
Di belahan bumi yang lain, lebih tepatnya kerajaan Ternace merupakan Kerajaan yang makmur, tentram Aman dan santosa. Memiliki Raja yang bernama Raja george berkepribadian Ramah, Adil dan bijak sana namun kejam untuk para musuh - musuh nya.
Memiliki seorang Pangeran Mahkota Bernama Hans dari Ratu Venus. Pangeran digambarkan sebagai sosok yang Tampan, Cerdas, dan tentu saja memiliki Aura yang dapart memikat kaum hawa.
Namun disaat berumur 10tahun Pangeran Hans di Jodohkan Dengan Putri Jendral Kerajaan tersebut.Gadis yang cantik, Anggung dan mandiri cukup memikat Pangeran Hans.
"Anaku jika kelak ayah lebih dulu meninggalkan kalian Aku mohon jagalah ibumu, dan jagalah Negaramu untuku" Ucap Raja George Kepada Anaknya. "Hans Jika ibu lebih Pergi lebih dulu dari Ayahmu, Maka jagalah Ayahmu dan negreimu seperti Engkau menjagaku Anaku" imbuh Ratu venus. pangeran Hans yang bingung Kenapa kedua orangtuanya berbicara seperti itu akhirnya bertanya "Apa maksud Ayah dan ibu?" . Raja dan Ratu Ternace tersenyum lalu berkata "Kami sudah berumur, tentu saja kematian itu ada dan kami harap segeralah nikahi Putri Aurora untuk meneruskan kerajaan Leluhur" balas Raja George.
Pangeran Hans yang sudah mengerti Maksudnya pun hanya bisa menghela nafas, dengan berat pangeran berkata "Ayah ibu, Aku belum siap untuk menikah karna aku pun belum bisa diandalkan apalagi jika harus menanggung tanggung jawab, Aku tak mau menjadi pengecut maka terlebih itu biarkanlah aku mendewasakan diriku" ucap Pangeran Hans dengan Tenang. "Akhh baiklah kau pun juga masih remaja, Nikmatilah masamu tapi jangan sampai Putri Aurora kau tinggalkan" ucap Ratu Venus. Pangeran pun mengangguk dan izin Ke kamar oleh Orangtuanya.
__ADS_1
"merepotkan sekali harus menikah, Aku pun Masi remaja dan apa - apaan itu putri aurora hanya gadis yang lemah" Guman pangeran Hans yang sebenarnya jengkel.
Untuk melepas kebosananya Pangeran lebih memilih berburu di Hutan Agar orang - orang tak mengenalinya pangeran pun mengganti pakainya dan menunggangi kuda ke arah hutan. Saat sampai diperbatasan Penduduk dengan Hutan, pangeran lebih memilih menitipkan kuda kesayanganya kepada salah satu penduduk dan diberi upah 1Koin emas. "Terimakasih Tuan akan saya jaga kudanya dengan baik" ucap penduduk itu dengan senang.
Pangeran hanya mengangguk lantas pergi berjalan kaki menuju hutan. Setengah jam kemudian Pangeran hans sudah sampai di Hutan dan melihat segerombolan Rusa sedang mencari makan."Hewan yang sangat sehat" guman Pangeran Hans diiringi senyumnya.
tiba tiba srakkkk panah Pangeran hans melesat dan tepat mengenai jantung Rusa tersebut. Rusa yang lain langsung pergi berlari menghindari Ancaman dan bersembunyi.
saat sudah memikul rusa dan memilih pulang Pangeran mendengar suara adu pedang yang samar - samar. Tak ingin mati karna penasaran pangeran mengikuti sumber suara dan melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
saat sudah menemukan sumber suara Pangeran Hans Menemukan Seorang bertudung menggunakan jubah sedang bertarung dengan pemburu lainya."Cukup menarik, nanti kita lihat siapa yang menang" Guman Pangeran dengan mata yang terus bergerak ke kanan dan ke kiri mengawasi pertarungan yang sengit.
Beberapa menit kemudian sang berjubahlah yang menang dan berhasil memukul mundur Pemburu tadi.
lalu Sang jubah membuka Tudung kepalanya dan terlihat wajah yang cantik, kulit putih bersih berambut pirang dan Bermata Biru.
Deg.
"itu Putri Aurora tak kusangka dia pandai bermain pedang" ucap penuh kagum pangeran kepada tunanganya tersebut.
__ADS_1
Saat sedang bersembunyi Pangeran hans tak sengaja menginjak Ranting sehingga terlihat oleh putri Aurora. "Yang mulia dari kapan anda disitu" tanya Putri Aurora dengan gugupnya.karna dia tak ingin kemampuanya diketahui oleh orang lain kecuali keluarganya saja. "Dari kamu membuka tudung mu,Aku pikir siapa takutnya penyusup kerajaan musuh" elak Pangeran hans. "Ahh Syukur Pangeran tak melihatku" Batin Putri Aurora dengan senang.
Akhirnya mereka berdua memilih pulang bersama, Tak lupa mengambil kuda dan memberikan Hasil buruanya kepada penduduk tadi.