
Butuh dua hari perjalanan untuk sampai dititik pertempuran. Walaupun begitu semangat para pejuang tak padam justru semakin dekat semakin besar semangat mereka.
Pejuang yang dipimpin langsung Yang Mulia Raja Hans serta jendral - jendral yang hebat nan berbakat tak lupa tangan kanan yang terpercaya dan setia membuat prajurit percaya kemenangan didepan mata.
Padahal menurut perhitungan para petinggi Kerajaan Ternace, Lawan mereka yaitu South Empire membutuhkan waktu kurang lebih lima hari agar sampai diperbatasan.
tiga hari lebih awal, namun untuk persiapan menjemput kemenangan siapa yang tak akan terburu buru. Sungguh percaya diri yang berfaedah.
Dalam waktu tiga hari cukup digunakan untuk beristirahat serta mengumpulkan batu - batu untuk dijadikan benteng pertahanan.
Duapuluh lima ribu Prajurit kini dibagi Tiga sisi untuk mengepung lawan, Sisi barat sepuluh ribu pasukan, sisi selatan lima ribu pasukan serta sisi timur sepuluh ribu pasukan.
Waktu menyisakan malam ini, dan saat pagi menjemput akan menjadi tanda mulainya maut.
"Yang mulia, seluruh prajurit sudah menyiapkan jebakan - jebakan serta mengumpulkan sumber daya yang kemungkinan besar akan berguna", Lapor Jendral besar.
Saat ini kelompok sisi selatan dipimpin Yang Mulia hans, Sedangkan Barat serta timur dipimpin langsung Duo D.
"Baik, suruh mereka semua istirahat dan sisakan lima puluh prajurit untuk berjaga".
Tak Lupa di belakang seluruh aliansi Prajurit yang akan berperang, Kurang lebih berjarak Satu kilometer terdapat tenda - tenda yang sama sibuknya.
Para Ibu - ibu rumah tangga yang hebat, tak gentar saat ada peperangan serta ikhlas para suami mereka mengorbankan Jiwa dan raga untuk tanah kelahiran.
Sebagai pahlawan garda belakang, Ibu - ibu rumah tangga bekerja sama membuatkan makanan - makanan yang kaya gizi untuk mendukung semangat pejuang.
Dalam jarak tempuh Satu kilometer membutuhkan kurang lebih tengah jam dengan membawa gerobak - gerobak penuh makanan.
*****
Mentari menjemput tandanya perang akan segera tiba.
Namun sebelum itu para ibu - ibu datang membawa makan untuk makan bersama.
"Yang mulia, Semoga masakan kami membantu sedikit untuk meningkatkan semangat para pejuang", Ucap salah satu wakil dari perwakilan Ibu - ibu.
"Baik, Terimakasih aku salut dengan Seluruh Wargaku yang saling bahu - membahu menjaga tanah kita", Respon baik yang disambut baik pula.
Dengan membentuk Posisi melingkar seperti tari Kecak Bali dan tengah yang diisi Yang Mulia Hans, Mereka semua memulai Makan dengan berdoa dan diselingi harapan - harapan tulus.
perut yang terisi penuh semangat juang yang tinggi membuat para pejuang memulai dengan senyum, tak ada yang gemetar serta melarikan diri dengan situasi seperti ini.
Justru para pejuang bangga karna ada kesempatan untuk membela tanah mereka. Namun tak juga mendoakan terus perang.
Acara makan selesai dengan ditutup ceramah pagi dan diakhiri bersiap diri.
Para Ibu - ibu juga telah kembali dengan langkah pelan tak lupa tiap langkah mengandung Doa yang Dahsyat nan berkashiat.
Tradisi yang sederhanan namun sudah berumur lama dan tak mungkin ditinggalkan warisan leluhur untuk generasi muda.
Dengan gagah berani Pasukan sisi selatan, Barat serta timur berdiri menyambut pasukan lawan yang terlihat dari jauh.
Debu - debu berterbangan seperti badai yang menghantam, menandakan pasukan musuh bergerak dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu, kini sudah saling berhadapan, masing - masing kerajaan mengirim utusan untuk negosiasi.
Tuk-tik-tak-tik, tuk-tik-tak, suara s'patu kuda.
"Yang Mulia Hans, Kerajaan kami siap memberikan keringan jika pasukan anda siap menyerah dengan suka rela", Ucap utusan lawan.
"Cihh… aku memang masih muda, tapi semangat juang kami tak kalah dengan yang tua", Balas Raja Hans dengan mata menyala nyala.
"Katakan pada utusan ini, Kami Kerajan Ternace tak takut mati", Ucap yang Mulia Hans dengan Lantangnya.
Dengan semangat para prajurit berteriak dengan serempak "Kami tak takut mati".
Utusan yang mendengarnya menjadi ciut serta suara yang menggelegar terdengar hingga pasukan lawan, South Empire.
"Dengar bukan, Kami tak takut mati", Ucap Utusan Kerajaan Ternace dengan bangganya.
karna merasa diremehkan, Pemimpin pasukan South Empire memenggal utusan tersebut dan menimbulkan gejolak, yang pada dasarnya utusan dijaga dengan perjanjian - perjanjian para pemimpin negara agar tak diserang.
namun nyatanya pihak South Empire melanggar janji dan kini peperangan tak terhindari.
