SIAPA AKU?

SIAPA AKU?
HARMONI


__ADS_3

Hubungan Criss dan Daisy nyatanya tak goyah karna masalah anak.


Justru membuat hubungan lengket layaknya jebakan lalat.


Karna sesungguhnya anak adalah anugrah sedangkan pasangan suatu hal yang kita pilih dan harus dijaga.


Walaupun sebenarnya Criss ingin memiliki anak bukan malah membuatnya buta mata dan mendesak pembuatan secara rutin.


Justru membuat Criss menempel erat dengan Daisy agar bisa mengobati rasa kecewanya.


Terbukti dengan Tingkahnya hari ini.


"Sayangggg", Panggil Criss dengan manja.


"Emm butuh apa lagi", Balas Daisy dengan malasnya.


Criss kini tersenyum dalam hati sebab membuatnya dan istrinya bermain dokter - dokteran.


Dengan langkah yang berat Daisy melangkahkan kakinya menuju Criss yang terbaring seolah - olah tak berdaya.


"Sini sayangg", Dengan Antusias Criss menepuk sampingnya agar Daisy mendekat.


Dengan mengucap rapalan - rapalan doa agar bibir sexsi suaminya tak mengeluarkan perintah - perintah yang nyleneh walaupun dalam sanubarinya Daisy menyukainya namun enggan mengakui akhirnya hilang sudah batinya berkomat kamit setelah mendengar ucapan Criss.


"Aku ingin kau pijati aku, tentu saja bagian pusakaku", Ucapnya dengan Gamblang.


Daisy yang mendengarnya melongo dengan mulut terbuka lebar heran dengan tingkah suaminya yang dari pagi selalu membuat ulah.

__ADS_1


Dengan setengah hati Daisy melaksanakan perintah mulia tersebut dan dengan sigap mengurut sang pusaka.


"Ahh sayang tak usah malu - malu, aku tau kau menginginkanya". senyum nakal menghiasi wajah tampan Criss. Cihhh… Percaya diri sekali.


Gerakan yang awalnya pelan dan nikmat kini terkesan tergesa - gesa dan membuat empunya meracau tak jelas. Bukan tak jelas meracau marah namun karna enak yang melanda.


"Uhhh yeahh sayangg, lagi", Ucap Criss merem melek dan kepala yang mengadah.


Daisy kini tersenyum dengan licik dan tak lama gerakan tanganya berhenti menggangtung kesenangan Criss seorang.


Criss yang hampir Mencapai puncak tak percaya dengan tindakan Istrinya itu.


"What the Fu***ck" Geram Criss yang tiba - tiba nafsu lainya bangkit.


Daisy yang sudah tertawa terpingkal - pingkal dengan ekpresi Criss kini menelan ludah kasar melihat wajah Criss merah padam.


Dengan tergagap - gagap Daisy merayu suaminya. "Sa- sayangg Aku minta maaf ya", Ucapnya dengan melas. "Hari ini aku untukmu tak apa aku rela", Imbuh Daisy dengan Senyum mautnya.


Lima detik kemudian Senyum Daisy menghilang karna tak ada respon dari Criss dan tergantikan ketakutan terbesarnya.


"Setan… Istriku Cantik sekali saat ketakutan seperti itu", Batin Criss yang sebenarnya tak tega, namun tak rela juga menyianyiakan kesempatan emas.


Dengan menahan rasa kasihan serta bunga - bunga yang meledak ledak Criss melancarkan Aksinya.


perlahan - lahan jarak Criss dan Daisy terkikis, seringai lebar muncul di wajah Criss dan Gemetaran di tubuh Daisy.


Secepat kilat menyambar Criss menggendong layaknya pahlawan kesiangan yang menambahkan sepuluh ribu kali lipat ketampanan Criss dari Angel bawah.

__ADS_1


Nyatanya tak mampu membius Daisy yang amat ketakutan akan hukumanya yang diterima nanti, keadaan yang terdesak membuat otak Daisy bekerja keras bagai kuda namun sayang semua terlambat.


"Tidakkkk…" Teriak Daisy panik namun kini hilang di sumpal ciuman rakus dan menuntut.


"Salahmu sendiri membangunkan Kerbau tidur", bisik Criss pelan ditelinga Daisy.


Teriakan keras Daisy yang menggelegar membuat panik Tuan besar dan Nyonya pemilik rumah.


Tok… tok… tok…


Dengan kepanikan yang besar Nyonya Lily mengetuk kamar putranya itu.


"Diam dengan tenang ya sayangg", Selepas Criss mengikat kedua tangan Daisy dan menyumpal Mulut Daisy dengan kain, kini Criss berjalan dengan santai membuka Pintu.


"Criss ada apa, kenapa menantu ibu berteriak", Tanya Nyonya Lily panik.


"Ahh ibu tak apa hanya ada permainan kecil diantara kami", Sedangkan Tuan Artur hanya terdiam menyaksikan ibu dan anak ini mengobrol.


"Syukurlah kalo tak apa, baiklah ibu dan ayah akan pergi kepasar untuk melihat - lihat barang bagus", Ucap Nyonya Lily berpamitan seraya menggandeng tangan suaminya.


Selepas melihat orang tuanya pergi dan menutup pintu kamarnya, Kini Criss berbalik badan dengan senyum Mengerikan.


Gluk…


Dengan sisa tenaganya Daisy mencoba meronta - ronta. pasti jelas tak ada hasilnya.


dengan Semangat empat lima menyeruak ditubuh Criss lalu mebuang penyumpal mulut Daisy dan bersiap - siap menggelitik tubuh istrinya sampai lemas

__ADS_1


"Haa… haa… ha…… , hentikan sayang haa… haa" Kegelian jelas tergambar diwajah Daisy namun Criss akan menutup matanya dan melanjutkan sesi hukuman tersebut.


__ADS_2