - lahan sebagai bentuk penyesalanya.
Tanpa makan dan meminum obatnya itulah yang dilakukan Tuan Fang agar cepat berkumpul kembali dengan keluarga kecilnya.
Semakin Hari penyakit Tuan Fang semakin Ganas dan Tuan Fang merasa senang "Akhirnya Kita akan berkumpul kembali", Ucapnya dengan tersenyum.
Keesokan harinya Raja George dan Ratu Venus berjung untuk melihat keadaan Tuan Fang.
"Kenapa tubuhmu semakin kurus dan sakitmu semakin menjadi - jadi", Tanya Raja George dengan heranya.
Dengan santainya tuan fang menjawab "Tak apa, Aku hanya ingin cepat pergi dari dunia ini dan berkumpul kembali dengan istri dan anaku".
"Apa maksudmu Fang", Tanya Ratu Venus dengan marahnya.
Akhirnya Tuan Fang menjelaskan Tentang mimpinya empat malam yang lalu.
__ADS_1
"Tak mungkin Aurora sudah tiada, kau pun tau jika Anaku Hanss sedang mencari Putrimu hah", Bentak Ratu Venus yang tidak terima dengan penjelasan Tuan Fang.
Tuan Fang hanya tersenyum dan langsung membaringkan tubuhnya untuk tidur selama - lamanya.