SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
TITIK AWAL


__ADS_3

Di Dunia yang sama namun beda wilayah nan Daerah terdapat pemuda tampan yang gagah dengan dua pengikutnya yang amat setia, Siapa lagi kalo bukan Yang Mulia Pangeran Hans serta si kembar Devan Davin.


Sudah hampir empat tahun ini Pangeran meninggalkan kenyaman serta kemewahan untuk membangun masa depan yang cerah.


Mencari pengalaman - pengalam di kehidupan alam serta mencari kawan untuk masa depan.


Sungguh prestasi yang sangat membanggakan saat dicamp pelatihan tersebut.


Dalam jangka waktu empat tahun Pangeran Hans serta seluruh anggota Camp pelatihan dipilih untuk membantu pasukan kerajaan dalam masalah menjaga perbatasan.


Dalam waktu empat tahun juga gejolak kerajaan terbentuk karena keserakahan para pemimpinya.


Banyak kerajaan - kerajaan luar yang ingin terkenal serta melebarkan kekuatan mereka di negeri orang.


Peperangan dimana - mana nyawa warga jadi taruhan, dan kepemimpinan tak tinggal diam.


Koneksi yang terjalin dengan para camp - camp pelatihan digunakan untuk kerjasama agar dapat memukul mundur serangan lawan, walau tak mudah namun tak ada kata menyerah.


Saat ini Pangeran kembali ke kerajaan untuk mengambil alih kuasa dari sang ayah, Raja George.


Dan pada hari ini juga diangkat dua tangan kanan yang mulia Hans yaitu Devan Davin.


Usia yang senja juga menjadi faktor yang kuat namun bukan itu saja, Raja George juga merasa anaknya sudah pantas jadi pemimpin.


"Anakku aku harap kau bijak dalam pengabdianmu", Ucap Raja George yang lebih menjorok ke saran kepada sang anak.


Pangeran Hans hanya tersenyum dan berjanji dalam hatinya tak akan mengecewakan sang ayah dan para penduduk.

__ADS_1


Malam ini adalah penobatan Pangeran Hans menjadi Raja walau perayaanya sederhana karna keadaan yang genting tak membuat petinggi - petinggi serta para warga bersedih.


"Hari ini saya sebagai Raja Ternace menobatkan Pangeran Hans menjadi Raja yang Baru", Suara mantan Raja Ternace menggelegar di aula dan didengar banyak orang yang berkumpul menyasiksan momentum bersejarah.


Raja Hans berjalan dengan gagahnya dan auranya terpancar sangat cerah membuat orang terkagum - kagum serta menaruh harapan banyak orang.


Kini Raja Muda tersebut berpidato layaknya pemimpin yang berpengalam. memang faktanya seperti itu mungkin sepuluh taun lagi.


Karena peperangan masih berjalan, esok pagi Raja Hans beserta pasukan - pasukan orde baru bersiap tempur dengan semangat juang yang tinggi.


Walaupun sebenarnya sang Raja tak diwajibkan langsung turun tangan.


Setelah peresmian yang mulia Hans menjadi Raja, para petinggi istana langsung dikumpulkan untuk membahas masalah - masalah yang terjadi Di kerajaan Ternace belakangan ini.


Penduduk yang kehilangan tempat karna direbut orang luar, Kelaparan yang melanda serta tak ada rasa ketenangan yang ada dalam penduduk.


"Namun karena banyak yang tidak menguasi ilmu bela diri para warga banyak yang gugur", Ucap salah satu petinggi kerajaan.


Helaan nafas terdengar yang menjelaskan jika Sang Raja baru harus bekerja keras menyetabilkan keadaan.


"Untuk para pengungsi sebaiknya dibagi rata dan serahkan kewilayah yang aman ,untuk para relawan suruh untuk mengumpulkan makanan serta pakaian yang layak, tak lupa kirim seratus lima puluh prajurit setiap kelompok untuk berjaga - jaga"


"Dan jangan lupa untuk setiap Kelompok tempatkan lah ahli mata - mata untuk memberi kabar keadaan". Ucap yang Mulia Hans yang disambut baik oleh semua orang.


Dengan semangat Orang - orang yang akan terlibat dalam misi pemberantasan populasi penduduk kini mulai berangkat dan menjalankan misi serta harapan besar strategi ini berhasil.


Pagi menjelang disambut hangatnya mentari, tak juga banyak yang masih terasa lelah karna keadaan memaksakan tetap waspada.

__ADS_1


Pada hari ini Separuh Prajurit kerajaan Ternace akan berjuang hidup dan mati untuk mempertahankan tanah mereka.


Dari pertemuan para petinggi istana semalam diketahui jika akan ada pasukan kerajaan South empire yang akan menyerang Kerajaan Ternace


Yang akan dipimpin langsung oleh Raja mereka serta jendral - jendral besar yang berpengalaman.


Tentu akan membuat para prajurit semangat dan tak mengutuk dalam hati.


Para ibu rumah tangga tak mau ketinggalan, walaupun tak bisa ikut dalam peperangan, para ibu rumah tangga akan menjadi pejuang di garis belakang.


Yang akan menyiapkan makanan untuk prajurit serta membangun tenda yang bagi mereka suatu hal yang muda. Sungguh ajaib.


Separuh prajurit yang tak ikut tempur terus berlatih agar siap sedia menggantikan yang gugur.


Lima puluh ribu prajurit memang kurang untuk ukuran Prajurit suatu kerajaan, namun pengecualian untuk keraajan Ternace yang memiliki Prajurit setia serta berani mengorbankan nyawa demi tanah ibupertiwi.


Orang - orang yang dengan sendirinya mendaftar menjadi anggota militer kerajaan, orang - orang yang setia dengan tanah mereka tak akan kalah dengan orang yang terpaksa serta bernyali ciut seperti keraajan lain. Disitu keunggulan Militer Milik Kerajaan Ternace. sangat - sangat salut.


Dan kini waktunya pembuktian setelah bertaun - taun berlatih serta memberantas masalah - masalah kecil.


"Hari ini, Kita buktikan jika Kerajaan Ternacelah yang terbaik", Gemaa salah satu jendral Ternace.


"Hidup Tanah kita", Ucapnya lagi yang disambut dengan lantang serta semangat yang membara "Hiduppp!".


"Yang mulia, Para prajurit sudah siap untuk hari berdarah ini", lapor Jendral besar yang lain.


Dengan senyum bagganya Raja Hans mulai berpidato untuk membakar semangat para pejuang dan tak lama membuat formasi urutan untuk menuju medan tempur.

__ADS_1


"Semoga hasil yang baik", Doa seluruh manusia yang terlibat dalam peperangan ini.


__ADS_2