SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
MENGUKIR MEMORY


__ADS_3

Semenjak Pangeran Hans menggetahui jika Tunanganya Ahli pedang, Pangeran mulai menyukai dan menaruh hati untuk Putri Aurora.


Setiap ada waktu senggang Pangeran hans selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi Mansion Jendral fang, Tentu saja menemui Kekasihnya dan mengambil Hati orang mansion.


berhari - hari hingga berbulan - bulan berganti Taun, Pangeran Hans dan Putri Aurora selalu bersama hingga menginjak usia 20 tahun.


kenangan yang terukir membuat hati terpenuhi nama Aurora.Namun sayang cinta Pangeran hans bertepuk sebelah tangan.


disuatu momen lebih tepatnya di taman kerajaan pangeran hans berani bertanya kepada putri Aurora."Putri apa kau tak tertarik denganku" lantas Putri Aurora menjawab "Aku mengaggumi mu, di saat umurmu masih kecil kau sudah latihan dengan keras,hingga saat dewasa ini kau sangat gagah dan berwibawa".Pangeran hans yang mendengarnya merasa dag dig dug serr, Namun saat sudah terbang melayang karna pujian Putri tiba - tiba merasa terhempas."Namun sayang Aku belum tertarik denganmu, entahlah aku tak tau kapan rasa itu akan datang". Imbuh Putri aurora yang sebenarnya kurang enak hati namun bagaimana lagi,, kejujuran adalah nomer satu.


Pangeran hanya bisa berlapang dada dan tersenyum kecut."Baiklah Putri Esok aku akan lebih keras Berjuang untukmu, kau nantikan Aku" ucap Pangeran hans dengan semyum tulusnya lalu berpamitan pergi."Apa aku terlalu kejam denganya, kenapa mukanya tiba - tiba jelek" tanya Putri Aurora dengan dirinya sendiri karna merasa heran dengan sikap pangeran hans.

__ADS_1


Tak ingin memusingkan hal itu, Putri kembali kediamanya dan memilih berlatih pedang dan memanah.


Mansion Jendral Fang


"Ayah… kau dimana?" teriak Putri Aurorra mencari Ayahnya. Tak.. Tak.. takk... "Kenapa sayang mencari Ayah"Tanya jendral Fang dengan lembut. "Aaaa aku hanya ingin berlatih lagi Ayah"ucap Putri Auorra dengan senyum manjanya. "Baiklah nak kau ganti bajumu dulu, lalu temui ayah di ruang latihan" putri pun langsung mengangguk mengiyakan dan melangkahkan kakinya kedalam kamar.


"Hmmm kata ayah dulu Aku harus pandai bertarung agar tak memalukan Pangeran hans kelak saat menjadi raja" guman Putri aurora di dalam kamarnya."dulu aku terpaksa melakukan latihan, tapi sekarang aku pikir - pikir tenyata tidak buruk bermain pedang dan panah"imbuhnya lagi.


Ruang Latihan yang sangat luas, dan lengkap yang penuh dengan Alat - alat latihan serta terdapat tempat untuk istirahat yang sangat nyaman.


Sampai di ruang latihan, Putri Aurora melihat Ayahnya sedang melatih komandanya."Ayah aku sudah mengganti Bajuku" ucap Putri Aurora. Jendral fang dan komandanya pun menoleh dan tersenyum "Ahh anaku sangat pantas sekali mendampingi Anak raja". Putri Aurora yang mendengarnya hanya menampilkan wajah datarnya namun tidak untuk Sang komandan "Sialan pangeran hans itu, kenapa harus putri aurora yang dijadikan calonnya" Guman sang komandan dengan bencinya.

__ADS_1


"Tuan, Saya sebaiknya berlatih sendiri agar Anda bisa leluasa mengajar putri Aurora" ucap sang komandan. jendral fang hanya menggangguk dan mulai melatih putrinya itu.


sang komandan yang masih muda dan berumur sama dengan pangeran hans merupakan komandan kesayangan jendral fang, karna keterampilan berpedangnya yang tak main - main. Namun siapa sangka ternyata komandanya itu juga menyukai putrinya.


"Apa yang harus aku lakukan"Guman sang komandan yang bernama Tian sembari melihat putri aurora berlatih.


"Baiklah jika aku tak bisa mendapatkan Putri maka kau juga tak bisa Pangeran Sialan"umpat Komandan tian dengan rencana jahatnya.


…………… …………… ……………


Maaf ya jika plotnya menurut kalian berantakan karena ini karya pertama saya,

__ADS_1


mohon dukung agar saya semangat berkarya dengan lebih baik lagi. Salam dari author baru🤗🤗🤗


__ADS_2