
Sedih kecewa dan marah, itulah yang dirasakan Tuan Fang yang kehilangan anaknya.
Sedih karena belum bisa menemukan Aurora, Kecewa karena merasa belum bisa menjaga Putri sematawayangnya itu dan marah karena komandanya lah yang menjadi penyebab anaknya hilang.
Pencarian besar - besaran sudah dilakukan dan dipimpin langsung oleh Pangeran Hans, namun nyatanya belum ada hasil sama sekali.
Sudah hampir satu bulan lamanya, Aurora menghilang dan Satu bulan lamanya pula kesehatan Tuan Fang semakin menurun.
"Uhukkk…uhukk…uhukk…", Batuk yang disertai darah sudah menjadi tamu harian Tuan Fang.
"Tuan Fang apa kau baik - baik saja?", Tanya Ratu Venus yang sedang mengunjungi Mansion milik Tuan Fang bersama suaminya Raja George.
"Lebih baik panggilkan tabib istana untuk mengobati Tuan Fang" Saran Raja George.
Tak lama Prajurit yang sedang menjaga di dalam kamar pun keluar untuk melaksanakan Titah Raja George.
"Yang mulia hamba tak membutuhkan Tabib, Hamba hanya ingin Anak saya kembali", ucap Tuan Fang dengan lirihnya...
Ratu Venus yang mendengarnya kembali bersedih dengan hilangnya Calon Menantunya.
"Heyyy… Ayolah kau pun harus sehat jika ingin bertemu Putrimu, Apa kau mau melihat Putri Aurora bersedih dengan keadaanmu", ucap Raja George panjang kali lebar.
Dengan lemasnya Tuan Fang menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tak berselang lama Tabib Istana sudah datang
"Izin memeriksa Yang Mulia Raja dan Ratu Ternace", Raja george dan Ratu Venus hanya mengangguk mengiyakan.
Beberapa menit kemudian dengan Keahlianya Tabib berkata "Tuan Fang hanya kurang Makan dan Tuan Fang terlalu banyak pikiran, itulah yang memicu penyakit yang diderita Tuan Fang".
"Saya akan membuatkan Ramuan herbal untuk melawan penyakit tersebut dan harus diminum rutin sehabis makan", Imbuhnya lagi.
Dengan sibuknya Tabib tersebut membuat Ramuan lantas diberikan dan disuruh meminum Kepada Tuan Fang.
"Obat ini akan ada efek samping yaitu mengantuk dan berhalusinasi, Saya harap obat saya manjur dan segera menyehatkan Tuan Fang kembali", Ucap Tabib yang ikut prihatin juga.
Tak lama kemuadian Tuan Fang tertidur karena pengaruh obat tersebut.
*****
Perlahan - lahan Tuan Fang terbangun diranjang yang luas dan kamar yang bewarna serba putih.
"Ayah apa kau sudah baikan", Tanya seseorang dengan lembutnya. Tuan Fang yang mengenali suara tersebut lantas terperanjat kaget.
Tuan Fang langsung terbangun dan menemukan Anaknya disampingnya. "Kamu kah itu Aurora?" tanya tuan Fang dengan harunya. Gadis itu pun menjawab "Iya ayah, Aku Aurora Putri Ayah".
Tuan Fang yang merasa senang tak kuasa menahan tangisnya dan langsung memeluk Putrinya itu.
__ADS_1
Tiba - tiba datang seorang wanita yang sudah sedikit berumur namun masih terlihat Cantik.
"Aaa… Abigail itukah kamu?" , tanya tuan fang dengan gugupnya. "Iya sayang ini aku", Jawab Abigail yang ternyata Istri Tuan Fang yang sudah meninggal.
Tuan Fang yang bingung lantas bertanya
"Ini dimana, dan kenapa kamu bisa ada disini sayang? Apa kamu tidak tenang".
Abigail dan Aurora yang mendengarnya tersenyum dan menjelaskan kepada Tuan Fang "Kamu ada di alamku, Aku kesini ingin menjemput anak kita dan Aurora juga ingin berpamitan kepadamu untuk yang terakhir kalinya" Jelas Abigail dengan pelan berharap Suaminya mengerti.
Deg…
Seketika Wajah Tuan Fang pucat pasi. "Apa maksutmu Abigail" Teriak murka Tuan Fang karena merasa dipermainkan.
"Tidak ayah… Aku ingin pergi bersama ibu, dan jika ayah tau yang sekarang didalam tubuhku itu bukanlah aku", Ucap Aurora untuk menengahi Ayah dan ibunya serta memberikan Teka teki.
"Apa maksudmu nak?" tanya Tuang Fang yang semakin Bingung. Namun sayangnya pertanyaan tersebut hanya dibalaas dengan lambaian tangan. "Dahhh ayahh besok kita akan berkumpul kembali…" Ucap Aurora untuk terakhir kalinya.
Seketika Tuan Fang terbangun dari tidurnya dan langsung menangis sejadi jadinyaa.
*****
Maafya Author baru sakit, Jadi cuma bisa Up 1 atau 2 ban sehari.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan Vote dan Hadiah🤗