Pihak Kerajaan Ternace hanya bisa melihat dari kejauhan, walaupun kurang jelas yang pasti mereka tau utusan Yang dikirim dihakimi tanpa hakim.
"Bentuk formasi perang dan serang!", dengan cepat formasi terbentuk seperti busur panah yang besar dengan ujung panah yang dipimpim Yang Mulia Hans.
Utusan South Empire langsung terbunuh karna tak bisa menghindari kecepatan - kecepatan kuda milik kerajaan Ternace.
Pasukan lawan bergerak menuju Pasukan Ternace namun sayang sial menjemput.
Jebakan yang dibuat pasukan Ternace menangkap buruan banyak, mengandalkan jebakan Beruang yang ditutupi ilalang - ilalang kering.
Banyak pasukan lawan yang terjungkal lantas kepenggal karna belom siap dengan situasi yang menimpa.
Perang berjalan cukup lama, dan lawan belum ada tanda menyerah.
"Jendral kita harus menyerang jantung pertahan untuk melemahkan kekuatan lawan", Ucap Raja Hans dengan jendralnya yang setia disampingnya.
"Baik yang mulia", dengan membawa seratus prajurit sebagai pasukan inti untuk membuka jalan agar bisa membunuh pemimpin pasukan lawan tentu tak mudah namun tak mustahil.
"Bentuk Formasi pertahanan dan serang", Teriak Jendral mengaba - aba pasukan inti.
Dengan bentuk Formasi setengah lingkaran namun berlapis - lapis membuat posisi Raja Hans aman dari musuh - musuh gila.
"Semoga menjadi Awal yang baik", Harapan Yang Mulia Hans setelah melihat pimpinan lawan.
"Semua! Maju, Serang" Ujung tombak lapisan Awal mengenai jantung - jantung musuh dan langsung tak sadarkan diri.
"Maju! serang"
Aba - aba yang sama terulang terus menerus hingga sampai di pasukan inti lawan.
"Hebat, hebat yang mulia Hans, ku akui walau kau masih muda strategi perangmu cukup baik", Puji Pemimpin pasukan lawan yang terkesan tak ikhlas.
"Jangan basa - basi, aku datang sebagai penyabut nyawamu", Balas Yang Mulia Hans dengan sarkasnya.
__ADS_1
"Jendral sekarang waktunya formasi Asing".
"Baik yang mulia"
"Semua Formasi Asing, dan serang", Teriak Jendral dengan lantangnya.
Seketika juga Pasukan Inti Kerajaan Ternace menyebar bak saling tak kenal, namun saling tujuan membasmi hama.
Lawan yang mendengar nama Formasi lantas tertawa terbahak - bahak, namun seketika juga wajah mereka pucat pasi.
"Sialan", Umpat pemimpin Pasukan lawan.
Karna Formasi yang digunakan Raja Hans membuat pasukan lawan harus merelakan saling satu lawan satu, yang dimana bukan Strategi pasukan Inti.
"Kini menyisahkan kita berdua", Ucap Raja Hans dengan sinisnya.
Tanpa sopan santun, pemimpin lawan langsung memggerakan kuda menuju Yang mulia hans dan berduel diatas kuda.
Tranggg…
Suara pedang saling beradu
"Kenapa kita tak bekerja sama saja untuk menguasi seluruh daratan ini", Bujuk pimpinan pasukan lawan.
"Kau tau, semakin banyak bicara maka semakin cepat kau kealam baka", Senyum sinis Yang Mulia Hans terukir yang terkesan menyebalkan untuk dilihat.
karena muak melihat senyum menjengkelkan Raja Hans, Pimpinan lawan langsung menyerang membabi buta.
Tranggg… Trangg… tranggg
Saling beradu dengan keras nan cepat.
Hoshhh hosshhh hoshhh…
Suara Nafas lawan terengah - engah
"Dasar lemah, Sekarang giliranku", Raja Hans lantas menyerang dengan membabi buta, dan lawan kerepotan untuk menghadang.
Karna stamninanya dibawah Raja Hans membuat pimpinan lawan mudah lelah, lalu jatuh terduduk dengan posisi berlutut.
"Ampun, Bunuh saja aku dan bebaskan pasukanku"
Dengan memincingkan matanya sebelah Raja Hans seolah - olah bertanya apa maksudmu.
Dengan Gugup pemimpin tersebut menjelaskan, namun karna ketakutan suaranya kurang jelas dan menjengkelkan.
"Buang buang waktuku saja", Dengan gerakan Kilat Raja Hans langsung menusukan pedangnya ke dada Lawan.
Sluppp… Arghhhhhh
Para pasukan lawan hanya terdiam tak percaya melihat pemimpin mereka telah gugur, dengan lesu semua memilih berlutut dan langsung dihabisi ditempat.
"Cihhh… membosankan", Umpat raja Hans lalu menyuruh membakar jasad - jasad lawan dan beristirahat.
__ADS_1